Kinerja Kredit BCA Melonjak 5,6 Persen, Didominasi Pembiayaan Produktif
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat peningkatan signifikan dalam kinerja kredit BCA sebesar 5,6 persen yoy per Maret 2026, didorong oleh pembiayaan produktif dan sektor berkelanjutan.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menunjukkan performa positif pada kuartal I 2026 dengan mencatatkan kenaikan penyaluran pembiayaan. Total penyaluran kredit perseroan mencapai Rp994 triliun per Maret 2026. Angka ini mengalami pertumbuhan sebesar 5,6 persen secara tahunan (yoy).
Peningkatan signifikan ini didominasi oleh segmen pembiayaan produktif yang mencapai Rp760,2 triliun. Sektor ini tumbuh 7,8 persen yoy, menjadi pendorong utama kinerja positif BCA. Ini menunjukkan komitmen bank dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menjelaskan bahwa kinerja tersebut ditopang oleh kredit ke berbagai sektor berkelanjutan. Pembiayaan UMKM juga turut berkontribusi besar pada pertumbuhan penyaluran kredit.
Pendorong Utama Pertumbuhan Kredit Produktif dan Berkelanjutan
Kredit yang disalurkan BCA ke sektor berkelanjutan tumbuh 10,0 persen yoy, mencapai Rp258,4 triliun. Jumlah ini setara dengan 26,0 persen dari total portofolio pembiayaan perseroan. Ini menunjukkan fokus BCA pada investasi yang bertanggung jawab.
Pembiayaan UMKM juga mengalami peningkatan yang substansial, yakni sebesar 12 persen yoy. Dengan outstanding mencapai Rp146 triliun, BCA terus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Indonesia.
Selain itu, kredit hijau (green financing) menunjukkan pertumbuhan 7,7 persen yoy, mencapai Rp113 triliun. Peningkatan ini didukung oleh penyaluran pembiayaan ke sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang melonjak 53,5 persen yoy.
Pendanaan Solid dan Laba Perusahaan yang Meningkat
Penyaluran kredit yang kuat ini didukung oleh pendanaan perseroan yang solid. Dana giro dan tabungan (Current Account Saving Account/CASA) tercatat sebesar Rp1,09 kuadriliun. Angka ini meningkat 11,2 persen yoy, menunjukkan kepercayaan nasabah.
Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) perusahaan. Struktur pendanaan yang kuat ini memberikan stabilitas bagi operasional BCA. Ini juga menjadi fondasi untuk ekspansi kredit lebih lanjut.
Berkat kinerja kredit yang positif dan pendanaan yang solid, laba perseroan dan anak usaha juga mengalami peningkatan. Laba bersih mencapai Rp14,7 triliun, tumbuh 4,3 persen yoy. Ini mencerminkan efisiensi dan profitabilitas bank.
Pengakuan Global dan Konsistensi Performa Tinggi
Performa yang baik pada kuartal I 2026 membawa BCA kembali masuk dalam daftar World’s Best Bank versi Forbes. Bahkan, BCA berhasil menduduki peringkat pertama di Indonesia. Ini adalah pengakuan atas kualitas layanan dan manajemen bank.
Forbes melakukan survei terhadap 54 ribu responden dari 34 negara untuk menilai lima aspek kinerja bank. Aspek-aspek tersebut meliputi kepercayaan, syarat dan ketentuan, layanan pelanggan, layanan digital, serta kualitas pengelolaan keuangan. BCA unggul dalam penilaian ini.
Majalah bisnis dan finansial yang berbasis di Amerika Serikat tersebut mencatat bahwa BCA menjadi satu dari 311 bank yang berhasil mempertahankan predikat World’s Best Bank dari tahun sebelumnya. Hal ini menegaskan konsistensi BCA dalam mempertahankan standar sebagai bank berkinerja tinggi.
Hendra Lembong menyatakan, “Pencapaian ini menjadi motivasi kami untuk terus membuat inovasi layanan perbankan berkualitas, serta memberikan nilai tambah kepada nasabah dan masyarakat Indonesia.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen BCA terhadap inovasi berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews