Fakta-Fakta Perairan Masalembo di Laut Jawa, Lokasi Karamnya KM Virgo Transport 8

Kapal Virgo Transport 8 hilang kontak di Masalembo dengan 243 orang. Basarnas mengungkap penyebab kemiringan. Fakta kawasan ini ikut diulas.

Ahmad Apriyono
Oleh Ahmad Apriyono - Reporter
Fakta-Fakta Perairan Masalembo di Laut Jawa, Lokasi Karamnya KM Virgo Transport 8
Daerah ini disebut penuh misteri karena kecelakaan serta peristiwa hilangnya kapal dan pesawat

Kapal Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin tenggelam di Perairan Masalembo, Laut Jawa. Kapal yang mengangkut total 243 orang ini dilaporkan hilang kontak pada Minggu dini hari (13/9/2026) dengan posisi terakhir di kawasan tersebut.

Basarnas menyebut hantaman ombak dari sisi lambung kanan memicu kemiringan kapal sebelum akhirnya karam. Keterangan itu diperoleh langsung dari nakhoda saat operasi pencarian dan pertolongan berlangsung.

"Disampaikan oleh nahkoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini info yang kami dapatkan langsung dari kapten Kapal Virgo tersebut dalam operasi pencarian, khususnya yang kapal hilang kontak maupun kapal tenggelam," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso.

Berdasarkan data kapal, Virgo Transport 8 membawa 213 penumpang dan 30 kru. Kapal berangkat dari Surabaya pada Sabtu pagi (12/9/2026) pukul 05.00 WIB.

Perairan Masalembo sejak lama dijuluki segitiga bermuda-nya Indonesia karena kerap terjadi kecelakaan kapal dan pesawat. Salah satu yang paling memilukan adalah KM Tampomas II pada 25 Januari 1981, serta hilangnya pesawat Adam Air pada 1 Januari 2007. Pada 22 Agustus 2019 pukul 20.45 WIB, KM Santika Nusantara rute Surabaya–Balikpapan juga terbakar saat melaut, namun seluruh penumpang selamat.

KM Tampomas II terbakar ketika berangkat dari Tanjung Priok menuju Ujungpandang. Saat itu kapal mengangkut 1.105 penumpang, 191 mobil, dan 200 motor. Akibat kejadian tersebut, 431 orang meninggal dunia termasuk kapten kapal, Abdul Rivai.

Adapun pesawat Adam Air rute Surabaya–Manado yang terbang pada 1 Januari 2007 dinyatakan hilang setelah tidak terhubung dengan ATC Makassar. Rekaman kotak hitam yang ditemukan di perairan Majene oleh KNKT menyimpulkan pesawat jatuh menabrak permukaan laut hingga terbelah dua.

Sederet penjelasan ilmiah dan kepercayaan lokal mengenai kawasan Masalembo tercantum dalam Jurnal Saintek Maritim, Vol. XVI No. 2 berjudul Misteri Segitiga 'Masalembo'. Berikut rangkumannya.

Pertemuan Arus Kuat di Masalembo, Lintasan Kapal Virgo Transport

Daerah Segitiga Masalembo dipengaruhi pertemuan arus besar yang dikenal sebagai Arus Lintas Indonesia (Arlindo). Arus ini sangat bergantung pada kondisi cuaca dan musim. Dari arah Selat Makassar, terdapat arus lain yang merupakan thermoklin, yakni aliran air laut akibat perbedaan suhu.

Kedua arus tersebut bertemu di sekitar Segitiga Masalembo. Meskipun kecepatan arusnya tidak selalu kencang, pertemuan ini tetap memengaruhi pelayaran di wilayah tersebut.

Di kawasan ini juga kerap muncul arus laut dan angin akibat perbedaan tekanan harian maupun tahunan. Ketika bertemu, keduanya dapat menyatu dan membentuk pusaran menyerupai tornado, badai, hurricane, atau typhoon dengan putaran yang cenderung lambat, namun arah pergerakannya bisa berubah secara tiba-tiba.

Kepercayaan Lokal tentang Kerajaan Gaib Masalembo

Kalangan masyarakat setempat meyakini Segitiga Masalembo menjadi tempat bernaung kerajaan gaib besar yang dihuni siluman dan jin. Ada pula versi yang menyebut kawasan ini berada di bawah kekuasaan Ratu Malaka, sosok gaib yang diyakini sebagai 'ibu' bagi orang-orang Suku Laut.

Karena itu, siapa pun yang melintas diyakini perlu memberi salam dan meminta izin kepada penghuni laut, serta membawa sesajen tertentu. Jika terlihat gelombang bergaris putih, itu dianggap penanda bahwa area tersebut tidak boleh dilewati karena berbahaya.

Mereka yang nekat tetap berlayar diyakini akan dihantam cuaca buruk atau mengalami kesialan sepanjang perjalanan. Kepercayaan ini telah lama hidup berdampingan dengan aktivitas pelayaran masyarakat setempat.

Daya Tarik Alam di Perairan Masalembo

Di balik reputasinya yang berbahaya, perairan Masalembo menyimpan pemandangan alam yang menawan. Letaknya yang dikelilingi lautan membuat kawasan kepulauan ini memiliki banyak pantai yang indah.

Karena belum banyak dikenal, lingkungan Masalembo relatif masih asri dan sepi wisatawan. Kondisi ini cocok bagi pelancong yang ingin menikmati suasana pantai yang tenang dan alami.

Beberapa destinasi pantai yang kerap direkomendasikan antara lain Pantai Masna, Pantai Cemara, dan Pantai Sembilan Gili Genting. Air laut yang jernih kebiruan berpadu pasir putih menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Rekomendasi