Pemerintah Vanuatu melaporkan kapal feri antarpulau MV Matui tenggelam di lepas pantai negara itu. Sedikitnya satu orang tewas dan lebih dari 30 lainnya masih hilang, sementara operasi pencarian terus berlangsung.
Otoritas setempat mengalihkan fokus penyisiran dari perairan terbuka ke sepanjang pesisir tenggara. Arus laut diduga membawa para korban ke wilayah tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (13/9), MV Matui tenggelam pada Jumat saat berlayar antara Pulau Ambae dan Santo di wilayah utara Vanuatu, menurut lembaga penyiaran publik Selandia Baru, RNZ.
Kantor Perdana Menteri Vanuatu Jotham Napat menyebut 15 orang di dalam kapal—baik awak maupun penumpang—diketahui selamat.
Pemerintah menduga musibah ini dipicu angin kencang serta peringatan maritim yang tidak diindahkan.
Selain itu, ada dugaan kelalaian lain termasuk kemungkinan kapal mengalami kelebihan muatan.
Pemerintah Vanuatu menyatakan penyelidikan menyeluruh akan dilakukan untuk memastikan fakta dan mencegah kejadian serupa terulang.
Sementara itu, kepolisian Vanuatu, Maritime Safety Authority, dan operator feri Tui Shipping Agency belum segera memberikan tanggapan.