Pesan ke AS, Iran Ajukan 7 Syarat Sebelum Selat Hormuz Dibuka

Iran menetapkan tujuh syarat sebelum Selat Hormuz dibuka, menurut Tasnim. Pertemuan di Oman digelar, sementara konflik dengan AS belum reda.

Tim Global
Oleh Tim Global - Reporter
Pesan ke AS, Iran Ajukan 7 Syarat Sebelum Selat Hormuz Dibuka
Sebuah perahu kecil berlayar melewati kapal kargo dan kapal komersial lainnya yang sedang berlabuh di Selat Hormuz, di lepas pantai Bandar Abbas, Iran, Rabu, 5 Agustus 2026. (Amirhosein Khorgooi/ISNA via AP)

Pemerintah Iran menyampaikan tujuh syarat sebelum membuka kembali Selat Hormuz dalam pesan yang ditujukan kepada Amerika Serikat (AS), menurut sumber yang mengetahui isu tersebut kepada kantor berita Tasnim. Informasi ini muncul di tengah upaya regional untuk menjaga keselamatan pelayaran komersial di jalur strategis tersebut.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran akan menggelar pertemuan di Oman pada Senin dengan melibatkan Irak dan negara-negara Teluk Persia. Pertemuan itu difokuskan pada pembahasan jalur aman bagi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

"Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai tujuh syarat yang telah disetujui pejabat tinggi Iran tersebut dipenuhi," kata sumber itu, dikutip dari Antara, Senin (14/9/2026).

Tasnim sebelumnya melaporkan, kesepakatan yang dicapai Iran dan Oman terkait Selat Hormuz tidak mencakup pembukaan kembali jalur perairan tersebut. Namun, kedua pihak telah mengoordinasikan rute utama untuk keluar-masuk Selat Hormuz.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Tindakan itu memicu serangan balasan dari pihak Iran.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Tidak lama berselang, pertukaran serangan kembali terjadi dan hingga kini konflik belum terselesaikan.

Eskalasi berkepanjangan membuat pelayaran melalui Selat Hormuz hampir terhenti. Selat ini merupakan jalur utama pasokan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair menuju pasar global.

Dampaknya, harga bahan bakar meningkat di banyak negara.

Rekomendasi