Semester I 2026, BCA Bukukan Laba Rp 29,5 Triliun

BCA meraih laba bersih Rp 29,5 triliun pada semester I 2026 dengan kredit menembus Rp 1.036 triliun. Manajemen memaparkan pendorong kinerja.

Immanuel Christian
Oleh Immanuel Christian - Reporter
Semester I 2026, BCA Bukukan Laba Rp 29,5 Triliun
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong saat konferensi pers paparan kinerja semester I 2026. (Foto: Liputan6.com/Immanuel C)

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencetak laba bersih konsolidasian Rp29,5 triliun pada semester I 2026, tumbuh 1,8 persen secara tahunan. Pertumbuhan kinerja ditopang ekspansi kredit yang untuk pertama kalinya menembus Rp1.036 triliun, naik 8 persen yoy.

Dari sisi pendapatan, BCA melaporkan pendapatan operasional Rp55,8 triliun per 30 Juni 2026 atau meningkat 2,2 persen yoy. Di saat yang sama, pendapatan bunga bersih tercatat Rp 42,4 triliun (turun 0,6% yoy).

"BCA dan entitas anak menjaga penyaluran kredit secara prudent ke berbagai sektor sejalan dengan komitmen perusahaan mendukung perekonomian nasional," ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA, dalam konferensi pers yang disiarkan daring, Selasa (28/7/2026).

Pendanaan BCA Solid, Kredit Menembus Rp 1.036 Triliun

Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 7,9% yoy menjadi Rp 1.284 triliun. Dana murah (CASA) menjadi penopang utama dengan kenaikan 10,2 persen yoy hingga mencapai Rp1.082 triliun.

Porsi CASA sekitar 84,3 persen dari total DPK, sementara biaya dana (cost of fund/CoF) dilaporkan konsisten terjaga.

"Kami memastikan penyaluran kredit BCA dilakukan dengan selalu mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan kondisi likuiditas perusahaan," kata Hendra dalam konferensi pers Paparan Kinerja Semester I 2026 BCA, secara daring, Selasa (28/7/2026).

Pembiayaan Produktif Naik, Kualitas Aset Terjaga

Kredit produktif mencapai Rp802 triliun atau tumbuh 11 persen yoy.

Di dalamnya, kredit korporasi meningkat 13,6 persen yoy menjadi Rp 513,4 triliun. Sementara kredit komersial dan UKM naik 6,6 persen yoy menjadi Rp 288,5 triliun.

Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) sebesar 4,9 persen dan non-performing loan (NPL) di level 1,9 persen per akhir Juni 2026.

Green Financing Tumbuh 19%, EBT dan EV Ikut Melonjak

Penyaluran pembiayaan berkelanjutan (green financing) naik 19 persen yoy menjadi Rp123 triliun.

Pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) tumbuh 82 persen yoy hingga Rp7,7 triliun.

Kredit kendaraan bermotor listrik meningkat 25 persen yoy menjadi Rp4 triliun.

"BCA berterima kasih atas seluruh kepercayaan nasabah setia selama ini, sehingga kami dapat terus tumbuh dan memberikan pelayanan terbaik. Kinerja BCA pada paruh pertama 2026 ditopang berbagai hal, seperti BCA Expoversary 2026 dan penyaluran kredit produktif ke berbagai sektor," tutur Hendra.

Inovasi Digital myBCA Dorong Transaksi

Di layanan digital, nasabah kini dapat membuka rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) BCA Sekuritas melalui myBCA. Selain itu, pengajuan kartu kredit baru maupun kartu tambahan juga bisa dilakukan via myBCA.

"Kami turut menambah akses pembelian tiket perjalanan menggunakan pesawat via tiket.com langsung di myBCA. Fitur ini melengkapi akses pembelian tiket perjalanan menggunakan kereta dan kapal yang sudah tersedia sebelumnya," ujar dia.

Berbagai pengembangan layanan turut mendorong peningkatan volume dan transaksi perbankan. Per Juni 2026, pendapatan nonbunga tercatat Rp 13,2 triliun atau tumbuh 11 persen yoy.

Rekomendasi