Tren dekorasi rumah kembali menoleh ke belakang. Sejumlah tanaman hias jadul yang kembali populer di rumah Indonesia kini menghiasi teras, ruang tamu, hingga sudut apartemen kota besar. Dari aglaonema sampai spider plant, koleksi lama yang dulu identik dengan rumah orang tua kini jadi buruan generasi baru pencinta tanaman.
Fenomena ini tak lepas dari kejenuhan terhadap tanaman hias impor yang harganya melambung saat pandemi. Banyak orang mulai melirik kembali koleksi lawas yang mudah dirawat, murah, dan tahan banting. Nostalgia terhadap halaman rumah masa kecil turut mendorong minat terhadap jenis-jenis yang sempat ditinggalkan.
Berikut ini adalah 10 tanaman hias jadul yang kembali populer di rumah Indonesia jika Anda sedang mencari tanaman untuk menghias rumah Anda yang telah dirangkum dari berbagai sumber, Sabtu (12/9/2026). Simak ulasannya agar tak salah pilih saat berburu tanaman untuk mempercantik rumah.
Advertisement
1. Aglaonema (Sri Rejeki)
Aglaonema atau sri rejeki lama dikenal sebagai penghuni tetap teras rumah Indonesia sejak beberapa dekade lalu. Tanaman ini kembali naik daun karena varietas modern menawarkan corak daun jauh lebih beragam dibanding versi jadulnya, mulai dari hijau tua, merah menyala, merah muda pastel, hingga kombinasi perak yang berkilau saat terkena cahaya.
Perawatan aglaonema tergolong mudah karena tanaman ini toleran terhadap cahaya rendah dan tidak perlu disiram terlalu sering. Karakter itu membuatnya cocok diletakkan di sudut ruang kerja atau meja televisi rumah minimalis. Kombinasi corak daun mencolok dan perawatan minim menjadikan aglaonema pilihan favorit pencinta tanaman hias, baik pemula maupun yang sudah berpengalaman.
Advertisement
2. Lidah Mertua (Sansevieria)
Lidah mertua alias Sansevieria merupakan salah satu tanaman hias jadul yang paling sering ditemukan di rumah-rumah Indonesia sejak lama. Bentuk daunnya yang tegak lurus menjulang memberikan kesan rapi dan modern, sangat berbeda dari kesan kaku yang melekat pada tanaman ini di masa lalu. Kini banyak desainer interior memakainya sebagai elemen dekoratif ruang minimalis.
Selain estetis, lidah mertua dikenal luas karena kemampuannya menyaring udara dalam ruangan, menjadikannya pilihan populer untuk kamar tidur maupun ruang kerja. Perawatannya pun sangat mudah karena tanaman ini tahan kekeringan dan jarang perlu disiram. Kombinasi manfaat kesehatan dan tampilan modern membuat lidah mertua tetap relevan lintas generasi.
Advertisement
3. Monstera Deliciosa
Monstera deliciosa dulu banyak tumbuh subur di halaman rumah tanpa dianggap istimewa, bahkan sering dibiarkan merambat liar di pagar. Ketika tren tanaman indoor meledak beberapa tahun terakhir, daunnya yang besar dengan lubang dan lekukan khas justru menjadi incaran karena memberi kesan tropis nan artistik. Monstera kini menjelma ikon estetika rumah kekinian.
Popularitas monstera juga didorong oleh kemudahan perbanyakannya lewat stek batang, sehingga penggemar tanaman bisa memperbanyak koleksi tanpa biaya besar. Ukurannya yang bisa disesuaikan, dari pot kecil di meja hingga tanaman besar di sudut ruang tamu, membuatnya fleksibel untuk berbagai gaya hunian. Perawatan yang tidak rumit menambah alasan mengapa monstera bertahan sebagai favorit.
Advertisement
4. Sirih Gading (Epipremnum aureum)
Sirih gading termasuk tanaman rambat yang dulu lazim ditanam di pot sederhana atau dibiarkan merambat di pagar dan pohon halaman. Sifatnya yang mudah tumbuh dan gampang diperbanyak lewat stek menjadikannya salah satu tanaman hias jadul yang bertahan lintas zaman. Kini tanaman yang sama tampil beda dalam pot gantung dekoratif di rumah minimalis.
Daya tarik sirih gading terletak pada daunnya yang berbentuk hati dengan corak hijau-kuning yang cerah, mampu menghidupkan sudut ruangan tanpa perawatan rumit. Tanaman ini toleran terhadap berbagai kondisi cahaya, mulai dari terang tidak langsung hingga agak minim cahaya. Karena itu, sirih gading kerap dijadikan pilihan pertama bagi pemula yang baru mengoleksi tanaman hias.
Advertisement
5. Philodendron
Philodendron telah lama menjadi bagian dari koleksi tanaman hias rumahan Indonesia, hadir dalam berbagai jenis dengan bentuk daun yang khas dan beragam. Setelah sempat meredup, tanaman ini kembali diminati seiring meningkatnya minat terhadap tanaman hias berdaun hijau lebat yang memberi nuansa asri pada ruangan. Variasi bentuk daunnya membuat philodendron cocok untuk berbagai gaya dekorasi.
Salah satu keunggulan philodendron adalah kemampuannya mengisi sudut ruangan kosong tanpa membutuhkan banyak dekorasi tambahan, cukup dengan pot dan sedikit cahaya alami. Perawatannya relatif mudah karena tanaman ini toleran terhadap fluktuasi kelembapan dan suhu ruangan. Karakter tangguh inilah yang membuat philodendron tetap diandalkan penghuni rumah dari generasi ke generasi.
