Naik Tips 4 Persen, Bank OCBC NISP Cetak Laba Rp5,1 Triliun di Tahun 2025
Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan tumbuh 2 persen menjadi Rp173 triliun.
PT Bank OCBC NISP Tbk mencetak laba Rp5,1 triliun atau tumbuh 4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada 2025. Return on Equity (ROE) atau imbal hasil atas ekuitas juga naik 12,2 persen.
"Kalau kita lihat adalah laba bersih tumbuh 4 persen menjadi Rp5,1 triliun. Dengan ROE (Return on Equity) atau income on equity sebesar 12,2 persen,” kata Direktur Bank OCBC Hartati dalam Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik, di OCBC Tower, Kamis (9/4).
Dari sisi intermediasi, total kredit yang disalurkan tumbuh 2 persen menjadi Rp173 triliun. Pertumbuhan ini tetap diiringi dengan kualitas kredit yang terjaga, tercermin dari rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 1,9 persen, lebih rendah dari rata-rata industri.
"Total kredit yang disalurkan tumbuh 2 persen menjadi Rp173 triliun. Dengan kualitas kredit yang terjaga, yang terjemahin pada NPL ratio sebesar 1,9 persen. Di mana ratio ini lebih rendah dari rata-rata industri," ujarnya.
Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan meningkat signifikan sebesar 18 persen menjadi Rp244 triliun. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh kenaikan giro dan tabungan (CASA) yang melonjak 24 persen, sehingga rasio CASA mencapai 58 persen pada akhir 2025.
Perseroan juga didukung permodalan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 24,5 persen, memberikan ruang yang cukup untuk ekspansi bisnis ke depan.
Pendapatan Non-Bunga Jadi Penopang Efisiensi Meningkat
Hartati menyampaikan pada tahun 2025, pendapatan bunga bersih bank tercatat mengalami penurunan seiring perlambatan pertumbuhan kredit serta penurunan margin bunga bersih.
"Pendapatan non-bunga pada tahun 2025 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya, terutama didukung oleh kenaikan dari pendapatan penjualan surat berharga dan juga pendapatan transaksi valuta asing yang dipengaruhi oleh kondisi pasar," ujarnya.
Dari sisi efisiensi, bank mencatat perbaikan yang tercermin dari Cost-to-Income Ratio (CIR) sebesar 47,1 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, rasio BOPO juga terjaga di level 69,6 prsen. Perbaikan efisiensi ini didukung oleh peningkatan pendapatan non-bunga, sementara biaya operasional hanya tumbuh terbatas sebesar 1,4 persen.
Kualitas Aset Terjaga
Penyaluran kredit PT Bank OCBC NISP terdiversifikasi ke berbagai sektor ekonomi. Kredit produktif mendominasi dengan porsi 84 persen, yang terdiri dari kredit modal kerja sebesar 41 prsen dan kredit investasi 43 persen, sementara kredit konsumsi mencapai 16 persen.
"Kalau kita lihat komposisi kredit yang disalurkan untuk sektor produktif mencapai 84 persen yang terdiri dari kredit modal kerja dan kredit investasi masing-masing sebesar 41 persen dan 43 persen sedangkan kredit konsumsi sebesar 16 persen,” ujarnya.
Bank juga konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian, tercermin dari kualitas aset yang tetap solid. Rasio NPL bruto tercatat sebesar 1,9 persen dan NPL net sebesar 0,8 persen pada akhir 2025. Selain itu, perseroan telah menyiapkan pencadangan yang memadai dengan coverage ratio mencapai 226 persen, memberikan bantalan kuat terhadap potensi risiko kredit.