Menaker Yassierli mengimbau calon peserta program Magang Nasional Angkatan 2 Batch I tidak terpusat membidik posisi di Jakarta. Ia menekankan peluang di berbagai daerah yang dinilai lebih besar dan sejalan dengan upaya pemerataan program.
Peluang magang di daerah menjadi salah satu pembaruan pada Magang Nasional Angkatan 2. Menurut Yassierli, opsi tersebut memberi kesempatan lebih luas bagi peserta di seluruh Indonesia.
Usai menghadiri Pameran Kesempatan Kerja di Kantor Kemnaker, Jakarta, Yassierli mengingatkan ketatnya persaingan di ibu kota dan meminta peserta melihat data serta peta persaingan sebelum memilih.
"Coba lihat peluang-peluang magang yang ada di daerah masing-masing. Itu biasanya kansnya besar, dan kita berharap ada pemerataan. Jadi jangan semuanya itu mengejar magang di Jakarta, tentu persaingannya jauh lebih besar," ujar Yassierli usai Pameran Kesempatan Kerja di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Advertisement
Kuota 150 Ribu dan Peta Persaingan
Pemerintah mengalokasikan kuota sebanyak 150 ribu peserta untuk Magang Nasional Angkatan 2. Kuota tersebut dibagi dalam tiga gelombang sepanjang tahun.
Yassierli meminta calon peserta membaca peta persaingan agar dapat menentukan pilihan secara cerdas berdasarkan data pendaftar yang tersedia.
"Salah satu kuncinya itu adalah kita ingin adik-adik calon peserta magang ini bisa realistis melihat persaingan yang ada. Makanya di situ kan ada data perusahaan X, BUMN X, sudah sekian banyak yang daftar. Artinya itu menunjukkan tingkat persaingan," jelasnya.
Advertisement
Evaluasi Magang: 30 Persen Ditawari Kerja
Pada 2025, Kemnaker mencatat 102.696 peserta mengikuti program Magang Nasional, mencakup peserta di kementerian/lembaga dan perusahaan.
Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (20/7/2026), Yassierli menyampaikan hasil evaluasi akhir program yang menunjukkan sebagian peserta memperoleh tawaran kerja.
"Kami sudah melakukan evaluasi di hari terakhir magang dan hasilnya 30 persen dari semua peserta itu ditawari bekerja," kata Yassierli saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Namun, ia menegaskan peserta magang di instansi pemerintah tidak memperoleh penawaran kerja karena mekanisme rekrutmen aparatur sipil negara dilakukan terpusat.
"Untuk mereka yang magang di kementerian, tentu tidak mendapatkan penawaran pekerjaan. Karena rekrutmen di kementerian atau lembaga dilakukan terpusat berdasarkan formasi yang ada dari KemenPAN-RB (Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)," ujarnya.
Advertisement
Pelatihan Vokasi untuk Perkuat SDM
Selain pemagangan nasional, Kemnaker menyiapkan program pelatihan vokasi sebagai upaya meningkatkan kompetensi angkatan kerja agar siap bersaing.
Yassierli menyebut kedua program tersebut dirancang untuk menyiapkan SDM unggul yang dapat terserap di pasar kerja dalam negeri maupun luar negeri.
"Untuk kemudian mereka bisa siap bekerja di dalam negeri atau di luar negeri," katanya menambahkan.
Ia menegaskan Kemnaker berupaya hadir di seluruh rantai kebutuhan tenaga kerja, mulai dari tahap pencarian kerja, peningkatan keterampilan, hingga perlindungan bagi pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja.
"Jadi dari segi penerima manfaat, sebenarnya dari semua segmen mulai mereka mencari kerja sampai kemudian kalau seandainya mereka terkena PHK ada perlindungannya," ucapnya.