Kredit Tumbuh Positif, BCA Peroleh Laba Bersih Rp57,5 Triliun pada 2025
Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 4,9% secara tahunan atau Year on Year menjadi Rp57,5 triliun pada 2025.
"Rasio cost to income (CIR) membaik dan turut menopang kinerja dan pertumbuhan laba bersih BCA sebesar 4,9% YoY menjadi Rp57,5 triliun," kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja FY 2025 PT Bank Central Asia (BBCA), Selasa (27/1).
Lebih lanjut, BCA dan entitas anak mencatat pertumbuhan total kredit 7,7% secara tahunan (YoY) menjadi Rp993 triliun per Desember 2025.
Secara rata-rata, pertumbuhan kredit BCA mencapai 10,8% sepanjang 2025. Penyaluran kredit BCA terdistribusi ke berbagai sektor, di antaranya manufaktur, perdagangan, restoran, hotel dan rumah tangga.
Hal ini selaras dengan komitmen perseroan mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia. Di sisi pendanaan, dana giro dan tabungan (CASA) naik 13,1% YoY hingga Rp1.045 triliun.
“BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif," ujar Hendra.
Adapun kredit usaha yang disalurkan BCA tumbuh 9,9% YoY mencapai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Penyaluran ini sejalan dengan komitmen BCA dalam mendukung perkembangan dunia usaha nasional.
Pembiayaan Konsumer
Lebih lanjut, Hendra menyampaikan, BCA mencatat pembiayaan konsumer terjaga sebesar Rp224,1 triliun, didukung KPR hingga Rp 142,3 triliun, dan kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun.
Di sisi lain, BCA juga mendukung penyaluran KPR subsidi atau FLPP swasta sejak Oktober 2025. Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.
"Kualitas kredit BCA terjaga, tercermin dari rasio loan at risk (LAR) yang membaik ke 4,8% dibandingkan 5,3% pada tahun sebelumnya. Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di 1,7% dan pencadangan NPL serta LAR memadai, masing-masing sebesar 183,8% dan 71,6%," ujar dia.
DPK BCA
Adapun Per Desember 2025, total DPK BCA tumbuh 10,2% YoY mencapai Rp 1.249 triliun. Total frekuensi transaksi BCA pada 2025 naik 17% YoY mencapai 42 miliar.
"Pada puncaknya, BCA pernah memproses transaksi hingga hampir 300 juta dalam satu hari. Frekuensi transaksi mobile banking dan internet banking tumbuh 19% YoY," kata dia.
Selain itu, pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tumbuh 4,1% YoY, dan pendapatan selain bunga naik 16% YoY. Secara total, pendapatan operasional BCA naik 5,4%.