Doa Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Abdul Mu'ti menyampaikan keprihatinan terkait hilangnya komunikasi dengan lima jurnalis serta tiga awak kapal di perairan Selat Sunda.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Doa Mendikdasmen Abdul Mu'ti untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda
Mendikdasmen Abdul Mu'ti. (merdeka.com/Nur Habibie).

Rasa simpati mendalam datang dari pimpinan Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti. Dia menyampaikan keprihatinan terkait hilangnya komunikasi dengan lima jurnalis serta tiga awak kapal di perairan Selat Sunda.

Kejadian ini terjadi saat mereka melaksanakan tugas peliputan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau. Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni Muhammad Bagus Khoirunnas, pewarta foto ANTARA Biro Banten; Arie Basuki, pewarta foto senior Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, jurnalis iNews; Firdaus Wajidi, jurnalis visual Anadolu Agency dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Sementara tiga kru kapal yang turut hilang yakni Warta, selaku kapten atau nakhoda; Surakman, anak buah kapal (ABK); serta Heriyanto, pemandu wisata.

Abdul Mu'ti secara terbuka menyampaikan duka cita atas insiden yang dialami insan pers tersebut. Ia mengaitkan tugas berat jurnalis dengan garis depan pengabdian informasi.

"Iya, yang pertama kami menyampaikan rasa duka ya atas musibah yang dialami oleh para jurnalis yang sedang melaksanakan tugas," kata Abdul Mu'ti kepada wartawan, Jumat (11/9) malam.

Harapan besar dipanjatkan agar proses evakuasi dan pencarian korban dapat berjalan lancar. Ia mendoakan agar seluruh insan pers yang terlibat dapat dievakuasi tanpa kurang satu apa pun.

"Dan tentu kami berharap yang terbaik, semoga pencarian berhasil dan mereka ditemukan dalam keadaan selamat," harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Mu'ti juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para petugas di lapangan. Kerja keras instansi terkait yang bergerak cepat menembus medan sulit patut diacungi jempol.

"Dan juga kami apresiasi kepada Tim SAR yang juga bekerja dengan segenap kemampuan untuk dapat menyelamatkan teman-teman jurnalis yang sedang mengalami musibah," ujarnya.

Tak lupa, perhatian juga diarahkan kepada sanak keluarga yang tengah menanti kabar di rumah. Dukungan moral sangat dibutuhkan oleh keluarga korban dalam menghadapi masa-masa sulit ini.

"Kepada keluarga juga mudah-mudahan diberikan kesabaran dan diberikan ketabahan. Dan kami tentu berharap yang terbaik, semoga semuanya ditemukan dalam keadaan selamat," pungkasnya.

Rekomendasi