8 Trik Memangkas Pohon Buah agar Tidak Tumbuh Terlalu Tinggi dan Tetap Berbuah Lebat

Ketahui trik memangkas pohon buah agar tidak tumbuh terlalu tinggi agar pohon lebih mudah dirawat dan buah dapat dijangkau.

Bimo Bagas Basworo
Oleh Bimo Bagas Basworo - Reporter
8 Trik Memangkas Pohon Buah agar Tidak Tumbuh Terlalu Tinggi dan Tetap Berbuah Lebat
Trik Memangkas Pohon Buah agar Tidak Tumbuh Terlalu Tinggi dan Tetap Berbuah Lebat. (AI Generated)

Memiliki pohon buah di halaman rumah memberi manfaat karena hasil panennya dapat dinikmati sendiri. Namun, pertumbuhan pohon yang terus mengarah ke atas dapat menyulitkan pemilik saat menyiram, merawat, atau mengambil buah. Kondisi tersebut dapat dikendalikan dengan pemangkasan yang dilakukan sejak pohon masih dalam masa pertumbuhan.

Pohon buah tidak selalu perlu dibiarkan tumbuh setinggi mungkin. Cabang yang terlalu banyak dan tunas yang terus mengarah ke atas dapat membuat pohon sulit dijangkau. Pemangkasan membantu mengatur arah pertumbuhan cabang sekaligus membuat perawatan lebih mudah tanpa harus menunggu pohon mencapai ketinggian tertentu.

Agar hasilnya sesuai tujuan, ada beberapa trik memangkas pohon buah agar tidak tumbuh terlalu tinggi yang dapat dilakukan di rumah. Berikut adalah cara yang dapat diterapkan sesuai kondisi pohon yang telah dilansir oleh Merdeka.com dari berbagai sumber, Sabtu (12/9/2026).

1. Pangkas Ujung Batang Utama

Pangkas Ujung Batang Utama
Pangkas Ujung Batang Utama. (AI Generated)

Ujung batang utama menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan ketika pohon terus tumbuh ke atas. Jika bagian ini dibiarkan, pertumbuhan dapat terus mengarah vertikal. Pemangkasan ujung batang utama dapat membantu menghentikan pertambahan tinggi pada titik tersebut dan mendorong pohon membentuk cabang ke arah samping.

Gunakan alat pangkas yang bersih dan memiliki mata potong yang dapat membuat potongan tanpa merusak bagian batang. Potong bagian ujung batang di atas titik tumbuh atau cabang yang ingin dipertahankan. Hindari memotong terlalu dekat dengan cabang karena bagian tersebut tetap perlu menjadi tempat pertumbuhan berikutnya.

Pemangkasan ujung batang sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan bentuk pohon secara keseluruhan. Jangan langsung memotong bagian dalam jumlah banyak hanya untuk menurunkan ketinggian. Lakukan sedikit demi sedikit agar pohon tetap memiliki cabang yang dapat menopang daun dan buah setelah proses pemangkasan selesai.

2. Pilih Cabang yang Tumbuh ke Atas

Cabang yang tumbuh tegak ke atas dapat membuat pohon bertambah tinggi dengan cepat. Cabang seperti ini dapat dipilih sebagai bagian yang dipangkas, terutama jika sudah muncul beberapa cabang lain yang mengarah ke samping. Cara tersebut membantu mengurangi pertumbuhan yang berpusat pada bagian atas pohon.

Perhatikan arah tumbuh setiap cabang sebelum memotongnya. Pilih cabang yang mengarah ke atas dan tidak diperlukan untuk membentuk struktur pohon. Jangan memangkas semua cabang vertikal sekaligus karena pohon tetap membutuhkan daun untuk menghasilkan makanan bagi pertumbuhannya.

Potong cabang dari bagian yang dekat dengan pangkalnya tanpa melukai batang atau cabang utama. Jika cabang yang dipotong berukuran besar, kerjakan dengan hati-hati agar bagian yang tersisa tidak terbelah. Setelah pemangkasan, amati tunas baru yang muncul dan pangkas kembali tunas yang kembali mengarah ke atas.

3. Pertahankan Cabang yang Mengarah ke Samping

Pertahankan Cabang yang Mengarah ke Samping
Pertahankan Cabang yang Mengarah ke Samping. (AI Generated)

Cabang yang tumbuh ke samping dapat membantu pohon membentuk tajuk dengan arah melebar. Mempertahankan cabang seperti ini menjadi bagian dari cara mengatur pertumbuhan pohon tanpa terus menambah ketinggian. Cabang samping juga dapat menjadi tempat munculnya daun, bunga, dan buah pada beberapa jenis tanaman buah.

