Cara Merawat Talenan Kayu agar Tidak Cepat Rusak, Bukan Sekadar Dicuci dan Dikeringkan

Cara merawat talenan kayu agar awet dan tidak mudah retak, berbau, berjamur, atau melengkung meski sering digunakan.

Andre Kurniawan Kristi
Oleh Andre Kurniawan Kristi - Reporter
Cara Merawat Talenan Kayu agar Tidak Cepat Rusak, Bukan Sekadar Dicuci dan Dikeringkan
Talenan kayu dicuci (AI Generated)

Cara merawat talenan kayu sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan, tetapi ada beberapa kebiasaan kecil yang perlu diperhatikan agar perlengkapan dapur ini tidak cepat rusak. Talenan kayu sering digunakan hampir setiap hari untuk memotong sayuran, buah, daging, hingga bumbu, sehingga permukaannya terus terkena air, pisau, minyak, dan sisa makanan. Jika tidak dirawat dengan tepat, talenan dapat menjadi kusam, berbau, melengkung, bahkan mengalami retakan.

Bagi sebagian orang, talenan kayu dipilih karena terasa kokoh dan nyaman digunakan saat menyiapkan makanan, sekaligus memberikan tampilan alami yang menarik di dapur. Namun, bahan kayu memiliki karakter berbeda dari talenan plastik sehingga membutuhkan perlakuan khusus setelah digunakan. Kebiasaan sederhana seperti tidak merendamnya terlalu lama, mengeringkannya dengan benar, serta memberikan perawatan berkala dapat membantu menjaga kondisi talenan tetap baik dalam waktu lama. Berikut merdeka.com telah rangkum penjelasannya dari berbagai sumber, Minggu, (13/9).

1. Segera Cuci Setelah Digunakan

Bersihkan Talenan Kayu dari Getah Tanpa Harus Dicuci, Ini Caranya
Untuk kamu yang gemar memasak, cara mudah bersihkan talenan kayu dari getah ini bisa tanpa dicuci.

Salah satu cara merawat talenan kayu yang paling mudah dilakukan adalah segera mencucinya setelah selesai digunakan. Sisa makanan yang terlalu lama menempel dapat meninggalkan noda, aroma, dan lapisan minyak pada permukaan talenan, terutama setelah digunakan untuk memotong daging, ikan, bawang, atau bahan makanan dengan aroma kuat.

Gunakan air mengalir dan sabun pencuci piring secukupnya untuk membersihkan permukaan talenan, kemudian gosok menggunakan spons atau sikat yang tidak terlalu kasar. Perhatian lebih dapat diberikan pada bagian yang memiliki bekas potongan pisau karena sisa makanan berukuran kecil dapat masuk ke dalam alur tersebut apabila talenan tidak dibersihkan dengan baik.

Meski perlu segera dicuci, talenan kayu sebaiknya tidak dibiarkan terendam dalam bak berisi air untuk waktu lama. Kayu dapat menyerap air dan mengalami perubahan ukuran, sehingga kebiasaan merendam talenan berulang kali berpotensi membuat bentuknya berubah atau permukaannya lebih mudah retak.

2. Hindari Memasukkan Talenan ke Mesin Pencuci Piring

Talenan kayu sebaiknya dicuci secara manual karena mesin pencuci piring menggunakan kombinasi air, panas, dan proses pengeringan yang dapat memberikan tekanan cukup besar pada material kayu. Paparan kondisi tersebut secara berulang dapat membuat kelembapan alami di dalam kayu berkurang terlalu cepat dan akhirnya memengaruhi bentuk talenan.

Selain suhu tinggi, talenan juga dapat terkena air dalam jumlah banyak selama proses pencucian sehingga kayu mengalami perubahan kelembapan secara drastis. Perubahan tersebut mungkin tidak langsung terlihat setelah satu kali pencucian, tetapi penggunaan mesin secara berulang dapat meningkatkan risiko talenan melengkung, retak, atau mengalami kerusakan pada bagian sambungannya.

Karena itu, cukup bersihkan talenan menggunakan tangan dengan sabun dan spons setelah digunakan, lalu bilas secukupnya tanpa merendamnya. Cara sederhana tersebut lebih mudah dikontrol dan membantu mempertahankan kondisi permukaan talenan agar tidak cepat mengalami perubahan bentuk akibat paparan panas dan air berlebihan.

3. Keringkan Talenan dengan Benar

Tips merawat talenan kayu supaya awet (Foto: Gemini AI)
Tips merawat talenan kayu supaya awet (Foto: Gemini AI)

Setelah dicuci, jangan langsung menyimpan talenan kayu ke dalam laci atau lemari dapur, terutama jika permukaannya masih basah. Sisa air yang terperangkap pada permukaan atau bagian tertentu dapat membuat kondisi talenan lembap dalam waktu lama dan meningkatkan kemungkinan munculnya bau tidak sedap maupun pertumbuhan jamur.