Advertisement
6. Kuping Gajah (Anthurium)
Kuping gajah atau anthurium lekat dengan gambaran halaman rumah zaman dulu, biasa ditanam di pekarangan atau pot besar dekat teras. Daunnya yang lebar dengan tulang daun menonjol membuat tanaman ini mudah dikenali bahkan dari kejauhan. Kini kuping gajah kembali menarik perhatian sebagai pilihan tanaman berdaun besar untuk mempercantik teras maupun area teduh rumah modern.
Selain tampilannya yang khas, kuping gajah dikenal cukup tahan banting dan tidak memerlukan perawatan intensif asalkan mendapat kelembapan yang cukup. Ukurannya yang besar menjadikannya titik fokus alami di teras atau taman kecil tanpa perlu tambahan ornamen lain. Kombinasi ketahanan dan tampilan dramatis ini membuat kuping gajah kembali dilirik pencinta tanaman hias masa kini.
Advertisement
7. Puring (Codiaeum variegatum)
Puring dahulu menjadi tanaman andalan yang ditanam berjajar di halaman atau dekat pagar rumah untuk mempercantik area luar. Warna daunnya yang beragam, mulai dari hijau, kuning, jingga, hingga merah dalam satu tanaman, menjadikannya sumber warna alami tanpa perlu bunga. Tren berkebun di halaman rumah kini membawa puring kembali menjadi pilihan populer.
Keunikan puring terletak pada kemampuannya menghadirkan gradasi warna yang berubah tergantung intensitas cahaya matahari yang diterimanya. Penghobi tanaman kini banyak mengombinasikan beberapa varietas puring untuk menciptakan komposisi warna yang hidup di halaman. Perawatannya yang tidak rumit turut mendukung kebangkitan tanaman jadul ini di kalangan pemilik rumah masa kini.
Advertisement
8. Palem Kuning (Dypsis lutescens)
Palem kuning pernah menjadi tanaman wajib untuk mempercantik halaman dan area depan rumah pada masanya, memberi kesan tropis yang kental. Rumpunnya yang rimbun dengan batang kuning kehijauan menciptakan pembatas alami yang estetik sekaligus fungsional. Tren menghadirkan nuansa tropis pada rumah modern membawa palem kuning kembali menjadi incaran.
Selain fungsinya sebagai peneduh dan pembatas visual, palem kuning cocok dipadukan dengan desain rumah minimalis karena bentuknya yang ramping namun tetap rimbun. Tanaman ini juga relatif mudah dirawat dan dapat tumbuh baik di area dengan sinar matahari yang cukup. Kombinasi fungsi dan estetika inilah yang membuat palem kuning tetap relevan hingga sekarang.
Advertisement
9. Nusa Indah (Mussaenda)
Nusa indah merupakan tanaman berbunga yang dahulu cukup sering dijumpai di halaman rumah, terutama karena bunganya yang tampil sepanjang tahun dengan perawatan sederhana. Warna bunganya yang lembut, mulai dari putih, merah muda, hingga merah, memberi kesan klasik yang menenangkan. Tren menghadirkan kembali suasana taman tempo dulu membuat nusa indah naik daun lagi.
Pemilik rumah yang ingin menghadirkan sentuhan warna lembut tanpa perlu perawatan taman yang rumit kerap memilih nusa indah sebagai solusi praktis. Tanaman ini bisa ditanam langsung di tanah maupun dalam pot besar di teras, menyesuaikan luas lahan yang tersedia. Kombinasi kepraktisan dan nilai nostalgia menjadi daya tarik utama nusa indah saat ini.
Advertisement
10. Spider Plant (Chlorophytum comosum)
Spider plant memiliki daun panjang menjuntai dengan garis putih di tengahnya, sempat populer sebagai penghias rumah pada dekade sebelumnya sebelum perlahan ditinggalkan. Tanaman ini kembali dilirik seiring tren menggantung tanaman hias di dalam ruangan untuk menghemat ruang lantai. Bentuknya yang unik membuat spider plant cocok dipadukan dengan berbagai gaya dekorasi rumah.
Kelebihan spider plant terletak pada kemudahan perbanyakannya lewat tunas kecil yang tumbuh dari induknya, sehingga satu tanaman bisa berkembang menjadi banyak pot baru. Karakter ini menjadikannya pilihan favorit untuk pot gantung, rak tanaman bertingkat, maupun sudut ruangan yang membutuhkan sentuhan hijau tanpa memakan banyak tempat. Perawatan yang mudah membuat spider plant tetap digemari lintas generasi.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Tanaman Hias Jadul yang Kembali Populer
Mengapa tanaman hias jadul kembali populer di rumah Indonesia?
Kejenuhan terhadap tanaman hias impor yang mahal, kemudahan perawatan, serta nostalgia terhadap suasana rumah masa kecil mendorong tren ini kembali menguat.
Apa tanaman hias jadul yang paling mudah dirawat pemula?
Lidah mertua dan sirih gading termasuk paling mudah karena tahan kekeringan dan tetap tumbuh baik meski minim cahaya.
Apakah tanaman hias jadul cocok untuk rumah minimalis?
Sangat cocok. Varietas modern seperti aglaonema dan monstera memiliki tampilan yang selaras dengan estetika minimalis rumah masa kini.
Bagaimana cara memperbanyak tanaman hias jadul seperti spider plant dan sirih gading?
Keduanya bisa diperbanyak lewat stek batang atau tunas kecil dari tanaman induk, tanpa memerlukan teknik atau alat khusus.
Apakah tanaman hias jadul memerlukan perawatan khusus dibanding tanaman modern?
Umumnya tidak. Mayoritas tanaman jadul justru dikenal tangguh dan toleran terhadap berbagai kondisi lingkungan rumah.