Gibran Janjikan Peningkatan RS Asmat Jadi Tipe C, Perkuat Layanan Kesehatan Papua Selatan

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berkomitmen mempercepat peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah Asmat menjadi fasilitas Tipe C, bagian dari upaya penguatan layanan kesehatan di daerah terpencil Papua Selatan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Gibran Janjikan Peningkatan RS Asmat Jadi Tipe C, Perkuat Layanan Kesehatan Papua Selatan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan komitmen penguatan layanan kesehatan 3T, termasuk percepatan peningkatan status RSUD Perpetua H. Safanpo di Asmat, demi pemerataan akses kesehatan yang berkualitas. (AntaraNews)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah menjanjikan peningkatan fasilitas kesehatan di Kabupaten Asmat, Papua Selatan. Janji ini disampaikan saat kunjungan kerjanya pada Minggu, 21 Juni, di Distrik Agats, Asmat. Peningkatan ini fokus pada pengubahan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asmat menjadi rumah sakit Tipe C.

Langkah ini merupakan bagian integral dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses layanan dasar berkualitas. Terutama, program ini menyasar wilayah-wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal di seluruh Indonesia. Komitmen ini diharapkan membawa dampak positif bagi masyarakat di Asmat.

Gibran menegaskan bahwa intervensi pemerintah akan dilakukan untuk memperbaiki dan memperkuat layanan kesehatan. Hal ini bertujuan agar masyarakat Asmat dapat menikmati fasilitas medis yang lebih memadai dan modern. Peningkatan RS Asmat menjadi Tipe C menjadi prioritas utama dalam upaya ini.

Dalam kunjungannya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung meninjau RSUD Perpetua H. Safanpo di Asmat. Ia juga berinteraksi dengan beberapa pasien untuk memahami kondisi dan kebutuhan mereka. Kunjungan ini menjadi simbol komitmen kuat pemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah terpencil.

Gibran secara tegas menyatakan janjinya bahwa Asmat akan memiliki rumah sakit Tipe C. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan intervensi lebih lanjut untuk meningkatkan layanan kesehatan secara menyeluruh. Ini menunjukkan keseriusan dalam mengatasi disparitas fasilitas kesehatan antarwilayah.

Inisiatif ini sejalan dengan program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut bertujuan untuk memastikan pemerataan akses terhadap layanan dasar yang berkualitas. Fokus utamanya adalah daerah-daerah yang selama ini kurang terjangkau oleh fasilitas publik.

Direktur RSUD Perpetua H. Safanpo, Yenny Yokung Yong, menyambut baik kunjungan dan janji Wakil Presiden Gibran. Ia berharap kunjungan ini dapat mempercepat proses peningkatan status rumah sakit dari Tipe D menjadi Tipe C. Peningkatan ini sangat dinantikan untuk memenuhi standar pelayanan yang lebih tinggi.

Yenny Yokung Yong juga menjelaskan bahwa RSUD Asmat termasuk dalam daftar proyek program Quick Wins pemerintah. Ini berarti peningkatan status rumah sakit memiliki prioritas tinggi dalam agenda pembangunan nasional. Percepatan ini diharapkan dapat segera terealisasi demi kepentingan masyarakat.

Peningkatan status rumah sakit ini harus diikuti dengan penambahan peralatan medis yang canggih dan modern. Salah satu kebutuhan mendesak adalah alat pemindai CT (CT scanner). Kehadiran alat ini diharapkan dapat mengurangi rujukan pasien ke luar wilayah Asmat dan menekan biaya pengobatan yang ditanggung masyarakat.

Saat ini, RSUD Perpetua H. Safanpo telah membiayai rujukan pasien Orang Asli Papua (OAP) ke fasilitas kesehatan lain. Pembiayaan ini terutama ditujukan bagi warga Asmat yang membutuhkan perawatan lebih lanjut. Dana otonomi khusus menjadi sumber utama untuk menutupi biaya tersebut.

Cakupan pembiayaan rujukan ini meliputi bantuan medis serta akomodasi bagi pasien dan pendampingnya. Pasien sering dirujuk ke kota-kota besar seperti Jayapura, Merauke, atau Makassar. Hal ini menunjukkan beban finansial yang cukup besar bagi rumah sakit dan pemerintah daerah.

Dengan adanya peningkatan fasilitas di RSUD Asmat, diharapkan ketergantungan pada rujukan ke luar daerah dapat berkurang. Ini tidak hanya akan meringankan beban biaya, tetapi juga mempercepat penanganan medis bagi pasien. Kualitas layanan kesehatan lokal akan semakin meningkat secara signifikan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi