Cara Penyimpanan Bawang yang Benar agar Tidak Cepat Busuk, Tetap Kering dan Awet

Ketahui cara menyimpan bawang utuh, kupas, hingga beku dengan tepat. Pelajari suhu ideal, wadah, dan hal yang perlu dihindari agar bawang awet lebih lama.

Fitriyani Puspa Samodra
Cara Penyimpanan Bawang yang Benar agar Tidak Cepat Busuk, Tetap Kering dan Awet
<p>bawang merah dan bawah putih/copyright freepik.com/KamranAydinov</p>

Cara penyimpanan bawang yang benar agar tidak cepat busuk perlu diperhatikan karena bawang termasuk bahan dapur yang mudah mengalami perubahan kualitas ketika terkena kelembapan, panas, atau sirkulasi udara yang buruk. Bawang yang awalnya keras dan kering bisa berubah lunak, bertunas, bahkan berjamur jika diletakkan di tempat yang kurang sesuai.

Bawang merah, bawang putih, maupun bawang bombai sebenarnya dapat disimpan cukup lama tanpa harus selalu dimasukkan ke dalam kulkas. Kuncinya terletak pada kondisi tempat penyimpanan, jenis wadah, serta kondisi bawang sebelum disimpan.

Kesalahan sederhana seperti memasukkan bawang utuh ke dalam kantong plastik tertutup atau menaruhnya berdekatan dengan kentang dapat membuat bawang lebih cepat rusak. Karena itu, memahami cara menyimpan bawang dengan tepat dapat membantu menjaga kualitas bahan makanan sekaligus mengurangi pemborosan di dapur, Minggu (9/8/2026).

Simpan Bawang di Tempat yang Kering dan Memiliki Sirkulasi Udara

Mengenali Bau Badan dari Makanan
Ilustrasi Bawang Merah dan Bawang Putih Credit: Unsplash

Salah satu prinsip utama dalam penyimpanan bawang adalah menjaga kondisinya tetap kering. European Food Information Council (EUFIC) menjelaskan bahwa bawang dan bawang putih sangat sensitif terhadap kelembapan dan perubahan suhu. Kondisi yang terlalu lembap dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan menyebabkan pembusukan.

Tempat yang ideal adalah area yang sejuk, kering, gelap, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Pantry, lemari dapur yang tidak lembap, atau ruang penyimpanan yang jauh dari sumber panas dapat menjadi pilihan.

EUFIC menyebutkan bahwa suhu penyimpanan ideal untuk bawang berada sekitar 7–12 derajat Celsius, sedangkan bawang putih berada di sekitar 16 derajat Celsius. Dalam kondisi rumah tangga, keduanya masih dapat disimpan bersama pada kisaran sekitar 10–15 derajat Celsius apabila kondisi tempat penyimpanan memungkinkan.

Bagi rumah yang tidak memiliki ruang penyimpanan sedingin itu, prinsip yang lebih mudah diterapkan adalah memilih tempat yang paling sejuk, kering, dan stabil suhunya. Hindari area di dekat kompor, oven, atau jendela yang terkena sinar matahari langsung.

Jangan Menyimpan Bawang dalam Kantong Plastik Tertutup

Wadah penyimpanan juga berpengaruh terhadap umur simpan bawang. Kantong plastik tertutup bukan pilihan yang baik untuk bawang utuh karena dapat memerangkap kelembapan.

Sebagai gantinya, gunakan keranjang, kantong jaring, atau wadah terbuka yang memungkinkan udara bergerak di sekitar bawang. Kantong kertas yang terbuka juga dapat digunakan selama tidak membuat bawang menjadi lembap.

Cedar Circle Farm menyarankan bawang disimpan dalam kantong jaring atau wadah yang bersih dan kering. Sirkulasi udara diperlukan agar kelembapan tidak berkumpul di sekitar umbi.

Bawang juga sebaiknya tidak ditumpuk terlalu padat. Berikan sedikit ruang di antara umbi sehingga apabila ada satu bawang yang mulai rusak, kondisinya tidak mudah menyebar ke bawang lainnya.

Pastikan Bawang dalam Kondisi Kering Sebelum Disimpan

Bawang Putih
Trik Mengupas Bawang Putih Tercepat dan Paling Efektif. (Gambar: ji jiali/nsplash)

Bawang yang akan disimpan sebaiknya memiliki kulit luar yang kering dan tidak basah. Jangan mencuci bawang sebelum penyimpanan jangka panjang.

Cedar Circle Farm menjelaskan bahwa bawang yang akan disimpan dalam waktu lama sebaiknya sudah matang dan melalui proses curing. Proses ini pada dasarnya merupakan pengeringan yang membantu membentuk lapisan kulit luar yang kering dan berfungsi sebagai perlindungan alami.

Bawang hasil panen atau bawang yang masih segar dari kebun membutuhkan perhatian lebih sebelum disimpan. Setelah proses pengeringan selesai, kotoran yang menempel dapat dibersihkan dengan hati-hati. Batang dan bagian akar tidak perlu dipotong secara berlebihan karena dapat memengaruhi kemampuan bawang bertahan selama penyimpanan.

