Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengajukan Anggaran Belanja Tambahan sebesar Rp17,52 triliun untuk program bantuan beras selama tiga bulan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Penyaluran direncanakan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026, mengutip Antara.
Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy menyebut pengajuan ini telah dikirim ke Kementerian Keuangan dan kini menunggu pemenuhan dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebelum penyaluran resmi.
"Masih dalam proses DIPA. Jadi kita sudah mengusulkan ABT (Anggaran Belanja Tambahan) ke Kementerian Keuangan. Yang diusulkan itu untuk bantuan pangan tiga bulan ke depan itu Rp17,52 triliun," kata Sarwo seperti ditulis Antara, Selasa (28/7/2026).
Ia menegaskan, seluruh alokasi tersebut murni untuk komoditas beras, tidak mencakup bahan pangan lain, dan telah memperoleh persetujuan Menteri Keuangan sambil menunggu finalisasi DIPA.
"Nah (anggaran) bantuan pangan sudah disetujui oleh Menteri Keuangan, hanya belum (penyaluran bantuan), masih dalam proses DIPA," beber Sarwo.
Advertisement
Stok Bantuan Beras 997,2 Ribu Ton, Penyaluran One Shoot
Bapanas memastikan pasokan beras untuk bantuan pangan tahap kedua sebanyak 997,2 ribu ton telah siap disalurkan secara sekaligus (one shoot).
"Program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara 'one shoot' atau secara sekaligus pada Agustus mendatang," kata Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa.
Ketut menjelaskan, pasokan tersebut akan didistribusikan kepada 33,24 juta KPM, dengan paket 10 kilogram (kg) beras untuk masing-masing keluarga sebagai alokasi tiga bulan.
Keputusan penyaluran serentak akan dijalankan setelah dana tambahan masuk dan DIPA Bapanas selesai, selanjutnya penugasan kepada Bulog akan diterbitkan.
"Jadi telah diputuskan one shoot di bulan Agustus. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan Pangan akan menugaskan Bulog," kata Ketut.
Advertisement
Realisasi Tahap Pertama dan Lonjakan Alokasi 2026
Penyaluran bantuan pangan tahap pertama untuk periode Februari–Maret 2026 mencapai 33,14 juta KPM atau setara 99,7 persen. Total beras yang tersalurkan 664,88 ribu ton, disertai minyak goreng 132,97 ribu kiloliter.
"Bantuan pangan tahap pertama kan sudah 99,7 persen. Selisih 0,3 persen yang belum, itu di wilayah Papua, lalu beberapa wilayah Sumatera dan Sulawesi. Namun secara prinsip untuk tahap pertama sudah bagus," ucap Ketut.
Dengan target tahap kedua 997,2 ribu ton, total alokasi bantuan beras sepanjang 2026 mencapai 1,66 juta ton.
Jumlah tersebut naik 133,83 persen dibandingkan total realisasi bantuan pangan tahun 2025 yang berada di angka 710,78 ribu ton untuk empat bulan alokasi.