7 Cara Mengatasi Bau Apek pada Lemari yang Jarang Dibuka, Coba Trik Ini Sebelum Baju Ikut Bau

Jangan biarkan baju ikut bau karena lemari pengap. Coba 7 cara mengatasi bau apek pada lemari yang jarang dibuka dengan bahan sederhana.

Tantiya Nimas Nuraini
Oleh Tantiya Nimas Nuraini - Reporter
7 Cara Mengatasi Bau Apek pada Lemari yang Jarang Dibuka, Coba Trik Ini Sebelum Baju Ikut Bau
<p>Ilustrasi lemari pakaian. (c) Craig Adderley/Pexels.com</p>

Lemari yang jarang dibuka sering kali menyimpan masalah yang tidak langsung terlihat, salah satunya bau apek yang muncul dari bagian dalam. Kondisi ini bisa semakin terasa ketika udara di dalam lemari kurang bersirkulasi, kelembapan tinggi, atau ada pakaian dan barang yang disimpan dalam keadaan belum benar-benar kering. Akibatnya, bukan hanya lemari yang berbau, tetapi pakaian yang sudah dicuci pun bisa ikut menyerap aroma pengap tersebut.

Membuka pintu lemari sesekali memang dapat membantu, tetapi langkah ini saja belum tentu cukup untuk menghilangkan bau yang sudah menempel. Lemari juga perlu dibersihkan secara menyeluruh dan dijaga agar bagian dalamnya tidak terlalu lembap. Beberapa bahan sederhana yang mudah ditemukan di rumah bahkan dapat dimanfaatkan untuk membantu menyerap kelembapan dan mengurangi aroma tidak sedap tanpa harus langsung membeli produk pengharum khusus.

Jika lemari tidak digunakan setiap hari, perawatannya justru perlu diperhatikan agar bau apek tidak semakin kuat. Dengan beberapa langkah sederhana, bagian dalam lemari bisa tetap bersih, kering, dan lebih segar sehingga pakaian yang disimpan di dalamnya tidak mudah ikut berbau. Lantas bagaimana saja cara mengatasi bau apek pada lemari yang jarang dibuka? Melansir dari berbagai sumber, Senin (14/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. Kosongkan Lemari dan Bersihkan Seluruh Bagian Dalamnya

Ilustrasi Lemari Pakaian Minimalis dengan model Open Closet untuk Kamar Tidur/Liputan6 AI
Ilustrasi Lemari Pakaian Minimalis dengan model Open Closet untuk Kamar Tidur

Langkah pertama untuk mengatasi bau apek pada lemari yang jarang dibuka adalah mengeluarkan seluruh pakaian dan barang yang tersimpan di dalamnya. Jangan hanya mengambil barang yang ingin digunakan, karena sumber bau bisa berasal dari sudut lemari yang lama tertutup. Periksa rak, bagian bawah, sisi belakang, sudut sambungan, hingga bagian dalam pintu. Debu yang menumpuk dan kotoran yang tertinggal dalam waktu lama dapat bercampur dengan kelembapan sehingga menimbulkan aroma pengap.

Setelah kosong, bersihkan permukaan lemari menggunakan kain lembut atau lap yang sedikit lembap untuk mengangkat debu dan kotoran. Jika terdapat noda atau bekas tumpahan, bersihkan bagian tersebut dengan cairan pembersih yang sesuai dengan material lemari. Jangan membuat permukaan kayu terlalu basah karena air yang terserap dapat memperparah kelembapan di dalam lemari. Setelah selesai dibersihkan, lap kembali dengan kain kering agar tidak ada sisa air yang tertinggal.

