Tanaman yang bisa dibentuk mengikuti tiang atau penyangga menjadi pilihan menarik untuk mempercantik rumah sekaligus memanfaatkan ruang secara vertikal. Tanaman jenis ini dapat diarahkan untuk tumbuh mengikuti pagar, teralis, pergola, kawat, hingga tiang sederhana di dalam pot.
Tanaman rambat memiliki karakter pertumbuhan yang berbeda-beda. Ada yang memiliki sulur untuk mencengkeram penyangga, batang yang melilit, maupun tanaman yang perlu diarahkan dan diikat secara manual.
Untuk tanaman buah dan sayur, pertumbuhan secara vertikal dapat membuat buah lebih mudah dipanen sekaligus mengurangi kontak langsung dengan tanah. Berikut beberapa tanaman yang dapat dibentuk mengikuti tiang atau penyangga, oleh Merdeka.com, Jumat (11/9/2026).
Advertisement
Tanaman Hias yang Bisa Mengikuti Tiang dan Penyangga
1. Sirih Gading
Sirih gading (Epipremnum aureum) merupakan salah satu tanaman hias yang mudah diarahkan mengikuti penyangga. Tanaman ini memiliki batang menjalar yang dapat dilatih untuk tumbuh pada teralis, tiang, atau media rambat lainnya.
Daunnya yang memiliki perpaduan warna hijau dan kuning membuat sirih gading cocok digunakan untuk mempercantik sudut rumah. Tanaman ini juga relatif mudah dirawat dan dapat tumbuh pada area dengan cahaya tidak langsung hingga teduh. Untuk membuatnya mengikuti tiang, batang dapat diarahkan dan diikat secara perlahan pada penyangga.
2. Bougenville
Bougenville atau bunga kertas dapat dibentuk mengikuti pagar, tiang, maupun pergola. Tanaman ini menyukai sinar matahari penuh dan dapat tumbuh cukup tinggi jika mendapatkan kondisi yang sesuai.
Warna bunganya yang mencolok, seperti merah muda, ungu, putih, dan oranye, membuat bougenville cocok dijadikan elemen dekoratif pada halaman. Pemangkasan secara berkala diperlukan agar bentuk tanaman tetap rapi dan pertumbuhannya tidak terlalu lebat.
3. Morning Glory
Morning glory (Ipomoea purpurea) dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat dan bunga berbentuk terompet yang menarik. Tanaman ini dapat diarahkan mengikuti pagar, tiang, kawat, atau pergola.
Bunganya umumnya mekar pada pagi hari dan kemudian menutup ketika hari semakin siang. Karena pertumbuhannya cepat, morning glory cocok digunakan untuk menutupi area vertikal dalam waktu relatif singkat. Namun, tanaman tetap perlu dipangkas agar tidak tumbuh tidak terkendali.
4. Mandevilla
Mandevilla atau bunga terompet memiliki bunga berbentuk terompet dengan warna yang mencolok. Tanaman ini dapat diarahkan untuk tumbuh mengikuti kawat, teralis, pagar, maupun tiang.
Di daerah tropis, mandevilla dapat tumbuh dengan baik jika memperoleh cahaya yang cukup. Batangnya perlu dibantu dengan penyangga karena tanaman ini tidak selalu dapat berdiri tegak sendiri. Selain mempercantik taman, mandevilla juga dapat digunakan untuk menghias balkon atau fasad rumah.
5. Air Mata Pengantin
Air mata pengantin (Antigonon leptopus) memiliki bunga berwarna merah muda hingga ungu yang membuatnya menarik sebagai tanaman penghias pagar atau pergola. Pertumbuhannya relatif cepat sehingga dapat digunakan untuk menutupi area penyangga.
Tanaman ini dapat diarahkan mengikuti struktur yang tersedia. Namun, karena pertumbuhannya cukup agresif, pemangkasan secara berkala tetap diperlukan untuk mempertahankan bentuk dan mencegahnya menyebar ke area yang tidak diinginkan.
6. Allamanda
Allamanda memiliki bunga kuning berbentuk terompet yang mencolok. Meskipun tidak memiliki sulur seperti beberapa tanaman rambat lainnya, batangnya dapat diarahkan mengikuti pagar atau kawat dengan bantuan manusia.
