CPM dan Posko ESDM Siaga Bencana Perkuat Layanan Kesehatan Gempa Sigi
PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Posko ESDM Siaga Bencana hadirkan layanan kesehatan gratis dan logistik bagi korban gempa Sigi, perkuat penanganan medis di tengah bencana.
PT Citra Palu Minerals (CPM) menunjukkan komitmennya dalam penanganan bencana dengan menyalurkan bantuan logistik esensial bagi warga terdampak gempa. Bantuan ini disalurkan di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, melalui Posko ESDM Siaga Bencana. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta mempercepat proses pemulihan pascabencana yang melanda wilayah tersebut.
Selain dukungan logistik, CPM juga menyediakan layanan kesehatan gratis yang sangat dibutuhkan oleh para korban gempa. Layanan medis ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memastikan akses kesehatan tetap tersedia di lokasi bencana. Tim paramedik CPM turut memperkuat fasilitas kesehatan lokal dalam memberikan pertolongan.
Hingga hari keenam pascagempa, berbagai bantuan kemanusiaan terus mengalir dari sejumlah perusahaan tambang yang tergabung dalam Posko ESDM Siaga Bencana. Upaya terpadu ini mencerminkan respons cepat dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat. Fokus utama adalah membantu masyarakat Sigi bangkit kembali dari dampak gempa yang terjadi.
Kolaborasi Tanggap Darurat dan Bantuan Logistik
PT Citra Palu Minerals (CPM) secara aktif terlibat dalam upaya tanggap darurat pascagempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, minuman, serta tenda pengungsian kepada warga terdampak. Penyaluran bantuan ini dikoordinasikan melalui posko induk yang berpusat di Kantor Kecamatan Nokilalaki, memastikan distribusi yang efektif dan tepat sasaran.
Tim Paramedik CPM, Fuad, menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan terus disalurkan bersama perusahaan tambang lain yang tergabung dalam Posko ESDM Siaga Bencana. "Hingga hari keenam pascagempa, bantuan kemanusiaan terus disalurkan bersama sejumlah perusahaan tambang yang tergabung dalam Posko ESDM Siaga Bencana, guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan percepatan pemulihan pascabencana," kata Fuad di Sigi, Minggu.
Selain penyaluran logistik, CPM juga mengerahkan Emergency Response Team (ERT) dan tim paramedik ke lapangan. Kehadiran tim ini sangat vital untuk memperkuat layanan kesehatan yang tersedia di Puskesmas Nokilalaki. Mereka beroperasi dari pagi hingga sore hari, memberikan dukungan medis langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.
Penanganan Medis dan Pergeseran Keluhan Kesehatan
Layanan kesehatan gratis yang disediakan oleh CPM dan Posko ESDM Siaga Bencana telah dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat terdampak. Kepala Puskesmas Nokilalaki, Muzna, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sekitar 200 warga telah mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas tersebut. Pada awal kejadian gempa, sebagian besar pasien datang dengan luka ringan hingga luka berat akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Muzna menekankan pentingnya pelayanan medis segera pascabencana. "Warga yang datang membutuhkan pertolongan medis pada hari pertama setelah gempa wajib kami layani. Kami berusaha memberikan pelayanan maksimal di situasi darurat," ujarnya. Seiring berjalannya waktu dan masa pengungsian, keluhan kesehatan masyarakat mulai bergeser.
Pergeseran keluhan ini terjadi dari cedera fisik menjadi penyakit yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan tekanan psikologis. Penyakit yang banyak ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dispepsia (gangguan pencernaan), myalgia (nyeri otot), cephalgia (sakit kepala), serta common cold (batuk pilek). Pasien dengan luka berat dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lanjutan, sementara kasus lainnya ditangani langsung di puskesmas.
Dampak Gempa dan Data Korban di Sigi
Gempa yang melanda Kabupaten Sigi telah meninggalkan dampak signifikan terhadap infrastruktur dan kehidupan masyarakat. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi, total rumah rusak akibat gempa mencapai 2.335 unit. Rincian kerusakan meliputi 1.955 rumah rusak ringan, 226 rumah rusak sedang, dan 154 rumah rusak berat. Kerusakan ini menunjukkan skala bencana yang memerlukan upaya pemulihan komprehensif.
Selain kerusakan fisik, gempa juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Data BPBD Sigi mencatat penambahan total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dari 2.775 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut, terdapat 17 korban luka berat, 108 korban luka ringan, serta tiga warga meninggal dunia. Angka-angka ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan bantuan kemanusiaan dan medis.
Upaya penanganan bencana di Sigi melibatkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta seperti CPM. Fokus utama adalah menyediakan bantuan darurat, layanan kesehatan, serta dukungan psikososial. Tujuannya adalah untuk membantu masyarakat Sigi pulih dan membangun kembali kehidupan mereka pascabencana.
Sumber: AntaraNews