Bawang merah, putih, maupun bombay adalah bumbu dasar wajib yang selalu hadir di dapur Nusantara. Sayangnya, masih banyak orang yang salah langkah sehingga stok bumbu esensial ini lekas rusak dan berujung di tempat sampah. Oleh karena itu, mengetahui cara menyimpan bawang agar tidak cepat busuk dan bertunas menjadi keterampilan krusial bagi siapa saja yang gemar mengolah hidangan lezat di rumah.
Permasalahan utama yang sering dihadapi adalah kondisi bawang yang menjadi lembek, berair, hingga mengeluarkan tunas hijau dari ujungnya. Hal ini umumnya terjadi karena faktor kelembapan udara ruangan yang terlampau tinggi serta paparan cahaya langsung yang berlebihan. Bawang yang sudah bertunas atau membusuk tidak hanya merusak cita rasa masakan, tetapi juga dapat menurunkan kualitas higienis dari makanan yang Anda sajikan.
Untuk menghindari pemborosan akibat membuang bumbu dapur yang rusak, ada berbagai trik sederhana yang bisa langsung diterapkan tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra. Berikut Merdeka.com merangkuman dari berbagai sumber panduan yang bisa Anda praktikkan agar stok bawang tetap segar, bertekstur kokoh, dan awet dalam jangka waktu yang lama.
Advertisement
1. Hindari Menyimpan Bawang di Dalam Kulkas
Kebiasaan memasukkan semua bahan makanan ke dalam lemari pendingin sering kali menjadi bumerang, terutama untuk keluarga bawang-bawangan. Suhu dingin dan tingkat kelembapan yang tinggi di dalam kulkas justru memicu proses pembusukan berjalan jauh lebih cepat. Bawang akan dengan mudah menyerap kelembapan tersebut dan tekstur alaminya perlahan berubah menjadi lembek serta berair.
Selain merusak tekstur secara fisik, menyimpan bawang di kulkas juga akan membuat kandungan sari pati di dalamnya terurai menjadi gula dengan cepat. Akibatnya, bawang menjadi kehilangan cita rasa pedas nan tajam serta aroma khasnya saat digunakan untuk menumis. Tentu saja hal ini akan sangat mempengaruhi kelezatan masakan yang Anda buat untuk keluarga.
Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk selalu meletakkan bawang utuh di area suhu ruang yang sejuk namun tetap dalam kondisi kering. Kulkas hanya boleh digunakan untuk bawang yang sudah terlanjur dikupas, dicincang, atau dihaluskan. Itu pun harus dimasukkan ke dalam wadah kedap udara rapat dan sebaiknya dihabiskan dalam waktu beberapa hari saja.
Advertisement
2. Jauhkan Bawang dari Paparan Sinar Matahari Langsung
Sama seperti umbi-umbian lainnya, paparan cahaya terang dari matahari langsung adalah musuh utama bagi ketahanan bawang. Sinar matahari yang terlalu terik akan merangsang pertumbuhan tunas hijau pada bagian ujung mahkota bawang. Jika tunas hijau ini sudah mulai merambat naik, energi dan nutrisi utama yang ada pada badan bawang akan terkuras habis.
Bawang yang telah bertunas sebetulnya masih aman untuk dikonsumsi, namun rasanya cenderung berubah menjadi lebih pahit dan teksturnya mengkerut atau keriput. Hal ini tentu membuat kualitas bumbu masakan menurun drastis dan tidak lagi segar. Ruang penyimpanan yang gelap dan sejuk adalah habitat buatan terbaik agar bawang tetap berada dalam fase istirahatnya (dorman).
Sebagai solusinya, Anda bisa meletakkan bawang di sudut meja dapur yang teduh atau di bagian bawah rak kabinet yang tidak terkena sorotan lampu terlalu terang maupun sinar dari jendela. Pastikan tempat tersebut memiliki suhu yang stabil dan tidak bersebelahan dengan kompor agar kondisi fisik bawang tetap prima hingga berminggu-minggu lamanya.
Advertisement
3. Gunakan Wadah Terbuka yang Memiliki Sirkulasi Udara
Bawang sangat membutuhkan aliran udara yang baik agar kulit ari di bagian luarnya tetap kering seperti saat dipanen. Menggunakan kantong plastik belanja yang tertutup rapat adalah kesalahan fatal karena udara akan terjebak di dalam kantong tersebut. Kondisi ini menciptakan ruang kedap udara yang memicu penguapan embun dan akhirnya menumbuhkan spora jamur.