 

2. Jemur atau Angin-Anginkan Pakaian Sebelum Disimpan

Jemuran Baju di Luar
Jemuran Pakaian di Luar Rumah (Foto: Unsplash/Esperanza Doronila)

Untuk pakaian yang sudah lama berada di lemari dan mulai memiliki aroma pengap, keluarkan terlebih dahulu dan angin-anginkan. Jika kondisi kain memungkinkan, pakaian dapat dijemur di tempat yang sesuai dengan petunjuk perawatannya. Untuk bahan tertentu yang sensitif terhadap panas atau sinar matahari langsung, cukup gantung di tempat yang teduh tetapi memiliki aliran udara baik. Jangan langsung menyemprotkan banyak pewangi pada pakaian yang sudah berbau apek karena aroma tersebut dapat bercampur dengan pewangi dan justru menjadi semakin tidak nyaman.

 

3. Letakkan Bahan Penyerap Kelembapan di Dalam Lemari

Tips Memilih Dehumidifier untuk Cegah Jamur, Bau Apek, dan Udara Lembab yang Ganggu Kesehatan
LG PuriCare™ Dehumidifier.

Setelah lemari bersih dan kering, gunakan bahan penyerap kelembapan untuk membantu menjaga kondisi bagian dalam tetap lebih kering. Produk penyerap kelembapan yang memang dirancang untuk ruang tertutup dapat ditempatkan di sudut atau rak lemari sesuai petunjuk penggunaannya. Bahan tersebut membantu menangkap sebagian uap air di udara sehingga lingkungan di dalam lemari tidak terlalu lembap. Cara ini sangat berguna pada lemari yang berada di ruangan dengan kelembapan tinggi atau jarang dibuka.

 

4. Jangan Menjejalkan Pakaian Terlalu Penuh

ilustrasi lemari pakaian
ilustrasi lemari pakaian (AI Generated)

Lemari yang terlalu penuh dapat membuat sirkulasi udara di antara pakaian menjadi sangat terbatas. Pakaian yang ditumpuk terlalu rapat juga membuat kelembapan lebih sulit keluar sehingga aroma pengap lebih mudah bertahan. Kondisi ini sering terjadi pada lemari yang jarang dibuka karena pakaian dibiarkan dalam posisi yang sama selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Ruang kosong di antara tumpukan pakaian bukan berarti membuang kapasitas lemari, melainkan membantu memberikan sirkulasi udara yang lebih baik.

Cobalah memilah pakaian berdasarkan seberapa sering digunakan. Pakaian yang sering dipakai dapat ditempatkan pada bagian yang lebih mudah dijangkau, sedangkan pakaian yang jarang digunakan dapat disimpan dengan rapi tanpa membuat seluruh ruang terlalu padat. Jika terdapat pakaian yang sudah tidak digunakan, pertimbangkan untuk memisahkannya agar tidak memenuhi lemari. Jangan memaksakan semua pakaian masuk hanya karena ukuran lemari masih terlihat cukup secara fisik, sebab tumpukan yang terlalu padat dapat membuat udara hampir tidak bergerak.

 

5. Beri Sirkulasi Udara dengan Membuka Pintu Lemari Secara Berkala

Inspirasi Desain Lemari Pakaian (AI Generated)
Inspirasi Desain Lemari Pakaian (AI Generated)

Lemari yang selalu tertutup tanpa pernah mendapatkan pergantian udara lebih rentan terasa pengap. Karena itu, pintu lemari dapat dibuka secara berkala selama kondisi ruangan memungkinkan. Tidak harus dibuka sepanjang hari, tetapi sesekali memberikan kesempatan udara baru masuk dapat membantu mengurangi udara yang terperangkap di dalam. Saat melakukan ini, pastikan lingkungan sekitar tidak sedang sangat lembap atau terkena sumber uap air karena udara yang masuk juga dapat membawa kelembapan ke dalam lemari.

Jika ruangan memiliki ventilasi atau jendela, membuka pintu lemari ketika kondisi udara sedang baik dapat membantu proses pertukaran udara. Kipas juga dapat digunakan untuk membantu menggerakkan udara di dalam ruangan, tetapi tidak perlu diarahkan terlalu kuat atau terlalu lama langsung ke pakaian. Tujuannya adalah membantu sirkulasi, bukan membuat pakaian terus-menerus terkena hembusan udara. Setelah bagian dalam lemari terasa kering dan tidak pengap, pintu dapat kembali ditutup.

