Bos-Bos BCA Serentak Beli Saham
Direksi dan komisaris BCA kompak membeli saham perseroan pada 25 Maret 2026 sebagai strategi investasi jangka panjang dan sinyal optimisme kinerja.
Sejumlah direksi dan komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melakukan aksi pembelian saham perseroan secara serentak pada 25 Maret 2026. Transaksi ini tercatat dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang, sekaligus mencerminkan keyakinan internal terhadap prospek kinerja perusahaan.
Direksi dan Komisaris Serentak Tambah Saham
Presiden Direktur BCA Gregory Hendra Lembong menjadi pembeli terbesar dengan akumulasi 1.135.639 saham pada harga Rp6.982 per saham.
Dengan transaksi ini, kepemilikannya meningkat dari 1.531.282 saham menjadi 2.666.921 saham, sementara hak suara naik dari 0,001% menjadi 0,002%.
Komisaris BCA Tonny Kusnadi juga melakukan pembelian sebanyak 317.892 saham di harga yang sama. Total kepemilikannya bertambah menjadi 7.819.950 saham, dengan porsi hak suara tetap di level 0,006%.
Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih turut mengakumulasi 626.237 saham, sehingga kepemilikannya meningkat dari 1.094.492 saham menjadi 1.720.729 saham.
Direktur BCA Vera Eve Lim menambah 549.859 saham. Dengan demikian, total kepemilikannya naik menjadi 3.281.460 saham, dengan hak suara meningkat dari 0,002% menjadi 0,003%.
Pembelian Dilakukan di Harga Seragam
Direktur lainnya, Santoso, tercatat membeli 495.034 saham sehingga total kepemilikannya menjadi 3.764.062 saham, dengan hak suara tetap di kisaran 0,003%.
Sementara itu, Direktur Subur Tan atau Tan Ho Hien mengakumulasi 618.958 saham. Kepemilikannya meningkat menjadi 11.788.002 saham, dengan porsi hak suara naik dari 0,009% menjadi 0,01%.
Seluruh transaksi dilakukan pada harga yang sama, yakni Rp6.982 per saham, dan ditujukan untuk kepentingan investasi jangka panjang.