Mendapatkan buah mangga yang besar dan manis memerlukan perhatian khusus pada pengaturan nutrisi sejak awal penanaman. Pemupukan yang tepat dan berimbang menjadi faktor krusial untuk mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman, sekaligus meningkatkan kualitas buah secara signifikan.
Kebutuhan nutrisi yang terpenuhi akan memastikan pohon mangga tumbuh sehat dan mampu menghasilkan buah dengan karakteristik yang diinginkan, baik dari segi ukuran maupun rasa manisnya.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang jenis nutrisi dan waktu aplikasinya sangat penting bagi setiap petani mangga. Berikut cara mendapatkan buah mangga besar dan manis dengan mengatur nutrisi sejak awal tanam, Merdeka.com, Senin (28/9/2026).
Advertisement
1. Penuhi Nitrogen pada Fase Pertumbuhan Awal
Pada fase awal pertumbuhan, nitrogen dibutuhkan untuk membentuk daun, batang, dan cabang yang sehat. Tanaman mangga berusia muda membutuhkan nitrogen lebih banyak karena sedang membangun struktur vegetatif sebelum memasuki fase produktif. Pemberian pupuk NPK yang mengandung nitrogen dapat membantu pertumbuhan tersebut.
Namun, dosis tetap perlu disesuaikan karena nitrogen berlebihan justru dapat membuat tanaman terlalu fokus menghasilkan daun dan menghambat pembentukan bunga. Setelah tanaman mulai produktif, kebutuhan nitrogen sebaiknya kembali diseimbangkan dengan unsur lainnya.
Advertisement
2. Berikan Fosfor untuk Mendukung Pembungaan
Fosfor memiliki peran penting dalam perkembangan akar, pembentukan energi, dan proses pembungaan tanaman mangga. Ketika tanaman mulai memasuki fase generatif, ketersediaan fosfor yang cukup membantu mendukung pembentukan bunga dan mempersiapkan tanaman menghasilkan buah.
Pupuk yang mengandung fosfor dapat diberikan sesuai kebutuhan dan fase pertumbuhan. Pengaturan dosis penting dilakukan agar nutrisi tetap seimbang, karena pembungaan tidak hanya dipengaruhi fosfor, tetapi juga kondisi tanaman, lingkungan, air, serta ketersediaan unsur hara lainnya.
Advertisement
3. Tingkatkan Kalium Saat Buah Terbentuk
Kalium menjadi salah satu unsur penting ketika tanaman memasuki fase pembentukan dan pembesaran buah. Unsur ini membantu berbagai proses yang berkaitan dengan kualitas hasil panen, termasuk pembentukan karbohidrat dan komponen yang memengaruhi bobot, ukuran, rasa, serta aroma buah.
Pupuk dengan kandungan kalium dapat diberikan sesuai kebutuhan tanaman selama fase tersebut. Meski demikian, kalium tetap perlu diberikan secara berimbang bersama unsur lain agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu dan buah dapat berkembang secara optimal hingga mendekati masa panen.
Advertisement
4. Lengkapi Kalsium, Magnesium, dan Mikronutrisi
Selain nitrogen, fosfor, dan kalium, tanaman mangga juga membutuhkan unsur pendukung seperti kalsium dan magnesium. Kalsium berperan dalam pertumbuhan jaringan tanaman, sedangkan magnesium berkaitan dengan proses fotosintesis karena menjadi bagian penting dari klorofil.
Tanaman juga membutuhkan sejumlah mikronutrisi dalam jumlah kecil untuk mendukung metabolisme. Pemenuhan unsur tersebut membantu mencegah gejala kekurangan nutrisi yang dapat menghambat pertumbuhan. Karena kebutuhannya relatif spesifik, pemberian sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tanaman dan media tanam.
Advertisement
5. Sesuaikan Pemupukan dengan Fase Pertumbuhan
Pemupukan mangga sebaiknya tidak dilakukan dengan pola yang sama sepanjang pertumbuhan. Pada fase vegetatif, tanaman lebih membutuhkan nitrogen untuk membentuk daun dan cabang. Ketika memasuki pembungaan, kebutuhan fosfor dan kalium menjadi lebih diperhatikan.