Langkah terbaik adalah segera memindahkan bawang ke wadah yang memiliki pori-pori besar atau sirkulasi udara maksimal. Anda bisa memanfaatkan keranjang anyaman rotan, wadah bambu yang terbuka, atau bahkan tas jaring berbahan nilon (mesh bag). Wadah jenis ini menjamin angin bisa berhembus menembus tumpukan bawang dan menyapu kelembapan yang tersisa.
Jika Anda kebetulan tidak memiliki wadah jaring atau keranjang anyaman, kantong kertas (paper bag) berwarna cokelat bisa menjadi alternatif yang cerdas. Cukup lubangi kantong kertas tersebut menggunakan pelubang kertas (puncher) di berbagai sisi. Lubang-lubang ini akan berfungsi layaknya ventilasi silang yang menjaga sirkulasi suhu serta membuang sisa gas dari dalam kantong.
Advertisement
4. Jangan Mencampur Bawang dengan Kentang
Meletakkan persediaan bawang dan kentang dalam satu wadah atau keranjang yang sama adalah pemandangan umum yang sering kita temui di banyak dapur. Padahal, kebiasaan turun-temurun ini sangat tidak dianjurkan karena keduanya menghasilkan reaksi kimia yang saling merugikan. Kentang terus-menerus memproduksi gas etilen dan melepaskan kelembapan yang bisa merusak struktur bawang secara perlahan.
Ketika gas etilen yang menguap dari kentang terhirup oleh tumpukan bawang, proses pematangan dan pembusukan bawang akan terakselerasi secara ekstrem. Sebaliknya, bawang juga melepaskan gas belerang yang dapat merangsang kentang menjadi lebih cepat bertunas, menghitam, dan layu. Interaksi biologis antara keduanya di satu ruang penyimpanan sangatlah toksik.
Maka dari itu, aturan emasnya adalah selalu menyediakan wadah yang terpisah untuk kedua bahan masakan ini dan berikan jarak yang lumayan berjauhan. Meletakkan wadah kentang dan bawang di sudut meja dapur yang saling berseberangan adalah langkah antisipasi terbaik agar stok bumbu harian dan pasokan karbohidrat Anda sama-sama tetap segar.
Advertisement
5. Pastikan Bawang Kering Sempurna Sebelum Disimpan
Saat Anda baru saja membeli bawang dari pasar tradisional atau tukang sayur keliling, terkadang kondisinya masih terasa sedikit lembap karena baru saja dikeluarkan dari karung panen atau terkena cipratan air. Jika Anda langsung menyimpannya secara menumpuk dalam keadaan basah ini, risiko penyebaran jamur hitam (Aspergillus niger) yang merusak akan menjadi sangat tinggi.
Biasakan untuk mengangin-anginkan bawang terlebih dahulu begitu Anda tiba di rumah. Gelar atau tebarkan bawang satu per satu di atas tampah lebar, nampan bersih, atau di atas lembaran koran bekas selama beberapa jam hingga satu hari penuh. Tujuan dari proses penjemuran angin ini adalah untuk menguapkan sisa-sisa air atau keringat pada lapisan kulit terluarnya.
Setelah kulit terluarnya benar-benar terasa kering, bertekstur seperti kertas, dan berbunyi gemerisik pelan saat saling bersentuhan, barulah bawang dinyatakan siap untuk dipindahkan ke keranjang penyimpanan utama. Langkah kecil yang sering disepelekan banyak orang ini sebenarnya mampu menambah masa simpan bawang hingga satu bulan lebih lama dari waktu normalnya.
Advertisement
6. Simpan Menggunakan Pantyhose atau Kaus Kaki Nilon Bekas
Trik yang satu ini mungkin terdengar agak tidak lazim bagi sebagian orang, namun nyatanya sangat populer dan terbukti ampuh diterapkan oleh banyak ibu rumah tangga di berbagai negara. Menyimpan bawang utuh menggunakan stoking bersih (pantyhose) atau kaus kaki berbahan nilon tipis diyakini bisa memperpanjang umurnya dengan sangat signifikan.
