Warga AS yang Pindah ke Kota Kecil Dapat Rp88,4 Juta

AS menawarkan uang pindah hingga Rp 88,4 juta bagi pekerja jarak jauh yang mau tinggal di kota kecil. Cerita Brianna dan Elena menggambarkan hasilnya.

Cahya Alena Fauza
Oleh Cahya Alena Fauza - Reporter
Warga AS yang Pindah ke Kota Kecil Dapat Rp88,4 Juta
Bendera Puerto Rico, Pulau yang Diinvasi AS Pada 25 Juli 1898 (AP/Ricardo Arduengo)

Sejumlah kota kecil di AS menawarkan insentif relokasi hingga US$ 5.000 (sekitar Rp 88,4 juta) untuk menarik penduduk baru, di tengah kenaikan biaya hidup di kawasan metropolitan.

Mengutip BBC, Selasa (15/9), Brianna Beyrouti, orangtua tunggal asal Portland, Oregon, memanfaatkan skema ini dan pindah sekitar 2.000 mil ke timur ke Muncie, Indiana, kota berpenduduk sekitar 65.000 jiwa dengan kampus dan ruang terbuka hijau.

Sebelum pindah, Brianna mengaku kesulitan menutup kebutuhan dasar saat hidup di Portland. "Saya hidup pas-pasan. Setiap kali hal kecil muncul, rasanya seperti, 'Ya Tuhan, anak-anak butuh sepatu baru, bagaimana saya mampu membelinya?' Sebagai orangtua tunggal, semua bergantung pada saya," tutur dia.

Dengan relokasi US$ 5.000 itu, Brianna tetap bekerja jarak jauh di bank yang sama dengan pendapatan tahunan US$ 107.000 (sekitar Rp 1,89 miliar). Ia membeli rumah pertamanya di Muncie dengan cicilan, asuransi, dan pajak properti total US$ 1.100 per bulan, lebih rendah dari sewa apartemennya di Portland sebesar US$ 1.290. Pajak penghasilan, asuransi mobil, dan tagihan listrik yang lebih murah membuatnya kini memiliki surplus sekitar US$ 600 per bulan.

Ia menyebut perubahan ini langsung terasa pada keseharian. "Saya lebih bisa menjalani hidup saya sekarang. Saat anak-anak menginginkan sesuatu, saya lebih cenderung bilang iya. Kualitas hidup saya meningkat drastis," dia mengungkap.

Insentif Tunai di AS Picu Perpindahan

Gelombang perpindahan dari kota besar ke kota kecil meningkat seiring biaya hidup yang meroket. Laporan National Association of Realtors pada 2025 menyebut alasan utama perpindahan antarnegeri adalah faktor keuangan.

Kota-kota besar seperti New York, Los Angeles, dan Portland mencatat penurunan populasi dalam beberapa tahun terakhir, diperkuat oleh meluasnya sistem kerja jarak jauh sejak pandemi Covid-19.

Di sisi lain, kota kecil seperti Muncie mulai kembali tumbuh setelah penurunan selama puluhan tahun. Data resmi menunjukkan 65.466 orang tinggal di Muncie, naik dari 65.194 pada 2020, meski masih di bawah puncak 1990 yang mencapai 71.828.

Dari Uang Pindah hingga Hadiah Hiburan

Dewan Kota Muncie menawarkan tunai Rp 88,4 juta untuk biaya kepindahan melalui platform MakeMyMove, yang mengkurasi program serupa di berbagai kota kecil AS. Pemerintah lokal membayar biaya langganan kepada platform tersebut.

Sejumlah lokasi lain menambahkan fasilitas seperti tiket bioskop, voucher restoran, hingga sebotol anggur gratis bagi calon penduduk.

Brianna dan anak-anaknya termasuk satu dari 100 keluarga yang pindah ke Muncie melalui MakeMyMove. Ia mengaku sebelumnya belum pernah mendengar nama kota itu.

Secara nasional, MakeMyMove menyebut telah membantu 1.000 orang pindah pada tahun lalu dan menargetkan 1.500 orang pada 2026.

Skema ini juga dimanfaatkan Elena Chrysostomou, seorang ilmuwan yang pindah dari San Diego, California, ke Jacksonville di Illinois, kota terpencil berpenduduk sekitar 17.700 jiwa.

Proses kepindahannya didukung Jacksonville Regional Economic Development Corporation (JREDC) dengan uang tunai Rp 88,4 juta dan "paket kualitas hidup" senilai US$ 4.000 (sekitar Rp 70,7 juta), termasuk keanggotaan pusat kebugaran dan tiket golf. JREDC menyatakan kawasan tersebut sudah nyaman untuk ditinggali, dan program ini membantu menarik minat penduduk baru.

Kompromi Hidup di Kota Kecil

Sebelum pindah, Elena membayar sekitar US$ 3.000 per bulan untuk apartemen satu kamar di San Diego. Kini, ia memiliki rumah tiga kamar dengan cicilan US$ 1.868 per bulan. Setelah berganti pekerjaan, gajinya naik 22%, dan waktu tempuh harian dari 15 menit kini hanya sekitar satu menit dengan mobil.

Elena menyebut pengalaman ini memberi rasa aman yang lama ia cari. "Saya tidak pernah menyangka bisa membeli rumah sendiri. Selama ini saya pikir saya harus memiliki pasangan. Meskipun punya, di San Diego ini sulit. Ini terasa lebih bebas. Ada keamanan dan kemandirian," dia menjelaskan.

Kendati puas dengan keputusan mereka, Elena dan Brianna mencatat beberapa kekurangan: pilihan aktivitas dan restoran di kota kecil terbatas, harus meninggalkan keluarga serta teman, dan bagi Brianna, tantangan mengadaptasi anak-anak ke sekolah baru.

Saat tinggal di Portland, Brianna terbiasa berjalan ke taman dan toko. Di Muncie, ia lebih bergantung pada mobil untuk berbagai keperluan. "Tabungan saya lebih banyak dari sebelumnya, saya punya rumah, dan saya bisa melakukan apapun dengan anak-anak saya. Kami bahkan liburan untuk pertama kalinya bagi anak termuda saya," tutur Brianna.

Rekomendasi