Untuk bawang yang dibeli di pasar atau supermarket dan sudah memiliki kulit luar kering seperti kertas, bawang umumnya sudah siap disimpan. Namun, tetap periksa kondisinya sebelum memasukkannya ke tempat penyimpanan.

Pilih Bawang yang Tidak Memar atau Terluka

Tidak semua bawang cocok disimpan dalam waktu lama. Bawang yang memiliki luka sayatan, memar, bagian lembek, atau kulit yang rusak sebaiknya dipisahkan.

Cedar Circle Farm merekomendasikan agar bawang yang rusak atau mengalami luka tidak disimpan bersama bawang yang kondisinya masih baik. Bawang tersebut lebih baik segera digunakan dalam masakan.

Pemeriksaan awal ini penting karena satu umbi yang mulai membusuk dapat menjadi sumber masalah bagi bawang lain di dalam wadah. Kondisi lembap yang muncul dari bawang yang rusak juga dapat mempercepat kerusakan di sekitarnya.

Prinsip ini merupakan bagian penting dari cara penyimpanan bawang yang benar agar tidak cepat busuk. Jangan hanya memperhatikan tempat penyimpanan, tetapi juga kualitas bawang ketika pertama kali disimpan.

Jangan Menaruh Bawang Berdekatan dengan Kentang

Kebiasaan menaruh bawang dan kentang dalam satu keranjang sebaiknya dihindari. Keduanya memang sering digunakan bersama dalam masakan, tetapi tempat penyimpanannya sebaiknya dipisahkan.

EUFIC menjelaskan bahwa kelembapan yang dilepaskan kentang dapat mendorong pembusukan pada bawang dan bawang putih. Penyimpanan yang terlalu berdekatan juga dapat memperpendek umur simpan kedua bahan tersebut.

Martha Stewart juga menyarankan agar bawang dan bawang putih dijauhkan dari sejumlah bahan pangan lain, termasuk kentang, apel, pisang, melon, dan jahe. Selain persoalan kelembapan, bawang dan bawang putih dapat menghasilkan etilen yang berpotensi memengaruhi kualitas bahan pangan lain.

Karena itu, sebaiknya buat area penyimpanan khusus untuk bawang. Tidak harus berupa ruangan tersendiri. Keranjang terbuka yang diletakkan di tempat kering dan memiliki ventilasi sudah cukup untuk penggunaan rumah tangga.

Jangan Terburu-buru Memasukkan Bawang Utuh ke Kulkas

Bawang Merah Bakar dan Susu
Ilustrasi Bawang Merah Bakar Credit: pexels.com/Giovani

Kulkas sering dianggap sebagai tempat paling aman untuk menyimpan semua bahan makanan. Namun, aturan tersebut tidak selalu berlaku untuk bawang utuh yang belum dikupas.

Menurut EUFIC, penyimpanan bawang utuh di dalam kulkas untuk jangka panjang umumnya tidak disarankan karena lingkungan kulkas cenderung memiliki kelembapan yang dapat memicu pertumbuhan jamur dan pertunasan.

Martha Stewart juga menyebutkan bahwa kondisi dingin dan lembap di dalam kulkas bukan lingkungan yang ideal untuk bawang utuh dan belum dikupas.

Bawang yang sudah dipotong atau dikupas memiliki aturan berbeda. Bawang yang telah dipotong sebaiknya dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan disimpan di kulkas. EUFIC merekomendasikan bawang yang sudah diiris atau dicincang digunakan dalam waktu sekitar satu minggu.

Jika jumlah bawang yang sudah dipotong terlalu banyak untuk segera digunakan, pembekuan dapat menjadi pilihan. EUFIC menyebut bawang beku dapat bertahan hingga sekitar satu tahun, meskipun teksturnya akan menjadi lebih lunak. Karena itu, bawang beku lebih cocok digunakan untuk sup, tumisan, saus, atau masakan lain yang melalui proses pemasakan.

Pertahankan Kulit Bawang Selama Penyimpanan

Kulit bawang yang tipis dan kering bukan sekadar pembungkus. Lapisan tersebut membantu melindungi bagian dalam bawang dari kehilangan air dan paparan lingkungan.

EUFIC menyarankan agar lapisan kulit alami bawang tetap dipertahankan selama penyimpanan. Jangan mengupas bawang sebelum waktunya jika belum akan digunakan.

Hal yang sama berlaku untuk bawang putih. Kulit luar dan lapisan pelindung sebaiknya tetap dibiarkan hingga bawang putih akan dimasak. Martha Stewart juga menekankan bahwa bawang dan bawang putih yang masih memiliki lapisan kulit kering dapat bertahan lebih lama.

Kebiasaan mengupas semua bawang sekaligus memang dapat menghemat waktu saat memasak, tetapi kurang ideal jika bawang tersebut belum akan segera digunakan.

Periksa Kondisi Bawang Secara Berkala

Menyimpan bawang bukan berarti membiarkannya begitu saja selama berbulan-bulan. Pemeriksaan secara berkala tetap diperlukan.

