Bentrok antarkelompok warga akibat sengketa lahan pecah di Sarsiantar, Desa Matiti II, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatra Utara, Sabtu (12/9) sekitar pukul 08.00 WIB. Insiden ini mengakibatkan 13 rumah terbakar, belasan kendaraan rusak, serta delapan orang mengalami luka-luka.
Kasi Humas Polres Humbahas, Bripka Jafar Simanjuntak mengonfirmasi peristiwa tersebut. Menurutnya, keributan melibatkan kelompok Raja Bius Manullang dengan keturunan Ompu Patar Munte yang memang sudah lama berselisih paham mengenai klaim kepemilikan lahan di lokasi tersebut.
"Kejadian diduga berawal dari pembakaran pondok atau gubuk milik kelompok Raja Bius Manullang. Pihak Raja Bius Manullang menduga aksi pembakaran tersebut dilakukan oleh pihak keturunan Ompu Patar Munte," ujar Jafar, Senin (14/9).
Advertisement
Bentrok Meluas
Eskalasi bentrokan yang membesar mengakibatkan kerusakan material cukup masif di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Selain permukiman warga, fasilitas usaha dan kendaraan juga menjadi sasaran perusakan.
Polres Humbahas memerinci total kerusakan akibat bentrokan tersebut meliputi 13 unit rumah warga, satu unit Resto Gracia, tujuh unit kendaraan roda empat, satu unit kendaraan roda enam (truk), serta tujuh unit kendaraan roda dua.
"Dalam peristiwa ini, sebanyak delapan orang dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini sudah mendapatkan penanganan medis," ujar Jafar.
Guna mengendalikan situasi, personel kepolisian diterjunkan ke lokasi untuk membubarkan massa. Dalam proses penertiban tersebut, petugas sempat mendapat perlawanan dari salah seorang warga.
"Satu orang sudah kami amankan karena melawan petugas pada saat proses pembubaran dengan cara melempar petugas di lapangan," kata Jafar.
Advertisement
Sejumlah Korban dan Saksi Diperiksa Polisi
Saat ini, pihak korban dari insiden tersebut telah membuat laporan resmi ke Mapolres Humbahas. Penyidik Satreskrim Polres Humbahas pun telah memeriksa sejumlah korban dan saksi untuk mendalami kasus ini.
Jafar menambahkan bahwa Kapolres Humbahas sangat menyesalkan terjadinya peristiwa bentrokan berdarah ini. Pihaknya memastikan proses hukum akan berjalan profesional, transparan, dan berkeadilan bagi seluruh pihak.
"Polres Humbahas mengimbau seluruh pihak agar dapat menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan perkara ini kepada aparat penegak hukum demi menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif," pungkasnya.