Saat memilih cabang yang dipertahankan, lihat posisinya terhadap batang utama dan cabang lain. Hindari mempertahankan terlalu banyak cabang yang berada pada titik yang sama. Cabang yang saling bertumpuk dapat mengganggu ruang tumbuh dan membuat bagian dalam pohon kurang mendapat cahaya.

Jika terdapat tunas baru yang tumbuh ke arah samping, jangan langsung dipotong selama arahnya masih sesuai dengan bentuk pohon yang diinginkan. Tunas tersebut dapat dipertahankan untuk membentuk cabang berikutnya. Dengan cara ini, pertumbuhan pohon diarahkan melebar secara bertahap, bukan terus memanjang ke atas.

4. Pangkas Tunas yang Tumbuh Tegak

Tunas baru yang tumbuh tegak sering muncul setelah pohon dipangkas. Jika dibiarkan, tunas tersebut dapat kembali membuat pohon bertambah tinggi. Periksa bagian atas dan bagian dalam tajuk secara berkala untuk menemukan tunas yang tumbuh lurus ke atas sebelum ukurannya bertambah.

Tunas yang masih kecil dapat dipotong menggunakan gunting pangkas. Pilih tunas yang tumbuh dari batang atau cabang dan mengarah langsung ke atas. Pemangkasan saat tunas masih kecil membuat pekerjaan lebih mudah dan mengurangi kebutuhan memotong cabang yang sudah berukuran besar.

Jangan hanya memperhatikan bagian paling atas pohon. Tunas tegak dapat muncul dari berbagai bagian cabang. Pemeriksaan secara berkala membantu menjaga arah pertumbuhan setelah pemangkasan utama dilakukan. Jika tunas baru mulai muncul, potong sesuai kebutuhan sebelum pertumbuhannya mengubah bentuk pohon kembali.

5. Pangkas Cabang yang Saling Berdesakan

Pangkas Cabang yang Saling Berdesakan
Pangkas Cabang yang Saling Berdesakan. (AI Generated)

Cabang yang tumbuh terlalu rapat dapat membuat pohon menghabiskan ruang pada bagian tertentu. Kondisi ini juga menyulitkan pemilik ketika ingin melihat bagian dalam pohon. Pangkas salah satu cabang yang tumbuh berdesakan untuk memberi ruang bagi cabang yang arahnya lebih sesuai.

Sebelum memotong, tentukan cabang mana yang akan dipertahankan. Utamakan cabang yang memiliki arah tumbuh sesuai bentuk pohon dan tidak mengganggu cabang lain. Setelah pilihan dibuat, potong cabang yang tidak diperlukan dari pangkalnya agar ruang pada bagian tersebut dapat digunakan oleh cabang yang dipertahankan.

Pemangkasan cabang yang berdesakan juga membantu pemilik melihat kondisi pohon dengan lebih mudah. Daun, tunas, dan buah dapat diperiksa tanpa harus berhadapan dengan terlalu banyak cabang. Lakukan pemangkasan secara bertahap karena terlalu banyak cabang yang dipotong dalam satu waktu dapat memengaruhi kondisi pohon.

6. Jangan Memangkas Semua Bagian Sekaligus

Keinginan membuat pohon lebih pendek dapat membuat pemilik memotong banyak cabang dalam satu waktu. Cara ini sebaiknya dihindari. Pohon tetap membutuhkan daun dan cabang untuk menjalankan pertumbuhannya. Pemangkasan dapat dilakukan dalam beberapa tahap agar perubahan pada pohon tidak terjadi sekaligus.

Mulailah dari bagian yang paling jelas mengarah ke atas atau mengganggu bentuk pohon. Setelah itu, beri waktu untuk melihat pertumbuhan tunas baru. Dari hasil pengamatan tersebut, pemilik dapat menentukan bagian mana yang perlu dipangkas pada tahap berikutnya tanpa harus memotong banyak bagian sejak awal.

Jumlah bagian yang dapat dipangkas juga bergantung pada jenis, ukuran, dan kondisi pohon. Pohon yang sudah besar membutuhkan pertimbangan lebih sebelum dipotong. Jika ragu terhadap cabang utama atau bagian yang berukuran besar, sebaiknya jangan memotongnya secara sembarangan dan pertimbangkan bantuan orang yang memahami pemangkasan.

