BRI Catatkan Kualitas Aset Terjaga, NPL Membaik Jadi 3,04% di Semester I 2025
Rasio NPL Coverage mencapai 188,84%, mencerminkan stabilitas neraca dan kepercayaan yang kuat bagi investor, regulator, maupun pemangku kepentingan.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencatatkan kinerja positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global. Pada paparan kinerja keuangan konsolidasian Triwulan II 2025, BRI menegaskan keberhasilan dalam menjaga kualitas aset melalui penerapan manajemen risiko yang kuat.
Hingga akhir Juni 2025, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) BRI tercatat sebesar 3,04%, membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Manajemen Risiko BRI Mucharom menjelaskan, capaian ini tak lepas dari penerapan strategi pertumbuhan kredit yang selektif, serta penguatan proses monitoring, penagihan, dan pemulihan (collection & recovery).
"Kami menjaga pertumbuhan kredit secara selektif dan terus menerus memperkuat proses monitoring, serta penagihan dan pemulihan (collection & recovery), sehingga kualitas aset dapat terus terjaga. Hal ini menunjukkan kemampuan BRI dalam menjaga portofolio kredit yang sehat dan berkelanjutan," ujar Mucharom, Kamis (21/8/2025).
Lebih lanjut, BRI juga menegaskan prinsip kehati-hatian dengan menyediakan pencadangan memadai. Rasio NPL Coverage mencapai 188,84%, mencerminkan stabilitas neraca dan kepercayaan yang kuat bagi investor, regulator, maupun pemangku kepentingan.
Capaian tersebut turut menopang laba konsolidasian BRI Group yang mencapai Rp26,53 triliun hingga akhir Juni 2025, serta total aset yang tumbuh 6,52% year on year menjadi Rp2.106,37 triliun.