Harga Emas Antam 14 September 2026 Turun, Ini Daftar Per Gram dan Buyback

Harga emas Antam turun pada 14 September 2026. Simak harga jual, buyback, daftar per gram, dan pandangan analis jelang keputusan The Fed.

Agustina Melani
Oleh Agustina Melani - Reporter
Harga Emas Antam 14 September 2026 Turun, Ini Daftar Per Gram dan Buyback
Pramuniaga menunjukkan emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk di sebuah gerai emas, Jakarta, Senin (18/1/2021). Harga emas Antam kembali susut Rp 4.000 per gram di awal pekan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Harga emas Antam bergerak melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026). Harga jual per gram dipangkas Rp 2.000 menjadi Rp 2.602.000, sementara harga buyback juga turun Rp 2.000 ke Rp 2.452.000 per gram.

Mengutip laman resmi Logam Mulia, sehari sebelumnya harga emas Antam berada di Rp 2.604.000 per gram. Adapun harga buyback adalah nilai yang diterima pemilik saat menjual kembali emas batangan ke Antam, berbeda dengan harga jual resmi kepada konsumen.

Emas Antam pernah menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis (29/1/2026) di Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.989.000 per gram. Harga emas bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar.

Rincian harga emas Antam per pecahan pada Senin (14/9/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.351.000
  • 1 gram: Rp 2.602.000
  • 2 gram: Rp 5.154.000
  • 3 gram: Rp 7.713.000
  • 5 gram: Rp 12.825.000
  • 10 gram: Rp 25.570.000
  • 25 gram: Rp 63.760.000
  • 50 gram: Rp 127.355.000
  • 100 gram: Rp 254.560.000
  • 250 gram: Rp 636.090.000 (pre order)
  • 500 gram: Rp 1.271.900.000 (pre order)
  • 1.000 gram: Rp 2.542.600.000 (pre order)

Prediksi Harga Emas Pekan Ini Versi Kitco

Ekspektasi penguatan kembali mencuat untuk pekan ini. Survei Kitco News Weekly Gold Survey mencatat mayoritas analis Wall Street mempertahankan pandangan bullish meski emas sempat terkoreksi pada pekan lalu.

Dari 14 analis yang berpartisipasi, 9 analis atau 64% memperkirakan harga emas akan naik. Hanya 2 analis atau 14% memprediksi penurunan, sementara 3 analis atau 21% melihat pergerakan volatil dalam rentang sideways.

Sentimen positif juga terlihat di kalangan investor ritel. Dalam jajak pendapat online Kitco yang diikuti 218 responden, 115 investor atau 53% memperkirakan harga emas naik pekan ini.

Sebanyak 52 investor atau 24% memperkirakan pelemahan, sedangkan 51 investor atau 23% memprediksi konsolidasi.

Managing Director Bannockburn Global Forex, Marc Chandler, menilai emas bisa menguat menjelang agenda bank sentral AS. “Harga emas mungkin diperdagangkan lebih tinggi menjelang pertemuan FOMC,” kata Marc Chandler, dikutip dari Kitco, Senin (14/9/2026).

Ia memperkirakan area US$ 4.460–US$ 4.510 sebagai target teknikal yang masuk akal, seraya menegaskan keputusan The Fed akan menjadi penentu arah berikutnya.

Beragam Pandangan: Button hingga Newsom

Head of Currency Strategy investingLive, Adam Button, mengambil posisi berseberangan. Ia menilai tekanan masih terbuka jika The Fed menaikkan suku bunga.

“Turun,” kata Button.

“The Fed akan menaikkan suku bunga, dan hal itu memberikan tekanan ke bawah terhadap harga emas. Namun, jika pernyataan dan konferensi pers tidak cukup hawkish, harga emas dapat dengan cepat kembali menguat," jelas dia.

Di sisi lain, Darin Newsom, Senior Market Analyst Barchart.com, memproyeksikan kenaikan dengan dukungan teknikal pada kontrak futures Desember.

“Naik,” kata Newsom.

Adrian Day, President Adrian Day Asset Management, memilih sikap “Unchanged for now” atau belum berubah untuk saat ini. Ia menilai emas menunjukkan ketahanan di tengah kenaikan inflasi konsumen AS dan imbal hasil Treasury, sekaligus membangun basis harga lebih tinggi di sekitar US$ 4.300 sebelum melanjutkan kenaikan.

Rich Checkan, President dan COO Asset Strategies International, juga melihat peluang penguatan, menyebut data inflasi AS yang beragam masih memberi ruang bagi emas untuk menguat.

Menanti Arah Suku Bunga The Fed

Analis logam mulia independen dan pendiri BubbleBubble Report, Jesse Colombo, tetap optimistis. “Saya pikir investor terlalu pesimistis pada pekan lalu,” kata Colombo.

Menurut dia, setelah rilis data inflasi AS, harga emas sempat kembali menguji level US$ 4.400 yang dinilai penting secara psikologis bagi pasar.

Colombo mengingatkan perlunya kehati-hatian menjelang keputusan The Fed, tetapi membuka peluang reli setelah pengumuman tersebut.

“Saya menduga akan terjadi reli ‘beli saat berita keluar’, sebuah reli karena kelegaan,” ujarnya.

Jika The Fed menaikkan suku bunga, ia memperkirakan emas masih berpeluang menguat, sementara potensi kenaikan dinilai lebih besar jika suku bunga ditahan.

Colombo juga ingin melihat penutupan harga yang solid di atas US$ 4.400. Jika tembus dengan volume kuat, ia memperkirakan emas bisa menuju US$ 5.000 dalam beberapa bulan ke depan.

Senada, Alex Kuptsikevich, Senior Market Analyst FxPro, menilai peluang kenaikan tetap ada. Ia melihat aksi beli saat harga turun sebagai sinyal positif, terutama ketika risiko ekonomi dan volatilitas pasar meningkat.

Rekomendasi