Bukan Cuma Batangan, Ini 3 Cara Cerdas Investasi Emas yang Wajib Dicoba

Harga emas memang sempat turun, tetapi peluang investasinya belum berakhir.

Febika Indriyani
Oleh Febika Indriyani - Reporter
Bukan Cuma Batangan, Ini 3 Cara Cerdas Investasi Emas yang Wajib Dicoba
<p>Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)</p>

Emas sudah lama dikenal sebagai salah satu pilihan investasi menjanjikan. Harga emas terbukti terus naik meski berfluktuasi. Ada beberapa cara untuk mulai berinvestasi emas, mulai dari membeli emas secara langsung di toko hingga membeli saham perusahaan tambang emas.

Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa sebesar sekitar Rp3,01 juta per gram pada 29 Januari 2026. Namun, harga emas kemudian turun dan tercatat melemah 5,4% hingga 21 Juli 2026.

Lalu, apakah penurunan tersebut berarti emas sudah tidak aman untuk investasi?

Menurut Kepala Riset Komoditas dan Makroekonomi di manajer aset WisdomTree, Nitesh Shah, penurunan harga tersebut lebih merupakan koreksi pasar daripada tanda berakhirnya tren kenaikan harga emas dalam jangka panjang.

Pergerakan harga emas juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, terutama suku bunga. Ketika suku bunga tinggi, emas bisa menjadi kurang menarik karena ada pilihan investasi lain, seperti obligasi, yang dapat memberikan imbal hasil berupa bunga.

 

 

1. Beli Emas Fisik

Cara paling sederhana untuk berinvestasi emas adalah membeli emas fisik, seperti emas batangan atau koin emas.

Keuntungannya, emas tersebut benar-benar menjadi milik pembeli dan bisa disimpan sebagai aset. Namun, ada biaya tambahan yang perlu diperhatikan, seperti biaya penyimpanan, pengiriman, dan asuransi.

Investor juga perlu berhati-hati saat membeli emas karena pasar emas fisik memiliki risiko penipuan. Sebelum membeli, sebaiknya cari tahu reputasi penjual dan harga emas yang berlaku di pasar.

Selain itu, harga jual dan harga beli emas biasanya berbeda. Selisih antara keduanya disebut spread. Besarnya spread dapat dipengaruhi oleh kadar emas, berat emas, penjual, serta kondisi permintaan dan penawaran.

Koin emas juga bisa memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan emas batangan karena beberapa jenis koin dianggap sebagai barang koleksi dan memiliki nilai tambahan.

2. Investasi lewat ETF atau ETC emas

Kalau tidak mau repot menyimpan emas fisik, bisa mempertimbangkan ETF atau ETC emas.

Cara ini memungkinkan investor mendapatkan keuntungan dari perubahan harga emas tanpa harus membeli dan menyimpan emas batangan secara langsung.

Menurut Cosmo Sturge dari Baker Steel, produk investasi emas yang didukung oleh emas fisik bisa menjadi pilihan yang lebih praktis dan lebih hemat biaya dibandingkan menyimpan emas secara langsung.

Sederhananya, bisa mendapatkan paparan terhadap harga emas tanpa harus punya brankas di rumah. Jadi, lebih praktis untuk investor yang tidak ingin ribet dengan penyimpanan emas.

3. Beli Saham Perusahaan Tambang Emas

Pilihan lainnya adalah membeli saham perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi atau pertambangan emas. Namun, cara ini memiliki risiko yang lebih besar dibandingkan sekadar mengikuti harga emas.

Pasalnya, kinerja perusahaan tambang tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas. Keberhasilannya juga bergantung pada kegiatan eksplorasi, strategi bisnis, hingga kemampuan manajemen perusahaan.

Jika harga emas naik, perusahaan tambang memang bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Namun, jika bisnis perusahaan mengalami masalah, investor juga berpotensi mengalami kerugian yang lebih besar.

Kalau tidak ingin memilih saham perusahaan tambang satu per satu, investor juga bisa membeli reksa dana atau ETF yang berisi saham perusahaan-perusahaan tambang emas.

 

Rekomendasi