 

6. Jangan Letakkan Lemari Terlalu Menempel pada Dinding Lembap

Zodiak Paling Teliti Menata Lemari Pakaian
Zodiak Paling Teliti Menata Lemari Pakaian. (AI Generated)

Posisi lemari terhadap dinding sering kali luput diperhatikan, padahal bagian belakang lemari yang menempel langsung pada dinding lembap dapat menjadi sumber masalah. Jika dinding mengalami rembesan, kondensasi, atau kelembapan tinggi, bagian belakang lemari bisa ikut lembap dan sulit mendapatkan udara. Kondisi tersebut dapat menyebabkan aroma pengap bertahan lebih lama dan dalam kasus tertentu berkontribusi terhadap pertumbuhan jamur pada permukaan yang lembap.

 

7. Gunakan Pewangi Hanya Setelah Sumber Bau Diatasi

Tips Menjaga Aroma Wangi Pakaian Setelah Dicuci
Gunakan Pewangi Tambahan Pasca-Pencucian di Lemari. Foto: AI Generated

Pewangi lemari dapat membuat bagian dalam lemari memiliki aroma yang lebih segar, tetapi sebaiknya digunakan sebagai langkah tambahan, bukan cara utama menghilangkan bau apek. Jika sumber bau berasal dari kelembapan, pakaian yang belum benar-benar kering, debu, atau bagian lemari yang berjamur, pewangi hanya akan menutupi masalah untuk sementara. Setelah aroma pewangi memudar, bau pengap kemungkinan akan muncul kembali. Bahkan, perpaduan antara bau apek dan pewangi yang terlalu kuat dapat terasa semakin tidak nyaman.

 

Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Mengatasi Bau Apek pada Lemari yang Jarang Dibuka

1. Apa penyebab lemari yang jarang dibuka menjadi bau apek?

Lemari yang jarang dibuka cenderung memiliki sirkulasi udara yang minim sehingga kelembapan dapat terperangkap di dalamnya. Debu, pakaian yang belum benar-benar kering, dinding yang lembap, dan tumpukan pakaian yang terlalu padat juga dapat memperparah aroma pengap.

2. Bagaimana cara menghilangkan bau apek pada lemari?

Kosongkan lemari, bersihkan seluruh permukaannya, lalu biarkan pintu terbuka sampai bagian dalam benar-benar kering. Setelah itu, pastikan pakaian yang disimpan sudah kering dan gunakan bahan penyerap kelembapan jika diperlukan.

3. Apakah pewangi bisa menghilangkan bau apek di lemari?

Pewangi lebih berfungsi memberikan aroma segar dan bukan mengatasi sumber bau apek. Jika lemari masih lembap atau kotor, bau kemungkinan akan kembali setelah aroma pewangi hilang. Karena itu, bersihkan dan keringkan lemari terlebih dahulu sebelum menggunakan pewangi.

4. Apakah pakaian yang belum kering bisa membuat lemari bau apek?

Ya. Pakaian yang masih menyimpan sedikit kelembapan dapat membuat udara di dalam lemari menjadi lebih lembap, terutama jika pintu lemari selalu tertutup. Dalam kondisi tersebut, pakaian lain juga dapat ikut menyerap aroma pengap.

5. Seberapa sering lemari yang jarang digunakan harus dibersihkan?

Tidak ada jadwal yang sama untuk semua lemari karena frekuensinya bergantung pada kondisi ruangan dan seberapa sering lemari digunakan. Namun, lemari yang jarang dibuka sebaiknya tetap diperiksa dan dibersihkan secara berkala agar debu, kelembapan, dan bau tidak sempat menumpuk.

Rekomendasi