BCA Siapkan Dividen Interim Triwulanan Mulai 2026, Kinerja Laba Tetap Solid
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, mengatakan skema pembagian dividen akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun, dimulai pada kuartal II hingga kuartal
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana membagikan dividen interim setiap tiga bulan mulai 2026. Kebijakan ini menjadi langkah baru perseroan dalam meningkatkan nilai bagi pemegang saham melalui distribusi dividen yang lebih rutin.
Direktur Keuangan BCA, Vera Eve Lim, mengatakan skema pembagian dividen akan dilakukan sebanyak tiga kali dalam setahun, dimulai pada kuartal II hingga kuartal IV 2026.
"Biasanya kita lakukan di bulan Desember sekali setahun. Tahun ini, mulai tahun ini kita akan lakukan setiap kuartalan. Akan mulai dari kuartal kedua, kuartal ketiga, dan kuartal keempat," kata Vera dalam paparan kinerja BCA Kuartal I 2026.
Meski demikian, perseroan belum menetapkan besaran dividen yang akan dibagikan. Tahun ini, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) BCA tercatat sebesar 72%, meningkat dari 67,4% pada tahun sebelumnya.
"Jadi ada tiga kali deviden interim. Namun itu belum kita putuskan, tapi itu adalah sesuai rencana kita, rencana kerja juga untuk tahun ini," ujar Vera.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, berharap kebijakan ini dapat memberikan tambahan arus kas bagi pemegang saham sekaligus memperkuat daya tarik investasi di saham perseroan.
"Perseroan memastikan rencana ini juga menyesuaikan dengan kondisi keuangan dan telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris," ujar Hendra.
Dari sisi kinerja, BCA membukukan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026, didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp994 triliun atau naik 5,6% secara tahunan (year-on-year).
Penyaluran kredit tersebut ditopang oleh pendanaan yang kuat, dengan dana giro dan tabungan (current account savings account/CASA) mencapai Rp1.089 triliun atau tumbuh 11,2% YoY. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total dana pihak ketiga (DPK).
"Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit. Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden," ujar Hendra.
Kredit Produktif
Secara rinci, kredit BCA hingga Maret 2026 didominasi oleh kredit produktif sebesar Rp760,2 triliun, meningkat 7,8% YoY. Sejalan dengan komitmen terhadap prinsip keberlanjutan (Environmental, Social, and Governance/ESG), penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan mencapai Rp258,4 triliun atau sekitar 26% dari total portofolio pembiayaan, tumbuh 10% YoY.
Pertumbuhan ini turut didukung oleh peningkatan kredit UMKM sebesar 12% YoY dengan outstanding Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau (green financing) tercatat sebesar Rp113 triliun atau tumbuh 7,7% YoY, termasuk pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan yang melonjak 53,5%.
Kualitas Aset
Dari sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) dan non-performing loan (NPL) masing-masing terjaga di level 5,1% dan 1,8%, dengan rasio pencadangan yang solid.
Adapun total dana pihak ketiga (DPK) BCA mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan, mencerminkan likuiditas yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global.