Lap seluruh permukaan talenan menggunakan kain atau handuk bersih untuk mengurangi air yang tersisa setelah proses pencucian. Setelah itu, letakkan talenan dalam posisi berdiri atau sedikit miring agar udara dapat mencapai kedua sisinya dan proses pengeringan berlangsung secara lebih merata.

Pengeringan yang merata juga penting karena bagian talenan yang basah dan kering secara tidak seimbang dapat mengalami perubahan kelembapan dengan kecepatan berbeda. Hindari menjemur talenan langsung di bawah panas matahari dalam waktu lama, sebab panas berlebihan juga dapat membuat kayu kehilangan kelembapan terlalu cepat dan meningkatkan risiko retak.

4. Olesi dengan Mineral Oil Food-Grade Secara Berkala

Salah satu bagian penting dalam cara merawat talenan kayu adalah menjaga permukaannya agar tidak terlalu kering. Kayu yang kehilangan kelembapan secara berlebihan dapat terlihat kusam dan lebih rentan mengalami retakan, sehingga talenan membutuhkan perawatan berkala menggunakan minyak yang memang aman untuk permukaan yang bersentuhan dengan makanan.

Mineral oil food-grade dapat digunakan untuk membantu merawat permukaan talenan karena formulanya ditujukan untuk penggunaan pada peralatan dapur berbahan kayu. Oleskan minyak secara merata menggunakan kain bersih, kemudian biarkan beberapa saat agar minyak meresap ke dalam serat kayu sebelum sisa minyak pada permukaan dibersihkan.

Frekuensi perawatan dapat disesuaikan dengan seberapa sering talenan digunakan dan kondisi permukaannya, sehingga tidak harus dilakukan setiap hari. Ketika talenan mulai terlihat sangat kering, warnanya tampak kusam, atau permukaannya terasa lebih kasar, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa perawatan menggunakan minyak khusus perlu dilakukan kembali.

5. Jangan Menggunakan Minyak Goreng Biasa

Tips merawat talenan kayu supaya awet (Foto: Gemini AI)
Tips merawat talenan kayu supaya awet (Foto: Gemini AI)

Minyak goreng yang biasa digunakan untuk memasak sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama untuk melapisi talenan kayu. Meskipun sama-sama berbentuk minyak, minyak untuk memasak memiliki karakter berbeda dan beberapa jenis dapat mengalami oksidasi sehingga berubah aroma setelah berada cukup lama pada permukaan kayu.

Penggunaan minyak yang tidak sesuai juga dapat membuat permukaan talenan terasa lengket dan justru menarik debu atau sisa makanan. Kondisi tersebut tentu kurang ideal karena talenan merupakan perlengkapan yang bersentuhan langsung dengan bahan makanan selama proses memasak.

Pilih minyak yang secara khusus dinyatakan aman untuk peralatan kayu yang bersentuhan dengan makanan, terutama mineral oil food-grade. Produk tersebut dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan agar permukaan talenan tetap terawat tanpa meninggalkan aroma tengik atau lapisan yang mengganggu saat digunakan untuk menyiapkan makanan.

6. Bersihkan Noda dan Bau Secara Berkala

Talenan yang digunakan setiap hari lama-kelamaan dapat memiliki noda dari bahan makanan seperti tomat, kunyit, cabai, bawang, atau rempah lainnya. Aroma dari bahan makanan tertentu juga dapat bertahan lebih lama pada permukaan kayu karena material ini memiliki pori-pori yang dapat menyerap sebagian kelembapan dan senyawa dari makanan.

Untuk membantu membersihkan noda ringan dan mengurangi aroma yang tertinggal, permukaan talenan dapat digosok secara perlahan menggunakan garam kasar dan potongan lemon. Setelah proses tersebut, bilas talenan secukupnya dan segera keringkan menggunakan kain bersih agar tidak ada kelembapan berlebihan yang tertinggal.

Hindari menggosok permukaan terlalu keras atau terlalu sering menggunakan bahan abrasif karena dapat mempercepat pengikisan lapisan kayu. Jika noda sudah masuk sangat dalam, permukaan talenan mungkin membutuhkan pengamplasan ringan agar lapisan kayu yang bermasalah dapat diratakan kembali sebelum dilakukan perawatan menggunakan minyak khusus.

