Penjualan Listrik PLN Indonesia Power Capai 82,17 TWh, 109 Persen dari Target RKAP 2025
Capaian equivalent availability factor (EAF) non-PLTU mencapai 93,18 persen, melampaui target RKAP sebesar 90,52 persen.
Penjualan listrik subholding pembangkitan PT PLN (Persero), PT PLN Indonesia Power (PLN IP) melampaui target rencana kerja dan anggaran (RKAP) pada 2025.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta mengatakan, pihaknya terus berkontribusi memperkuat kinerja PLN melalui keandalan operasional pembangkit, pengembangan energi bersih dan transformasi bisnis yang berkelanjutan.
"Sepanjang tahun 2025, penjualan energi listrik mencapai 82,17 TWh atau 109 persen dari target RKAP 2025," ujarnya.
Sementara, capaian equivalent availability factor (EAF) non-PLTU mencapai 93,18 persen, melampaui target RKAP sebesar 90,52 persen.
PLN IP juga menambah kapasitas pembangkit baru sebesar 2.060 MW, mengoperasikan tiga unit pembangkit baru sepanjang 2025, serta membukukan kinerja bisnis beyond kWh sebesar 156 persen dari target RKAP, yang didukung pertumbuhan layanan operation and maintenance (OM) dan MRO jasa kelistrikan.
Selain itu, komitmen terhadap keberlanjutan turut ditunjukkan melalui capaian 54 Proper, terdiri atas 7 Emas, 22 Hijau dan 25 Biru, serta berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.
"Seluruh capaian tersebut mempertegas kontribusi PLN Indonesia Power terhadap capaian kinerja PLN sekaligus menjadi fondasi bagi perseroan untuk terus memperkuat perannya sebagai subholding generation company dalam mendukung ketahanan energi nasional," ujar Bernadus.
Wakil Direktur Utama PLN Yusuf Didi Setiarto mengatakan PLN IP memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target perseroan. "PLN Indonesia Power harus memastikan setiap program yang telah ditetapkan dapat dieksekusi secara disiplin, terukur, dan tepat waktu," ujarnya.
Pengawalan Komisaris
Sementara itu, Komisaris Utama PLN Indonesia Power Arief Budiman mengatakan dewan komisaris akan terus mengawal implementasi strategi perusahaan agar setiap program transformasi berjalan secara terukur, akuntabel, dan memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan maupun para pemangku kepentingan.
"Kinerja yang telah dicapai menjadi modal penting bagi PLN Indonesia Power untuk terus bertumbuh. Dewan Komisaris mendukung seluruh langkah strategis perseroan agar budaya kinerja yang unggul, tata kelola yang kuat, dan pengelolaan risiko yang baik terus menjadi fondasi dalam meningkatkan kontribusi PLN Indonesia Power terhadap kinerja PLN secara berkelanjutan," ujarnya.
Bernadus menambahkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025 merupakan hasil dari komitmen seluruh insan perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis secara disiplin dan berorientasi pada hasil.
"Sepanjang 2025, capaian penjualan tenaga listrik, penyelesaian proyek pembangkit strategis, serta kinerja keuangan yang solid menjadi bukti komitmen kami dalam menghadirkan kinerja terbaik bagi pemegang saham," jelasnya.
Ke depan, tambahnya, PLN IP akan terus memperkuat operational excellence, mempercepat eksekusi program-program dalam RUPTL, dan mendorong transformasi hijau secara berkelanjutan agar PLN Indonesia Power dapat memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat.
Bernadus menambahkan perseroan juga telah menindaklanjuti mayoritas arahan RUPS dan dewan komisaris sesuai rencana, sementara arahan yang masih berproses terus dijalankan sesuai target penyelesaian yang telah ditetapkan.
Ke depan, menurut dia, PLN Indonesia Power akan terus memperkuat perannya sebagai subholding generation company melalui peningkatan keandalan pembangkit, pengembangan energi baru dan terbarukan, inovasi teknologi, serta penguatan bisnis yang berkelanjutan.