Cara mempraktikkannya pun sangat mudah dan ringkas, cukup masukkan satu butir bawang ke dalam dasar stoking, lalu buat simpul mati yang tidak terlalu ketat tepat di atas bawang tersebut. Setelah itu, masukkan lagi bawang berikutnya dan ikat simpul lagi. Lakukan terus berulang-ulang hingga stoking menjuntai penuh. Bahan nilon ini dinilai sangat elastis dan berpori renggang sehingga pasokan udaranya mengalir sempurna ke setiap lapisan bawang.
Setelah seluruh lorong stoking penuh terisi, Anda cukup menggantungnya di dinding dapur atau di balik pintu lemari kabinet bawah. Saat tiba waktunya ingin memasak, Anda tinggal menggunakan gunting untuk memotong simpul yang posisinya paling bawah agar satu buah bawang bisa keluar tanpa harus merusak ikatan bawang yang ada di atasnya. Selain efektif mencegah busuk, cara ini juga amat menghemat tempat di dapur sempit!
Advertisement
7. Lakukan Pengecekan dan Penyortiran Rutin
Sebaik dan seketat apapun metode penyimpanan mutakhir yang Anda gunakan, faktor bertambahnya usia dan kualitas bawaan awal dari bawang tetap berpengaruh besar. Membiarkan tumpukan bawang berdiam diri tanpa pernah dicek ulang adalah sebuah kelalaian fatal. Hanya butuh satu bawang cacat yang mulai membusuk untuk menyebarkan koloni bakteri dan jamur ke seluruh keranjang dalam hitungan hari.
Oleh karenanya, jadikanlah kebiasaan untuk meluangkan waktu setidaknya satu minggu sekali guna memeriksa keranjang penyimpanan Anda. Raba dan bongkar secara perlahan hingga ke bagian dasar atau tumpukan paling dalam. Apabila Anda mendapati ada bawang yang mulai terasa empuk, kulitnya lembap, mengeluarkan aroma tidak sedap, atau mulai mengintip ujung tunasnya, segera pisahkan dari kelompoknya.
Bawang yang baru sekadar bertunas pucuknya namun masih bertekstur keras bisa segera Anda iris dan gunakan untuk memasak pada hari itu juga. Sementara bawang yang teksturnya sudah bonyok, membusuk, dan berair kotor harus langsung dibuang ke tempat sampah organik tanpa toleransi. Dengan kedisiplinan metode penyortiran ini, Anda telah sukses menjaga ekosistem keranjang bawang tetap higienis dan terbebas dari rantai hama pembusuk.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Menyimpan Bawang
1. Bolehkah menyimpan bawang merah dan bawang putih dalam satu keranjang yang sama?
Boleh saja, bawang merah dan bawang putih bisa ditumpuk dalam wadah yang sama karena keduanya membutuhkan lingkungan yang kering, sejuk, dan sirkulasi yang sama. Namun, pastikan keranjangnya cukup besar agar sirkulasi udaranya tetap lega.
2. Apakah bawang yang sudah dikupas namun belum dipotong masih bisa dibiarkan di suhu ruang?
Sangat tidak disarankan. Bawang yang sudah kehilangan kulit pelindungnya akan sangat rentan mengering dan mengundang bakteri di udara terbuka. Bawang kupas wajib dimasukkan ke kotak kedap udara lalu disimpan di kulkas.
3. Bagaimana jika cuaca sangat lembap dan bawang yang disimpan tiba-tiba terasa agak basah?
Segera keluarkan bawang-bawang tersebut dari wadahnya, lap perlahan menggunakan tisu kering atau kain bersih, lalu tebarkan dan angin-anginkan kembali di ruangan terbuka sampai benar-benar kering sebelum disimpan ulang.
4. Apakah bawang bombay utuh bisa disimpan berdekatan dengan buah-buahan seperti apel?
Sebaiknya hindari. Sama halnya seperti kentang, buah-buahan seperti apel dan pisang melepaskan gas etilen yang memicu pematangan, sehingga bisa membuat bawang bombay lebih cepat keriput lalu membusuk.
5. Berapa lama rata-rata batas maksimal bawang bisa bertahan segar jika metode penyimpanannya sudah tepat?
Jika seluruh syarat seperti suhu, tingkat kelembapan udara, dan wadah bersirkulasinya terjaga sempurna, bawang utuh yang belum dikupas bisa bertahan mulai dari satu bulan hingga tiga bulan penuh tanpa penurunan kualitas drastis.