Martha Stewart menyarankan pengecekan bawang dan bawang putih sekitar seminggu sekali. Perhatikan apakah ada umbi yang mulai bertunas, melunak, mengeluarkan bau tidak sedap, atau menunjukkan tanda pembusukan.

Bawang yang mulai rusak sebaiknya segera dipisahkan dari bawang lainnya. Jika kondisinya masih layak dan hanya memiliki kerusakan kecil, gunakan terlebih dahulu. Bawang yang sudah berlendir, sangat lunak, berjamur, atau berbau tidak normal sebaiknya dibuang.

EUFIC menyebutkan beberapa tanda kerusakan yang mudah dikenali, seperti tekstur lunak, bercak gelap, permukaan berlendir, serta aroma yang tidak menyenangkan.

Pemeriksaan rutin menjadi langkah sederhana tetapi penting karena kerusakan satu bawang dapat diketahui sebelum menyebar ke bahan lainnya.

Bagaimana Jika Bawang Mulai Bertunas?

Ilustrasi bawang bombai
Ilustrasi bawang bombai. (Photo by Couleur on Pixabay)

Bawang yang bertunas tidak selalu berarti sudah busuk. Pertunasan merupakan proses alami ketika bawang mulai memasuki fase pertumbuhan baru. Suhu hangat, kelembapan, dan paparan cahaya dapat mendorong munculnya tunas.

Martha Stewart menjelaskan bahwa bawang dan bawang putih yang bertunas masih dapat dikonsumsi selama tidak menunjukkan tanda pembusukan. Bagian tunas dapat dipotong dan dibuang, terutama jika rasanya sudah mulai pahit atau kurang enak.

EUFIC juga menjelaskan bahwa bawang yang hanya mengalami sedikit pertunasan atau memiliki lapisan kulit luar yang terlepas masih dapat digunakan selama bagian dalamnya tetap keras dan tidak menunjukkan tanda jamur.

Berbeda halnya jika bawang sudah lembek, berlendir, berjamur, atau mengeluarkan bau menyengat yang tidak normal. Kondisi tersebut menunjukkan kerusakan dan sebaiknya tidak dikonsumsi.

Berapa Lama Bawang Bisa Bertahan?

Lama penyimpanan bawang bergantung pada jenis bawang, tingkat kematangan, kondisi awal, suhu, kelembapan, serta sirkulasi udara.

EUFIC menyebut bawang dapat bertahan sekitar satu hingga dua bulan dalam kondisi penyimpanan yang sesuai, sedangkan bawang putih dapat bertahan sekitar tiga hingga lima bulan.

Suhu yang lebih hangat, terutama sekitar 20–30 derajat Celsius, dapat memperpendek umur simpan karena mendorong pertunasan dan pertumbuhan jamur. Perubahan suhu yang terlalu sering juga sebaiknya dihindari.

Cedar Circle Farm mencatat bahwa bawang yang disimpan dalam kondisi kering, gelap, bersuhu relatif stabil, serta diperiksa secara rutin dapat bertahan selama beberapa bulan.

Bagi dapur rumah tangga, tidak perlu terlalu terpaku pada angka tersebut. Yang lebih penting adalah memperhatikan kondisi fisik bawang dan lingkungan penyimpanannya.

 

Tanya Jawab Seputar Penyimpanan Bawang

1. Apakah bawang boleh disimpan di kulkas?

Bawang utuh yang belum dikupas umumnya tidak perlu disimpan di kulkas karena lingkungan kulkas yang lembap dapat meningkatkan risiko jamur dan pertunasan. Bawang yang sudah dipotong atau dikupas justru perlu disimpan dalam wadah tertutup di kulkas dan sebaiknya digunakan dalam waktu sekitar satu minggu.

2. Apakah bawang dan kentang boleh disimpan bersama?

Sebaiknya tidak. Kelembapan dari kentang dapat mempercepat pembusukan bawang. Menyimpan keduanya secara terpisah juga membantu menjaga kualitas masing-masing bahan lebih lama.

3. Apakah bawang yang sudah bertunas masih aman dimakan?

Bawang yang hanya bertunas dan masih keras serta tidak berjamur umumnya masih dapat digunakan. Tunas dapat dipotong dan dibuang. Namun, bawang yang sudah lembek, berlendir, berjamur, atau berbau tidak normal sebaiknya dibuang.

4. Apa wadah terbaik untuk menyimpan bawang?

Keranjang terbuka, kantong jaring, atau wadah yang memungkinkan sirkulasi udara merupakan pilihan yang baik. Hindari wadah kedap udara atau kantong plastik tertutup untuk bawang utuh karena dapat memerangkap kelembapan.

5. Berapa lama bawang bisa disimpan?

Dalam kondisi yang tepat, EUFIC menyebut bawang dapat bertahan sekitar satu hingga dua bulan, sedangkan bawang putih dapat bertahan sekitar tiga hingga lima bulan. Lama penyimpanan sebenarnya dapat berbeda bergantung pada jenis, kualitas awal, suhu, kelembapan, dan kondisi penyimpanan.

 

Rekomendasi