Konten Kuliner Naik 52 Persen, Penjualan F&B TikTok-Tokopedia Melonjak 95 Persen

Pertumbuhan transaksi online yang tinggi ini turut mendorong ekspansi pelaku usaha di sektor digital.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Konten Kuliner Naik 52 Persen, Penjualan F&B TikTok-Tokopedia Melonjak 95 Persen
Commercial Partnership TikTok SEA, Fadlia Hifzia

Lonjakan minat masyarakat terhadap konten kuliner di media sosial berdampak signifikan pada pertumbuhan industri makanan dan minuman (F&B) nasional. Pada semester I-2026, jumlah pesanan produk F&B di platform Tokopedia dan TikTok Shop tercatat melonjak hingga hampir 95 persen secara tahunan (year-on-year).

Pertumbuhan transaksi online yang tinggi ini turut mendorong ekspansi pelaku usaha di sektor digital. Jumlah penjual (merchant) produk F&B di ekosistem terpadu tersebut melesat hingga 184 persen pada periode yang sama.

Fenomena ini sejalan dengan pulihnya sektor manufaktur dan konsumsi domestik. Sepanjang 2025, industri makanan dan minuman nasional mencatatkan pertumbuhan sebesar 6,38 persen. Sementara itu, sektor penyediaan makanan dan minuman (restoran dan akomodasi) tumbuh sebesar 7,41 persen.

Commercial Partnership TikTok SEA, Fadlia Hifzia, menjelaskan bahwa tren pembuatan dan pencarian konten kuliner di aplikasi TikTok mencatatkan kenaikan hingga 52 persen pada 2025. Integrasi antara platform konten dengan perdagangan elektronik terbukti mampu mengonversi keterlibatan audiens menjadi transaksi riil.

"Ekosistem TikTok yang terintegrasi memungkinkan penemuan kuliner berkembang dari inspirasi dan interaksi menjadi pembelian hingga kunjungan langsung," kata Fadlia di Jakarta, Selasa (15/9).

Peluang Bisnis UMKM dan Social Commerce

Dampak integrasi media sosial dan platform e-dagang ini dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Usaha kuliner Cimol Bojot AA, misalnya, membukukan lonjakan Gross Merchandise Value (GMV) bulanan hingga 66 persen di akun TikTok Shop by Tokopedia usai memanfaatkan platform tersebut untuk pemasaran digital.

Selain melayani pembelian online, ekspansi fitur digital seperti penunjuk restoran (TikTok GO by Tokopedia) kini difokuskan untuk mendorong tingkat kunjungan (foot traffic) ke gerai-gerai fisik.

Guna menjaga keterlibatan ekosistem antara kreator konten, penjual, dan konsumen, TikTok kembali menggelar rangkaian kampanye TikTok Food Fest 2026. Selain program pemasaran digital, festival yang menghadirkan lebih dari 40 pelaku usaha F&B nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September 2026 di Hutan Kota GBK, Jakarta.

Rekomendasi