7. Gunakan Kedua Sisi Talenan Secara Bergantian

Talenan kayu
Talenan kayu (AI Generated)

Menggunakan kedua sisi talenan secara bergantian dapat menjadi kebiasaan sederhana yang membantu mengurangi keausan pada satu permukaan. Jika hanya satu sisi yang terus digunakan, bagian tersebut akan lebih cepat dipenuhi bekas potongan pisau, noda, dan goresan dibandingkan sisi lainnya.

Perhatikan pula jenis bahan makanan yang dipotong menggunakan talenan tersebut karena penggunaan yang berbeda dapat memengaruhi kebersihan dan kondisi permukaannya. Jika memungkinkan, sediakan talenan berbeda untuk bahan mentah seperti daging dan ikan serta bahan makanan yang siap dikonsumsi untuk membantu mengurangi risiko kontaminasi silang.

Setelah digunakan, kedua sisi tetap perlu dibersihkan dan dikeringkan meskipun salah satunya tidak digunakan untuk memotong makanan. Perawatan pada seluruh bagian talenan membantu menjaga kelembapan kayu tetap lebih seimbang sehingga bentuknya tidak mudah berubah akibat satu sisi terus-menerus mengalami tekanan dan paparan air.

8. Hindari Tekanan Pisau yang Terlalu Keras

Bekas potongan pada talenan merupakan hal yang wajar karena permukaannya memang digunakan sebagai alas untuk memotong makanan. Namun, tekanan pisau yang terlalu kuat dan penggunaan pisau dalam kondisi tertentu dapat membuat alur potongan menjadi semakin dalam sehingga permukaan talenan lebih cepat kasar dan sulit dibersihkan.

Menggunakan pisau yang cukup tajam justru dapat membantu mengurangi kebutuhan memberikan tekanan berlebihan saat memotong bahan makanan. Gerakan memotong yang terkendali juga membantu menjaga permukaan talenan agar tidak mendapatkan benturan berulang yang tidak diperlukan selama proses menyiapkan makanan.

Jika permukaan sudah dipenuhi goresan dalam, talenan dapat dipertimbangkan untuk diratakan kembali menggunakan amplas dengan tingkat kekasaran yang sesuai. Setelah permukaannya kembali halus dan bersih, lakukan perawatan lanjutan menggunakan minyak khusus agar serat kayu tetap terlindungi dan tidak cepat kering setelah proses pengamplasan.

9. Jauhkan dari Kompor dan Sumber Panas

Dapur Rumah Desa
Dapur dengan Lantai Teraso dan Meja Keramik. (AI Generated)

Dalam cara merawat talenan kayu, lokasi penyimpanan juga tidak kalah penting dibandingkan proses mencuci dan mengeringkannya. Meletakkan talenan terlalu dekat dengan kompor, oven, atau sumber panas lainnya dapat membuat kandungan air alami pada kayu menguap dengan cepat dan menyebabkan perubahan pada struktur material.

Panas yang terus-menerus mengenai satu bagian talenan juga dapat membuat proses pengeringan berlangsung tidak merata. Akibatnya, satu sisi dapat mengalami perubahan kondisi lebih cepat dibandingkan sisi lainnya sehingga talenan berisiko melengkung atau mengalami retakan pada bagian tertentu.

Sebaiknya simpan talenan di tempat yang kering, memiliki sirkulasi udara cukup, dan jauh dari sumber panas langsung. Setelah dicuci, biarkan talenan mengering secara alami sebelum disimpan, sehingga perlengkapan tersebut tidak hanya terhindar dari panas berlebihan tetapi juga tidak menyimpan kelembapan di tempat tertutup.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Merawat Talenan Kayu

Apakah talenan kayu boleh direndam?

Sebaiknya tidak, karena kayu dapat menyerap air dan mengalami perubahan ukuran yang berpotensi menyebabkan talenan melengkung atau retak.

Apakah talenan kayu boleh dicuci dengan sabun?

Boleh, dan sabun pencuci piring dapat digunakan untuk membersihkan sisa makanan serta minyak dari permukaannya sebelum talenan dikeringkan.

Berapa kali talenan kayu harus diberi minyak?

Frekuensinya bergantung pada pemakaian dan kondisi talenan, tetapi minyak khusus dapat diberikan kembali ketika permukaan mulai terlihat kering atau kusam.

Apakah talenan kayu boleh dijemur?

Talenan dapat dikeringkan setelah dicuci, tetapi sebaiknya tidak dijemur di bawah panas matahari secara berlebihan karena perubahan panas yang cepat dapat memengaruhi kondisi kayu.

Kapan talenan kayu harus diganti?

Talenan sebaiknya dipertimbangkan untuk diganti ketika sudah memiliki retakan besar, alur potongan sangat dalam, permukaan sulit dibersihkan, atau terdapat kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dengan perawatan biasa.

Rekomendasi