PAM Mineral Bagi Dividen Rp382,88 Miliar untuk Tahun Buku 2025, Catat Jadwalnya!
Pembagian dividen ini melengkapi dividen interim yang sebelumnya telah dibagikan perseroan sebesar Rp30 per saham.
PT PAM Mineral Tbk akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp6 per saham kepada para pemegang saham. Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 4 Mei 2026.
Mengutip Keterbukaan Informasi BEI, Kamis (7/5), total nilai dividen final yang akan dibagikan perseroan mencapai Rp63,81 miliar. Dengan jumlah tersebut, setiap pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp6 per saham.
Pembagian dividen ini melengkapi dividen interim yang sebelumnya telah dibagikan perseroan sebesar Rp30 per saham. Perseroan menyebutkan seluruh nilai dividen tersebut telah ditetapkan dan tidak terdapat efek bersifat ekuitas selain saham yang dapat dikonversi menjadi saham.
Pembagian dividen final ini menjadi bagian dari total dividen tahun buku 2025 yang dibagikan perusahaan kepada pemegang saham.
Adapun sebelumnya PT PAM Mineral Tbk telah lebih dahulu menyalurkan dividen interim sebesar Rp30 per saham dengan total nilai Rp319,06 miliar. Dengan demikian, total dividen tunai yang dibagikan perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp36 per saham atau senilai Rp382,88 miliar.
Jadwal Pembagian Dividen hingga Pembayaran
Perseroan menetapkan tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 12 Mei 2026. Sementara tanggal ex dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 13 Mei 2026.
Untuk pasar tunai, tanggal cum dividen ditetapkan pada 18 Mei 2026 dan ex dividen pada 19 Mei 2026. Adapun daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai akan ditentukan pada 18 Mei 2026 pukul 16.00 WIB.
Sementara pembayaran dividen kepada para pemegang saham dijadwalkan berlangsung pada 26 Mei 2026. Perseroan menegaskan jadwal tersebut mengacu pada hasil keputusan RUPST tahunan yang telah diselenggarakan awal Mei lalu.
Ditopang Laba Bersih Rp344,45 Miliar
Pembagian dividen PAM Mineral didasarkan pada kinerja keuangan perseroan hingga 31 Desember 2025. Dalam laporan tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp344,45 miliar.
Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp85,09 miliar. Sementara total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp776,42 miliar pada akhir 2025.
Manajemen berharap kebijakan dividen tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi investor sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap kinerja perusahaan.