Kepala Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas turun langsung memantau antrean bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Racing Centre Makassar, Minggu (13/9). Wahyudi mengungkapkan stok pertalite dan Biosolar di Fuel Terminal Pertamina rata-rata sampai 14 hari.
Wahyudi mengatakan BPH Migas sudah memantau antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Sulsel sejak tanggal 7 September 2026. Sejak terjadinya antrean di SPBU, Pertamina bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kota melakukan evaluasi penyaluran BBM, khususnya jenis Pertalite an Biosolar.
"Di dalam evaluasi kami, bahwasannya Pertamina sejak tanggal 7 (September 2026) sudah melakukan improvement atas adanya kendala-kendala antrean (kendaraan) roda 2 maupun 4," ujarnya kepada wartawan.
Dari evaluasi tersebut, sejumlah langkah diambil untuk mengatasi antrean BBM. Salah satunya adalah menambah suplai secara kontinu stok Pertalite dan Biosolar ke Fuel Terminal.
"Pertama, untuk memperkuat adanya stok BBM yang ada di Fuel terminal. Dan nanti secara kontinu suplainya akan dijaga dengan kapal baik itu (pengiriman) dari Tuban maupun dari Balikpapan," kata dia.
Wahyudi menjelaaskan Fuel Terminal untuk stok BBM jenis Pertalite rata-rata bisa sampai 14 hari. Sementara Biosolar bisa mencapai 12 hari.
"Sekarang rata-rata terendah antara 8 sampai dengan 14 hari. Termasuk Biosolar kondisinya adalah normal rata-rata stok yang tersimpan antara 7 sampai dengan 12 hari," ungkapnya.
Wahyudi menambahkan untuk pengiriman stok ke Fuel Terminal dari Kilang di Tuban, Jawa Timur dan Balikpapan, Kalimatan Timur bisa memakan waktu 2-3 hari.
"Kemudian pengiriman kapal secara kontinu dan terjadwal 2 sampai 3 hari sudah dikirim dari kilang yang ada di Tuban maupun Balikpapan tersebut," sebutnya.
Wahyudi mengungkapkan Pertamina Patra Niaga Sulawesi juga sudah memerintahkan 25 SPBU khususnya di Makassar untuk beroperasi selama 24 jam. Hal ini untuk mengurai antrean BBM di SPBU.
"Ya, 25 titik ini telah dipilih untuk titik-titik yang antreannya lebih dominan. Untuk lainnya adalah berjalan normal dan ini secara kontinu reguler kita lakukan evaluasi lagi," kata dia.
Advertisement
Peningkatan Konsumsi Pertalite
Selama terjadi antrean di SPBU, Wahyudi mengungkapkan terjadi peningkatan konsumsi Pertlite hingga 160 persen. Dalam kondisi normal, konsumsi pertalite hanya 800 kiloliter per hari.
"Ada kenaikan Pertalite itu kurang lebih 160 persen. Berapa volumenya pada saat normal 800 KL per hari, sekarang meningkat sampai 1.300 KL per hari," bebernya.
Peningkatan konsumsi BBM tersebut membuat jumlah truk tangki pengakut BBM juga bertambah. Saat ini ada penambahan 25 truk tangki.
"Jumlah mobil tangki ini sudah disiapkan secara bergantian. Semula 83 mobil tangki, ditambahkan 25 mobil tangki. Sekarang beroperasi adalah 108 mobil tangki," bebernya.
Dengan penambahan operasional truk tangki tersebut, imbuh Wahyudi, antrean di SPBU mulai terurai. Ia berharap penyaluran BBM mulai normal, Senin (14/9) besok.
"Semoga besok sudah masyarakat menjalankan kegiatan rutin harian untuk bekerja. Semoga dapat dilayani dan tidak terjadi antrean kembali," ucapnya.