7. Pilih Waktu Pemangkasan yang Sesuai

Pilih Waktu Pemangkasan yang Sesuai
Pilih Waktu Pemangkasan yang Sesuai. (AI Generated)

Waktu pemangkasan perlu diperhatikan karena kondisi pohon berubah mengikuti tahap pertumbuhannya. Pemangkasan untuk mengendalikan tinggi umumnya dilakukan ketika pertumbuhan dapat dipantau dengan mudah. Hindari melakukan pemangkasan tanpa mempertimbangkan kondisi pohon, terutama ketika pohon sedang mengalami masalah.

Periksa pohon terlebih dahulu sebelum mulai memotong. Pastikan tidak terdapat bagian yang patah, terserang hama, atau menunjukkan tanda penyakit yang membutuhkan penanganan berbeda. Pemilik juga perlu mengetahui jenis pohon karena kebutuhan pemangkasan setiap tanaman buah dapat berbeda.

Untuk pohon buah yang sudah menghasilkan buah, waktu pemangkasan juga perlu disesuaikan dengan pola berbuahnya. Pemangkasan pada waktu yang kurang tepat dapat memengaruhi bagian tempat bunga atau buah muncul. Jika belum mengetahui pola pertumbuhan pohon, cari informasi mengenai jenis tanaman tersebut sebelum melakukan pemangkasan.

8. Rawat Pohon Setelah Dipangkas

Pemangkasan tidak berhenti ketika cabang sudah dipotong. Pohon perlu diamati setelah proses tersebut untuk melihat kondisi bagian yang dipangkas dan pertumbuhan tunas berikutnya. Pastikan pohon memperoleh air sesuai kebutuhan dan tetap mendapatkan cahaya yang diperlukan untuk pertumbuhan.

Periksa bagian bekas potongan secara berkala. Jika terdapat perubahan pada bagian tersebut, cari tahu penyebabnya sebelum memberikan bahan apa pun. Hindari menutup luka potongan dengan bahan yang tidak diperlukan. Kebersihan alat pangkas juga perlu diperhatikan agar proses pemangkasan berikutnya tidak membawa kotoran ke bagian tanaman.

Setelah beberapa waktu, perhatikan arah tunas baru yang muncul. Jika tunas kembali tumbuh tegak, lakukan pemangkasan pada waktu yang sesuai. Perawatan seperti ini membuat pengaturan tinggi pohon menjadi proses yang dilakukan secara berkala, bukan tindakan satu kali ketika pohon sudah terlanjur sulit dijangkau.

Pertanyaan Seputar Trik Memangkas Pohon Buah agar Tidak Tumbuh Terlalu Tinggi

1. Apakah pohon buah bisa dibuat tidak terlalu tinggi?

Bisa. Tinggi pohon dapat dikendalikan melalui pemangkasan dan pengaturan arah pertumbuhan cabang. Ujung batang utama serta cabang yang tumbuh tegak dapat dipangkas sesuai kebutuhan. Namun, hasilnya bergantung pada jenis pohon, usia tanaman, kondisi pertumbuhan, dan cara pemangkasan yang dilakukan.

2. Kapan waktu yang tepat untuk memangkas pohon buah?

Waktunya berbeda menurut jenis pohon dan tujuan pemangkasan. Pemilik sebaiknya mengetahui pola pertumbuhan dan waktu berbuah tanaman terlebih dahulu. Hindari memangkas ketika pohon sedang mengalami tekanan, terserang penyakit, atau memiliki kondisi yang membutuhkan penanganan lain.

3. Apakah memotong pucuk bisa membuat pohon tidak tumbuh tinggi?

Memotong pucuk dapat membantu mengurangi pertumbuhan pada bagian atas, tetapi bukan berarti pohon berhenti tumbuh. Setelah pucuk dipangkas, tunas baru dapat muncul dari bagian lain. Tunas tersebut perlu diarahkan agar pertumbuhan berikutnya tidak kembali terpusat ke atas.

4. Mengapa setelah dipangkas muncul banyak tunas ke atas?

Tunas baru dapat muncul sebagai respons terhadap pemangkasan. Beberapa tunas kemudian tumbuh dengan arah tegak. Tunas seperti ini perlu dipantau dan dipangkas sesuai kebutuhan agar tidak mengambil alih bagian atas pohon dan membuat ketinggiannya kembali bertambah.

5. Apakah semua cabang pohon buah boleh dipotong?

Tidak. Cabang utama, cabang yang menopang bagian pohon, dan cabang yang menjadi tempat munculnya bunga atau buah perlu dipertimbangkan sebelum dipotong. Pemangkasan sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan, bukan dengan memotong semua cabang yang dianggap mengganggu.

Rekomendasi