PMI Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di Tapanuli Tengah, memastikan pemulihan fisik masyarakat pasca-bencana hidrometeorologi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PMI Gelar Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Tapanuli Tengah
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak banjir di Tapanuli Tengah, memastikan pemulihan fisik masyarakat pasca-bencana hidrometeorologi. (AntaraNews)

Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menggelar pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Inisiatif kemanusiaan ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang berada dalam masa pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November lalu. Layanan ini menjadi krusial untuk menjaga kondisi fisik warga di tengah tantangan pemulihan pasca-bencana.

Kepala Markas PMI Sumut, Ade Yudiansyah, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan ini menyasar masyarakat di wilayah yang mengalami dampak bencana cukup parah, seperti Kecamatan Tukka. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan PMI Lampung Tengah dan mahasiswa STIKes Nauli Husada. Lokasi pelayanan dipusatkan di Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, untuk memudahkan akses warga.

Ade Yudiansyah juga menegaskan bahwa akses kesehatan merupakan prioritas utama dalam penanganan pasca-bencana. Kebutuhan pokok, termasuk jaminan kesehatan, harus terpenuhi agar masyarakat tetap tangguh menghadapi situasi sulit ini. Wilayah Tapanuli Tengah, khususnya Kecamatan Tukka, merupakan salah satu daerah yang terdampak paling parah oleh bencana tersebut.

Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh PMI Sumut mencakup pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi langsung dengan dokter, dan pemberian obat-obatan sesuai resep yang dibutuhkan warga. Pendekatan komprehensif ini dirancang untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan yang mungkin timbul akibat kondisi lingkungan pasca-bencana. Tercatat, sebanyak 127 warga terdampak bencana di Kecamatan Tukka telah memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan gratis ini, menunjukkan tingginya kebutuhan akan layanan tersebut.

Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada upaya pencegahan penyakit yang kerap meningkat pasca-bencana, seperti penyakit berbasis lingkungan. Relawan PMI juga aktif memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya PMI Sumut dalam mendistribusikan air bersih dan membersihkan lumpur sisa banjir, yang merupakan bagian integral dari pemulihan lingkungan dan kesehatan warga.

Meskipun dilaksanakan di lingkungan Gereja HKBP Hutanabolon, Ade Yudiansyah menekankan bahwa layanan kesehatan ini bersifat inklusif. Pelayanan diberikan kepada seluruh warga tanpa memandang latar belakang, memastikan bahwa bantuan kemanusiaan menjangkau semua yang membutuhkan. Prinsip inklusivitas ini menjadi landasan penting dalam setiap kegiatan tanggap bencana yang dilakukan oleh PMI.

Pendeta Gereja HKBP Hutanabolon, Paten Sidabutar, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas gerak cepat tim relawan PMI Sumut dalam memberikan pelayanan kesehatan gratis. Ia mengungkapkan bahwa saat tim asesmen PMI menyampaikan rencana ini, pihaknya sangat antusias karena layanan tersebut benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat. Kebutuhan akan layanan kesehatan menjadi sangat mendesak setelah bencana melanda, dan kehadiran PMI memberikan harapan baru bagi warga.

Pihak gereja langsung berkoordinasi dengan para kepala lingkungan agar informasi mengenai layanan kesehatan ini segera sampai ke seluruh warga Kecamatan Tukka. Upaya kolaboratif antara PMI dan komunitas lokal ini memastikan bahwa informasi tersebar luas dan banyak warga dapat mengakses bantuan. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, tidak hanya dari jemaat gereja saja, tetapi juga dari masyarakat luas yang datang untuk berobat.

Kerja sama antara PMI, PMI Lampung Tengah, mahasiswa STIKes Nauli Husada, dan komunitas lokal menunjukkan sinergi yang kuat dalam menghadapi dampak bencana. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana berbagai pihak dapat bersatu padu untuk memberikan bantuan kemanusiaan yang efektif dan menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. PMI Sumut terus berkomitmen untuk mendukung pemulihan Tapanuli Tengah melalui berbagai program kemanusiaan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi