Dewan Tooro Tunjuk Jurnalis Jadi Raja, Sengketa Suksesi Mencuat di Uganda

Kerajaan Tooro di Uganda menunjuk jurnalis Edward Rukidi sebagai pewaris Raja Oyo. Keluarga mendiang menolak dan mengklaim ada penerus dalam wasiat.

Septian Deny
Oleh Septian Deny - Reporter
Dewan Tooro Tunjuk Jurnalis Jadi Raja, Sengketa Suksesi Mencuat di Uganda
Jurnalis Edward Rukidi terpilih sebagai raja baru Kerajaan Tooro di Uganda, menggantikan Raja Oyo Rukidi IV yang wafat. (Sumber: @ubctvuganda dan @favour_fm_104.1_gulu)

Kerajaan Tooro di Uganda memasuki masa transisi setelah dewan kerajaan menetapkan jurnalis Edward Rukidi Kijanangoma Kamurasi sebagai calon raja pengganti Oyo Rukidi IV. Pengumuman itu disampaikan di hadapan para pelayat, dikutip dari Anadolu, Minggu (13/9/2026).

Ketetapan tersebut diumumkan Kepala Dewan Kerajaan Tooro, Omujwera Musuuga Charles Kayondo Kamurasi, pada Sabtu. Musuuga yang juga memimpin klan kerajaan Babiito menyebut keputusan diambil melalui mekanisme sesuai hukum Uganda serta mempertimbangkan adat dan norma Kerajaan Tooro.

"Saya ingin menginformasikan kepada Tooro dan Uganda secara keseluruhan bahwa Tooro memiliki raja baru. Dewan Babiito telah bersidang dan memilih Edward Rukidi. Apa yang telah kami lakukan sesuai dengan hukum Uganda, dan kami telah mempertimbangkan budaya serta norma Tooro. Mari kita semua menjaga persatuan dan selalu mengingat budaya kita," kata Musuuga.

Penunjukan Edward memunculkan reaksi beragam dari para pelayat dan memantik perdebatan soal hak pewarisan takhta Tooro. Perbedaan pandangan segera mengemuka usai pengumuman.

Keluarga inti mendiang Raja Oyo, terutama ibunya Ratu Best Kemigisa dan saudara perempuannya Putri Ruth Komuntale, sebelumnya menolak keputusan dewan klan. Mereka menyatakan Raja Oyo meninggalkan wasiat yang menunjuk putranya—yang selama ini tidak diketahui publik—sebagai penerus takhta.

Para pemimpin klan menegaskan, seorang anak kerajaan harus terlebih dahulu diperkenalkan secara resmi kepada para tetua agar dapat dipertimbangkan sebagai calon pemimpin. Situasi kian rumit karena Raja Oyo wafat dalam kondisi belum menikah dan tidak ada anak yang diketahui oleh anggota klan maupun masyarakat.

Raja Oyo Rukidi IV meninggal dunia pada usia 34 tahun pada 27 Agustus di Amerika Serikat saat menjalani perawatan kanker. Jenazahnya dimakamkan di Makam Kerajaan Karambi, Kota Fort Portal, Uganda bagian barat, pada Sabtu. Oyo merupakan raja ke-13 Kerajaan Tooro, yang berdiri lebih dari dua abad dan menaungi lebih dari dua juta penduduk.

Oyo, Naik Takhta di Uganda Saat Usia 3 Tahun

Raja Oyo menorehkan kisah langka sejak awal pemerintahannya. Ia dinobatkan sebagai raja pada 1995 ketika baru berusia 3 tahun, menyusul wafatnya sang ayah.

Namanya kemudian tercatat dalam Guinness World Records sebagai raja berkuasa termuda di dunia. Karena masih kanak-kanak, urusan kerajaan dijalankan melalui para wali hingga ia mencapai usia 18 tahun.

Statusnya sebagai “raja cilik” modern membuat Oyo mendapat sorotan luas. Salah satu tokoh dunia yang menjalin hubungan dengan Kerajaan Tooro adalah mantan pemimpin Libya, Moammar Gadhafi.

Gadhafi beberapa kali mengunjungi Tooro dan selama bertahun-tahun memberikan dukungan kepada Oyo serta ibunya, sang ibu suri, hingga Gadhafi meninggal pada Oktober 2011.

Oyo kemudian menempuh pendidikan di Inggris dan menyelesaikan studinya di Winchester University.

Kepergian Oyo dari Uganda sempat memunculkan tantangan terhadap kedudukannya. Pada 2015, sepupunya, Pangeran David Kijanangoma, menyatakan diri sebagai raja sah Tooro dan menuding Oyo mengabaikan wilayahnya. Upaya itu tidak berhasil.

Kerajaan Tradisional Tetap Bertahan di Uganda

Meski berbentuk republik dengan presiden hasil pemilu, Uganda tetap mempertahankan sejumlah kerajaan tradisional yang berperan di wilayah kebudayaan masing-masing. Kekuasaan raja bersifat simbolis, namun pengaruhnya besar dalam bidang budaya dan sosial.

Secara hukum, para raja tradisional dilarang terlibat dalam politik partisan dan tidak memiliki kewenangan politik formal.

Setelah wafatnya Oyo, Kerajaan Tooro kembali menghadapi ujian: keputusan dewan klan yang menunjuk Edward Rukidi berbenturan dengan klaim keluarga mendiang raja mengenai penerus yang disebut tercantum dalam wasiat.

Rekomendasi