PANI Tebar Dividen Rp90,59 Miliar, Naik Tiga Tahun Berturut-turut
PANI membagikan dividen Rp90,59 miliar atau Rp5 per saham dari laba tahun buku 2025. Nilai dividen meningkat selama tiga tahun berturut-turut.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp90,59 miliar kepada para pemegang saham dari laba bersih tahun buku 2025.
Besaran dividen yang dibagikan mencapai Rp5 per saham dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 7,4 persen.
Keputusan tersebut telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan.
Direktur PANI Yohanes Edmond Budiman mengatakan perusahaan tetap menjaga komitmen pembagian dividen kepada pemegang saham secara konsisten.
"PANI secara konsisten membagikan deviden selama 3 tahun terakhir," kata Yohanes dalam Public Expose Live 2026, Kamis (11/6/2026).
Nilai Dividen Terus Meningkat
Berdasarkan catatan perseroan, nilai dividen yang dibagikan terus bertambah dalam tiga tahun terakhir.
Pada 2024, PANI membagikan dividen sebesar Rp31,25 miliar atau Rp2 per saham dari laba tahun buku 2023 dengan DPR 11,4 persen.
"Pada tahun 2024, PANI membagikan dividen sebesar Rp31,25 miliar atau Rp2 persaham dengan dividen payout ratio sebesar 11,4%," ujar Yohanes.
Kemudian pada 2025, jumlah dividen meningkat menjadi Rp67,53 miliar atau Rp4 per saham dengan DPR 10,3 persen.
"Tahun 2025, cuma dividen yang dibagikan meningkat dua kali lipat menjadi Rp67,53 miliar atau Rp4 persaham dengan dividen payout ratio sebesar 10,3%," katanya.
Sementara untuk tahun buku 2025, perseroan kembali menaikkan nilai dividen menjadi Rp90,59 miliar atau Rp5 per saham.
Pendapatan Kuartal I Tembus Rp1,1 Triliun
Di sisi kinerja operasional, PANI membukukan pendapatan sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal I-2026.
Pendapatan tersebut ditopang oleh bisnis utama perseroan di sektor properti serta kontribusi pendapatan sewa dari Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
"Pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp1,1 triliun pada kuartal pertama tahun 2026," ujar Yohanes.
Perseroan juga mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp578 miliar atau melonjak 1.027 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi pemasaran, PANI membukukan marketing sales sebesar Rp968 miliar hingga akhir Maret 2026 atau setara 23 persen dari target tahunan perusahaan.
"Total kontribusi terbesar berasal dari residensial sebesar 47%; kedua, berasal dari kavling tanah komersial sebesar 43% dan 10% berasal dari produk komersial," pungkas Yohanes.