Saat buah berkembang, kalium berperan penting dalam mendukung kualitas dan pembesaran buah. Setelah panen, tanaman kembali membutuhkan nutrisi untuk memulihkan kondisi dan mempersiapkan pertumbuhan berikutnya. Dengan menyesuaikan pemupukan berdasarkan fase, kebutuhan nutrisi tanaman dapat lebih terarah.
Advertisement
6. Gunakan Pupuk Organik dan Hayati sebagai Pendukung
Pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang dapat menjadi sumber bahan organik sekaligus membantu menjaga kondisi media tanam. Sementara itu, pupuk hayati mengandung mikroorganisme yang dapat membantu proses penyediaan dan penyerapan unsur hara oleh tanaman.
Penggunaan keduanya dapat menjadi bagian dari strategi pemupukan mangga agar kondisi tanah tetap mendukung pertumbuhan akar. Namun, pupuk organik dan hayati bukan pengganti otomatis pupuk lainnya. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tanaman dan kondisi tanah.
Advertisement
7. Aplikasikan Pupuk dengan Metode yang Tepat
Cara pemberian pupuk juga perlu diperhatikan agar nutrisi dapat tersedia di area yang sesuai. Pupuk dapat diaplikasikan dengan cara ditaburkan di sekitar tanaman, dibenamkan ke tanah, dikocorkan, atau disemprotkan melalui daun untuk jenis pupuk tertentu.
Pada tanaman yang lebih besar, pupuk dapat diberikan melalui galian atau lubang tugal di area sekitar tajuk. Penempatan pupuk sebaiknya tidak terlalu dekat dengan batang. Metode aplikasi dapat disesuaikan dengan jenis pupuk, kondisi tanah, serta usia tanaman mangga.
Advertisement
8. Pulihkan Nutrisi Setelah Panen
Pemupukan tidak berhenti ketika buah selesai dipanen. Tanaman mangga membutuhkan nutrisi untuk memulihkan energi dan pertumbuhan setelah menghasilkan buah. Pemberian pupuk dasar setelah panen dapat membantu menggantikan sebagian unsur hara yang telah digunakan selama satu siklus produksi.
Pada tahap ini, pupuk organik atau pupuk lain yang sesuai dapat digunakan untuk mendukung kondisi tanah dan tanaman. Pemulihan yang baik membantu pohon mempersiapkan pertumbuhan vegetatif berikutnya sekaligus mendukung siklus pembungaan dan pembuahan pada periode selanjutnya.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Cara Mendapatkan Buah Mangga Besar dan Manis
Apa nutrisi yang paling penting untuk mendapatkan mangga besar dan manis?
Nitrogen, fosfor, dan kalium merupakan unsur utama yang dibutuhkan tanaman mangga. Nitrogen mendukung pertumbuhan awal, fosfor membantu pembentukan bunga, sedangkan kalium berperan dalam pembentukan dan kualitas buah, termasuk ukuran, bobot, rasa, dan aroma.
Kapan waktu terbaik memberikan pupuk pada tanaman mangga?
Pemupukan sebaiknya disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Nitrogen lebih dibutuhkan pada fase vegetatif, fosfor dan kalium diperhatikan saat pembungaan, sedangkan kalium berperan penting ketika buah mulai terbentuk dan membesar. Setelah panen, tanaman juga perlu dipupuk untuk pemulihan.
Apakah pupuk organik dan hayati bisa digunakan untuk tanaman mangga?
Bisa. Pupuk organik seperti kompos dan pupuk kandang dapat membantu menyediakan bahan organik, sedangkan pupuk hayati mengandung mikroorganisme yang mendukung ketersediaan dan penyerapan nutrisi. Keduanya dapat digunakan sebagai bagian dari pemupukan sesuai kondisi tanah dan kebutuhan tanaman.
Apakah pemupukan saja cukup untuk membuat buah mangga besar dan manis?
Tidak. Pemupukan perlu didukung penyiraman yang tepat, sinar matahari cukup, pemangkasan, pengendalian hama, serta kondisi tanah yang baik. Semua faktor tersebut saling mendukung agar tanaman dapat tumbuh sehat dan menghasilkan buah dengan kualitas yang optimal.