Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Dukungan Penuh Pembangunan Infrastruktur Pascagempa di Sigi

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) dan perbaikan infrastruktur vital pascagempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri PU Dody Hanggodo Pastikan Dukungan Penuh Pembangunan Infrastruktur Pascagempa di Sigi
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmennya untuk mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) dan perbaikan infrastruktur vital pascagempa di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. (AntaraNews)

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menyatakan kesiapan penuh kementeriannya. Mereka siap memberikan dukungan pembangunan fasilitas umum di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Dukungan ini mencakup hunian sementara (huntara) serta perbaikan jembatan rusak akibat gempa bumi. Kesiapan ini disampaikan Menteri Dody saat meninjau lokasi di Sigi pada Minggu (21/6).

Dody Hanggodo menjelaskan bahwa pembangunan huntara akan dilakukan berdasarkan arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kementerian Pekerjaan Umum akan bergerak setelah ada komunikasi dan penyerahan tugas dari BNPB. Ini sesuai prosedur standar penanganan bencana. Hingga saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum belum menerima permintaan resmi dari pemerintah daerah atau BNPB terkait kebutuhan huntara.

Pemerintah daerah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Periode ini berlangsung mulai 17 hingga 30 Juni 2026. Selama masa ini, seluruh kewenangan penanganan bencana berada di bawah koordinasi BNPB. Kementerian Pekerjaan Umum siap mendukung apabila BNPB memerlukan bantuan pembangunan huntara bagi warga terdampak gempa.

Menteri Dody Hanggodo secara khusus menginstruksikan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah untuk segera melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan kondisi dan keandalan seluruh infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Sigi, meskipun tidak semua menunjukkan kerusakan berat secara kasat mata. Hal ini penting untuk menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan setiap hari.

Saat meninjau Jembatan Posu Nokilalaki, Menteri Dody merasakan adanya getaran saat kendaraan melintas. Fenomena ini menjadi perhatian serius dan harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan teknis mendalam. Tujuannya adalah memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa infrastruktur yang mereka gunakan sehari-hari benar-benar aman dan layak fungsi.

Menurut Dody, keandalan infrastruktur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis semata, tetapi juga sangat erat kaitannya dengan rasa aman masyarakat. Keretakan kecil pada jalan atau jembatan yang terasa bergoyang mungkin terlihat sepele, namun hal tersebut sangat penting bagi masyarakat. Ini karena secara langsung mempengaruhi aktivitas harian dan perasaan aman mereka dalam beraktivitas.

Oleh karena itu, Menteri PU meminta jajaran Kementerian Pekerjaan Umum untuk tidak hanya berfokus pada kerusakan yang terlihat jelas. Mereka juga harus mengidentifikasi potensi risiko yang dapat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pendekatan proaktif ini diharapkan dapat mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari serta memulihkan kepercayaan publik terhadap infrastruktur.

Selain infrastruktur jalan, Kementerian Pekerjaan Umum juga menaruh perhatian besar pada layanan air bersih bagi masyarakat pascabencana gempa. Menteri Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III untuk melakukan survei lebih lanjut. Survei ini penting guna mengetahui kondisi aktual di kawasan hulu, terutama terkait potensi penanganan pengendalian aliran air jika diperlukan.

Kementerian Pekerjaan Umum memastikan bahwa Intake dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kamarora di Kecamatan Nokilalaki tetap beroperasi optimal. SPAM ini merupakan sumber utama layanan air minum bagi masyarakat sekitar, dan keberlanjutan operasionalnya sangat krusial. Keberadaan layanan air bersih yang stabil menjadi prioritas utama selama masa pemulihan pascabencana di Sigi.

Dengan memastikan ketersediaan air bersih dan melakukan survei kondisi hulu, Kementerian Pekerjaan Umum berupaya memitigasi risiko lanjutan. Ini termasuk potensi masalah terkait pasokan air atau dampak hidrologi akibat gempa. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan layanan dasar bagi warga terdampak bencana.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi