Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun, Kredit Tumbuh Positif
BCA mencatat laba Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026. Pertumbuhan kredit, dana murah CASA, dan pembiayaan berkelanjutan jadi penopang kinerja.
PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026. Kinerja tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai Rp994 triliun atau meningkat 5,6 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, penyaluran kredit didukung oleh struktur pendanaan yang kuat, khususnya dari dana murah atau current account savings account (CASA).
“Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idu Fitri yang mendukung kinerja kredit. Kami optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden,” ujar Hendra.
Kredit dan Pendanaan Tumbuh Stabil
Hingga akhir Maret 2026, kredit BCA ditopang oleh sektor produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen YoY.
Sementara itu, dana giro dan tabungan (CASA) tercatat sebesar Rp1.089 triliun, meningkat 11,2 persen YoY.
CASA berkontribusi sekitar 85,2 persen terhadap total dana pihak ketiga (DPK), yang secara keseluruhan mencapai Rp1.292,4 triliun atau tumbuh 8,3 persen YoY.
Dalam upaya memperkuat prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), BCA mencatat penyaluran kredit ke sektor berkelanjutan sebesar Rp258,4 triliun atau tumbuh 10 persen YoY. Nilai ini setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan.
Kredit untuk pelaku UMKM juga meningkat 12 persen YoY menjadi Rp146 triliun. Sementara itu, pembiayaan hijau mencapai Rp113 triliun, tumbuh 7,7 persen YoY, termasuk peningkatan pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan yang naik 53,5 persen.
Di sisi kualitas aset, rasio loan at risk (LAR) berada di level 5,1 persen, sedangkan non performing loan (NPL) tercatat 1,8 persen. Rasio pencadangan masing-masing berada di level 69,7 persen untuk LAR dan 174,6 persen untuk NPL.