Jaga Ekosistem Halmahera, Weda Bay Nickel Awasi Ratusan Spesies Langka di Area Tambang

Pemantauan rutin ini menjadi fondasi utama perusahaan dalam menyusun 'Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati di Weda Bay Nickel'.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Jaga Ekosistem Halmahera, Weda Bay Nickel Awasi Ratusan Spesies Langka di Area Tambang
Jaga Ekosistem Halmahera, Weda Bay Nickel Awasi Ratusan Spesies Langka di Area Tambang

PT Weda Bay Nickel (WBN) memperketat pemantauan keanekaragaman hayati di wilayah operasionalnya di Halmahera, Maluku Utara. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan ekosistem kawasan Wallacea dilakukan berbasis data ilmiah yang berkelanjutan.

Senior Rehabilitation Superintendent Weda Bay Nickel Fitri Rahmadani Ritonga menjelaskan bahwa pemantauan rutin ini menjadi fondasi utama perusahaan dalam menyusun 'Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati di Weda Bay Nickel'.

tam"Pemantauan ini bukan sekadar mencatat dan memenuhi kewajiban, tetapi menyediakan dasar untuk mengambil keputusan pengelolaan dan pengembangan kedepannya. Ketika kami melakukan pemantauan dan mendapatkan hasil area mana yang memiliki nilai biodiversitas lebih tinggi, data tersebut menjadi pertimbangan dalam perencanaan pengembangan program keanekaragaman hayati serta pengelolaan lingkungan," kata Fitri, Kamis (10/9/2026).

Dalam pelaksanaannya, WBN menggandeng Universitas Khairun. Peneliti sekaligus Dosen Universitas Khairun, M. Natsir Tamalene, mengungkapkan bahwa kerja sama yang telah berjalan selama empat tahun ini berhasil memperluas titik pemantauan dari 6 menjadi 40 lokasi.

Natsir menegaskan, Halmahera merupakan bagian dari kawasan Wallacea yang kaya akan spesies endemik. Dari hasil pemantauan berkala, tim peneliti berhasil memverifikasi 249 spesies tumbuhan—8,8 persen di antaranya merupakan endemik lokal.

Untuk fauna, teridentifikasi 53 spesies burung, 28 serangga, 8 mamalia, 8 amfibi, 4 fauna tanah, dan 3 reptil. Terdapat pula 35 trigger species serta 18 spesies yang dilindungi undang-undang.

Temukan Mamalia Endemik Langkah

 

Pemantauan dilakukan menggunakan kombinasi pengamatan langsung, perangkap khusus, hingga camera trap. Salah satu temuan penting di area pemantauan WBN adalah terekamnya Tikus Duri Boki Mekot (Halmaheramys bokimekot), mamalia langka endemik Halmahera dengan persebaran yang sangat terbatas.

WBN juga memperkuat basis data melalui Critical Habitat Assessment (CHA) terhadap 146 spesies target berkategori terancam punah hingga dilindungi. Hasilnya, sebanyak 111 spesies teridentifikasi sebagai pemicu habitat kritis.

Natsir mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan sangat membahayakan satwa dengan ruang gerak terbatas.

"Bagi satwa liar, kerusakan habitat tidak selalu memungkinkan mereka untuk berpindah. Fauna dengan pergerakan terbatas yang bergantung pada koridor ekologis atau pohon bertengger sangat rentan terhadap kehilangan dan fragmentasi habitat," jelas Natsir.

Terapkan Aturan Ketat untuk Pekerja

 

Data dari hasil pemantauan ini langsung diterapkan pada kebijakan operasional lapangan. WBN memberlakukan larangan keras menangkap atau memperdagangkan satwa liar bagi seluruh pekerja dan mitra kerja, memperbanyak papan peringatan, serta menetapkan area preservasi khusus.

"Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah kegiatan operasional pertambangan di Halmahera,” pungkas Fitri.

 

Rekomendasi