Tanaman ini cocok ditempatkan di area yang mendapatkan cukup sinar matahari. Penyangga dapat membantu membentuk arah pertumbuhan sekaligus membuat tampilannya lebih rapi.
7. Heartleaf Philodendron
Heartleaf philodendron merupakan tanaman hias yang cocok untuk area dalam ruangan. Daunnya berbentuk hati dan berwarna hijau mengilap, sedangkan batangnya dapat menjalar atau diarahkan mengikuti media tertentu.
Tanaman ini dapat ditanam dalam pot kemudian diarahkan ke tiang atau teralis kecil. Heartleaf philodendron juga relatif toleran terhadap cahaya rendah hingga sedang sehingga cocok untuk mempercantik sudut rumah yang tidak mendapatkan sinar matahari langsung.
Advertisement
Tanaman Buah yang Bisa Dilatih pada Penyangga
8. Markisa
Markisa (Passiflora edulis) tidak hanya menghasilkan buah, tetapi juga memiliki bunga yang unik dan menarik. Tanaman ini memiliki sulur yang dapat mencengkeram struktur penyangga sehingga cocok ditanam pada pergola, pagar tinggi, atau teralis.
Karena pertumbuhannya dapat melebar, markisa membutuhkan penyangga yang cukup kuat. Dengan pengarahan dan pemangkasan yang tepat, tanaman dapat membentuk kanopi hijau yang memberikan keteduhan sekaligus menghasilkan buah.
9. Anggur
Anggur merupakan tanaman buah yang sangat cocok dibentuk mengikuti pergola atau teralis. Batangnya dapat diarahkan secara horizontal untuk membentuk naungan, sementara daunnya yang lebar membuat area di bawahnya terasa lebih teduh.
Agar pertumbuhan dan produksi buah lebih optimal, anggur membutuhkan pemangkasan secara rutin. Penyangga juga harus cukup kokoh karena tanaman yang sudah besar dapat memiliki bobot yang cukup berat, terutama ketika sedang berbuah.
10. Buah Naga
Buah naga termasuk tanaman dari kelompok kaktus yang membutuhkan tiang penyangga karena batangnya tidak dapat berdiri tegak sendiri. Tiang beton atau material kokoh lainnya dapat digunakan untuk menopang tanaman.
Batang buah naga dapat diarahkan ke atas hingga mencapai bagian atas tiang, kemudian dibiarkan menjuntai. Selain menghasilkan buah, bentuk pertumbuhannya juga dapat menjadi elemen unik di taman rumah.
11. Blackberry
Blackberry memiliki varietas yang tumbuh merambat maupun semi-tegak. Batangnya dapat dilatih mengikuti pagar atau teralis agar pertumbuhan lebih teratur.
Karena beberapa varietas memiliki duri, lokasi penanaman perlu dipertimbangkan dengan baik, terutama jika tanaman berada dekat jalur lalu-lalang. Penyangga juga membantu menjaga batang dan buah tidak menyentuh tanah.
Advertisement
Tanaman Sayur yang Cocok Mengikuti Tiang atau Para-para
12. Kacang Panjang
Kacang panjang merupakan salah satu sayuran yang sangat cocok ditanam secara vertikal. Tanaman ini memiliki batang yang tumbuh memanjang dan dapat melilit lanjaran atau bambu.
Gunakan beberapa batang bambu dengan ketinggian sekitar 1,5 hingga 2 meter sebagai penyangga. Dengan pertumbuhan vertikal, tanaman menjadi lebih mudah dirawat dan polong juga lebih mudah dipanen.
13. Mentimun
Mentimun memiliki sulur yang dapat mencengkeram jaring, kawat, atau teralis. Karena itu, tanaman ini sangat cocok ditanam menggunakan sistem rambatan.
Menanam mentimun secara vertikal juga dapat membantu menjaga buah tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Selain menghemat tempat, metode ini membuat tanaman lebih mudah dipantau dan dipanen.
14. Tomat Rambat
Tomat rambat membutuhkan penyangga untuk menopang batang dan buah yang terus berkembang. Pagar besi, kawat, atau ajir dapat digunakan sebagai tempat mengarahkan batang.
