Gubernur BI Lantik Mal Isnaini Jadi Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial

Destry Damayanti menegaskan bahwa perluasan mandat yang diamanatkan kepada Bank Indonesia harus dibarengi dengan penguatan tata kelola.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Gubernur BI Lantik Mal Isnaini Jadi Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial
Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melantik Mal Isnaini S. Meyyanti sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI. (Dok BI)

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti resmi melantik Mal Isnaini S Meyyanti sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial. Mal Isnaini menggantikan posisi Solikin M Juhro yang kini telah mengemban amanah baru sebagai Deputi Gubernur BI.

Sebelum menduduki posisi baru ini, Mal Isnaini menjabat sebagai Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola.

Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah penguatan organisasi di tubuh bank sentral. Efisiensi kepemimpinan ini ditujukan untuk menjaga kesinambungan tugas BI dalam mengawal stabilitas moneter sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Dalam keterangan resminya, Destry Damayanti menegaskan bahwa perluasan mandat yang diamanatkan kepada Bank Indonesia harus dibarengi dengan penguatan tata kelola, tanggung jawab kelembagaan, serta kapasitas kepemimpinan.

Destry menggarisbawahi pentingnya mempererat sinergi antara BI dan para mitra strategis agar seluruh kebijakan dapat berjalan selaras dan saling melengkapi sesuai kewenangan masing-masing.

 

Prinsip Utama Menjalankan Tugas

Gubernur BI juga menginstruksikan agar seluruh jajaran berpegang pada tiga prinsip utama dalam menjalankan tugas, yakni berdampak nyata, inklusif, dan terintegrasi melalui kolaborasi erat bersama pemangku kepentingan.

Sejalan dengan arahan tersebut, para pimpinan di lingkungan BI diharapkan mampu menjalankan gaya kepemimpinan yang inklusif dan terbuka, serta memberikan ruang bagi seluruh elemen organisasi untuk memberikan kontribusi terbaiknya.

Langkah penguatan kelembagaan dan sinergi ini dipandang sebagai fondasi krusial bagi Bank Indonesia dalam mengawal mandat negara serta menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Rekomendasi