KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin sempat mengalami kemiringan atau listing sebelum dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026).
Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin Heri Purwanto mengatakan kapal tersebut mengalami listing di sekitar perairan Masalembo sebelum sinyalnya tidak lagi terdeteksi sekitar pukul 02.00 Wita.
"Informasi awal terkait insiden kecelakaan kapal penumpang KMP Virgo Transport 8 yang mengalami listing (kemiringan) dan lost contact di perairan Laut Jawa," kata Heri dalam keterangan tertulis, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan data manifes, KM Virgo Transport 8 membawa 243 orang. Mereka terdiri atas 30 kru, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet.
Selain penumpang dan awak kapal, KM Virgo Transport 8 juga mengangkut 89 unit kendaraan.
Heri mengatakan keselamatan seluruh orang yang berada di atas kapal menjadi prioritas dalam penanganan insiden tersebut. Proses penyelamatan dan evakuasi pun langsung dikoordinasikan dengan sejumlah pihak.
"Kami telah merespons cepat laporan insiden yang dialami KMP Virgo Transport 8 di wilayah perairan Masalembo. Fokus dan prioritas utama kami saat ini adalah keselamatan seluruh pihak yang berada di atas kapal melalui pengerahan operasi penyelamatan yang terkoordinasi," ungkap Heri.
Evakuasi dilakukan oleh unsur SAR gabungan dengan bantuan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian. Kapal yang turut membantu antara lain KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP.
Distrik Navigasi Tipe A Kelas II Banjarmasin juga mengerahkan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit untuk mendukung proses evakuasi.
Advertisement
Penyebab Kecelakaan Diusut
Heri mengatakan penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan. KSOP masih mendalami kemungkinan faktor alam, teknis, maupun manusia yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Pendataan juga dilakukan untuk mengetahui dampak kejadian terhadap muatan, kemungkinan pencemaran lingkungan, serta harta benda lainnya.
"KSOP Utama Tanjung Perak dan KSOP Kelas I Banjarmasin berkomitmen untuk terus memantau perkembangan penanganan insiden ini secara berkala dan akan menyampaikan pembaruan informasi resmi kepada masyarakat seiring dengan progress di lapangan," ungkapnya.
Untuk mendukung penanganan darurat, Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin mendirikan posko di Terminal Penumpang Bandarmasih, Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Menurut Heri, posko tersebut digunakan untuk memperkuat penanganan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Basarnas, BUP PT Pelindo, Kantor Distrik Navigasi Banjarmasin melalui Vessel Traffic Services (VTS), Kepanduan PT Pelindo III Banjarmasin, pihak keagenan kapal, serta keluarga penumpang.