Batang sebaiknya diikat secara berkala menggunakan pengikat yang tidak terlalu ketat agar tidak melukai tanaman. Dengan cara ini, tanaman dapat tumbuh lebih teratur sekaligus menghemat ruang di kebun.
15. Pare
Pare merupakan tanaman merambat yang membutuhkan turus, teralis, atau para-para untuk menopang pertumbuhannya. Tanaman ini menyukai sinar matahari dan media tanam yang subur serta memiliki drainase baik.
Para-para dapat digunakan agar sulur pare menyebar di bagian atas. Selain membuat tanaman lebih mudah dirawat, metode ini juga membuat buah menggantung dan lebih mudah terlihat ketika sudah siap dipanen.
Advertisement
Pilihan Penyangga untuk Membentuk Tanaman
Jenis penyangga perlu disesuaikan dengan ukuran dan karakter tanaman. Beberapa pilihan yang dapat digunakan antara lain:
- Tiang atau ajir: Cocok untuk tanaman seperti buah naga, tomat, dan tanaman yang membutuhkan pertumbuhan tegak.
- Teralis: Ideal untuk tanaman hias dan tanaman buah yang memiliki batang atau sulur untuk mengikuti kisi-kisi.
- Pergola: Cocok untuk tanaman yang dapat membentuk kanopi, seperti anggur dan markisa.
- Pagar: Dapat dimanfaatkan sebagai media rambatan sekaligus pembatas alami pada halaman.
- Kawat atau jaring: Pilihan praktis untuk mentimun, kacang panjang, tomat rambat, dan tanaman dengan sulur.
- Para-para: Cocok untuk tanaman sayuran yang tumbuh lebat seperti pare dan beberapa jenis labu.
Pastikan penyangga cukup kuat untuk menahan bobot tanaman ketika sudah tumbuh besar. Jarak antartiang juga perlu disesuaikan dengan jenis tanaman dan bentuk struktur yang ingin dibuat. Penyangga yang terlalu rapat dapat menghambat pertumbuhan, sedangkan struktur yang terlalu renggang membuat tanaman sulit diarahkan.
Advertisement
Tips Membentuk Tanaman Mengikuti Tiang
Agar tanaman dapat mengikuti penyangga dengan baik, arahkan batang atau sulur sejak tanaman masih muda. Ikat secara longgar menggunakan tali yang tidak mudah melukai batang. Jangan menarik batang terlalu kuat karena dapat menyebabkan jaringan tanaman rusak.
Lakukan pemangkasan secara berkala untuk mengendalikan pertumbuhan dan membuang bagian yang sudah kering atau tidak produktif. Pastikan tanaman mendapatkan cahaya, air, dan nutrisi sesuai kebutuhannya.
Advertisement
Pertanyaan Seputar Tanaman yang Bisa Dibentuk Mengikuti Tiang atau Penyangga
Apa saja tanaman yang bisa dibentuk mengikuti tiang atau penyangga?
Beberapa tanaman yang dapat diarahkan mengikuti tiang atau penyangga antara lain sirih gading, bougenville, morning glory, mandevilla, air mata pengantin, markisa, anggur, buah naga, kacang panjang, mentimun, tomat rambat, dan pare.
Apa fungsi tiang atau penyangga untuk tanaman?
Penyangga membantu mengarahkan pertumbuhan tanaman agar lebih rapi dan teratur. Pada tanaman buah dan sayur, penyangga juga dapat menjaga batang serta buah tidak menyentuh tanah, menghemat lahan, dan memudahkan perawatan maupun pemanenan.
Apa jenis penyangga yang cocok untuk tanaman merambat?
Jenis penyangga dapat disesuaikan dengan karakter tanaman. Tiang atau ajir cocok untuk buah naga dan tomat, sedangkan teralis dan kawat dapat digunakan untuk mentimun atau kacang panjang. Pergola dan para-para cocok untuk tanaman yang tumbuh melebar seperti anggur, markisa, dan pare.
Bagaimana cara mengarahkan tanaman agar mengikuti penyangga?
Arahkan batang atau sulur ke penyangga sejak tanaman masih muda, kemudian ikat secara longgar menggunakan tali yang tidak melukai batang. Lakukan pemangkasan secara berkala agar pertumbuhan tetap terkendali dan bentuk tanaman sesuai dengan struktur yang digunakan.