BPS DIY Optimalkan Sensus Ekonomi 2026 dengan Metode CAPI dan AI
BPS DIY menerapkan metode Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis gawai yang terintegrasi AI untuk Sensus Ekonomi 2026, meningkatkan efisiensi dan akurasi data serta menekan potensi kesalahan input.
BPS DIY mengambil langkah inovatif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan mengadopsi metode Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis gawai. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pendataan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan input data yang sering terjadi pada metode konvensional. Transformasi digital ini merupakan bagian dari upaya BPS untuk lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan data yang cepat serta akurat.
Pelaksana Tugas Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan bahwa penggunaan CAPI adalah bagian integral dari transformasi pendataan BPS. Inisiatif ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan data yang cepat dan akurat di era digital saat ini. Dengan demikian, BPS DIY berupaya memastikan kualitas data yang lebih baik untuk perencanaan pembangunan ekonomi daerah.
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan akan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 di seluruh wilayah DIY. Untuk mendukung pelaksanaan ini, BPS DIY telah menyiapkan sebanyak 4.082 petugas yang telah menjalani pelatihan intensif di masing-masing kabupaten/kota. Mereka akan bertugas mengumpulkan data ekonomi dari berbagai sektor usaha, termasuk usaha daring yang menjadi fokus baru.
Inovasi CAPI dan Peran Kecerdasan Buatan dalam Sensus Ekonomi 2026
Penggunaan metode CAPI berbasis gawai menandai perubahan signifikan dari sistem pendataan manual yang sebelumnya mengandalkan formulir kertas. Endang Tri Wahyuningsih menegaskan, "Kalau dulu mungkin kita masih menggunakan paper, sekarang untuk lebih efisien, petugas menggunakan gadget atau CAPI." Sistem digital ini dirancang untuk memangkas tahapan entri ulang data, yang kerap menjadi sumber kesalahan non-sampling.
Lebih lanjut, sistem pendataan digital ini tidak hanya mengandalkan gawai, tetapi juga terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Integrasi AI bertujuan untuk meminimalkan kesalahan input data secara real-time, sehingga data yang terkumpul memiliki tingkat akurasi yang lebih tinggi. Dengan demikian, BPS DIY berkomitmen untuk menghasilkan data ekonomi yang lebih valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transformasi ini juga menekan potensi kesalahan yang diakibatkan oleh proses entri ulang setelah pencacahan. Kesalahan non-sampling yang berpeluang muncul saat pendataan masih menggunakan formulir kertas kini dapat diminimalisir. "Kalau dulu kita melakukan pendataan menggunakan kertas, kita harus entri lagi, itu kan bisa menjadi kesalahan yang diakibatkan oleh non-sampling error, jadi sekarang selain transformasi, BPS juga mengikuti perubahan itu dengan melakukan pendataan memakai CAPI atau gadget," jelas Endang.
Persiapan Petugas dan Jadwal Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
Untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026, BPS DIY telah mempersiapkan sumber daya manusia yang memadai. Sebanyak 4.082 petugas telah dilatih secara komprehensif di seluruh kabupaten/kota di DIY. Pelatihan ini mencakup penggunaan perangkat CAPI, teknik wawancara yang efektif, serta pemahaman mendalam mengenai cakupan sensus.
Masa tugas petugas sensus dijadwalkan berlangsung selama lebih dari dua bulan, mulai dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Meskipun 31 Agustus ditetapkan sebagai batas akhir penyelesaian pendataan lapangan, Endang menjelaskan bahwa petugas masih memiliki fleksibilitas. Mereka dimungkinkan untuk melakukan konfirmasi ulang kepada responden apabila ditemukan anomali data yang memerlukan verifikasi lebih lanjut. "31 Agustus itu batas, tetapi kadang-kadang harus konfirmasi lagi kepada responden kalau ada anomali-anomali yang harus dicek," ujarnya.
Pendekatan fleksibel ini penting untuk menjaga kualitas data dan memastikan bahwa setiap informasi yang tercatat adalah valid. Kualitas data yang baik akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi di masa mendatang.
Mitigasi Kendala Lapangan dan Imbauan kepada Masyarakat
Meskipun teknologi CAPI menawarkan banyak keuntungan, potensi kendala di lapangan tetap menjadi perhatian. Endang Tri Wahyuningsih menilai bahwa hambatan teknis seperti sinyal internet di sejumlah wilayah relatif kecil dan telah diantisipasi. BPS DIY telah menyediakan fitur pendataan offline pada perangkat petugas sebagai solusi. "Mitigasinya adalah kita bisa melakukan pendataan secara offline, jadi tetap didata, disimpan, tetapi nanti pada saat submit beralih ke tempat yang ada internetnya," kata dia.
Namun, tantangan yang lebih sering dihadapi petugas justru berkaitan dengan penyesuaian waktu bertemu responden. Petugas seringkali harus menyesuaikan jadwal dengan ketersediaan responden, yang terkadang sulit ditemui secara langsung. Selain itu, memastikan bahwa informan yang diwawancarai benar-benar mengetahui kondisi usaha maupun pengeluaran rumah tangga juga menjadi krusial untuk keakuratan data.
Oleh karena itu, BPS DIY mengimbau seluruh masyarakat di DIY untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan keterangan yang benar dan jujur. Endang Tri Wahyuningsih juga memastikan bahwa kerahasiaan data responden akan tetap terjaga sesuai prinsip pelaksanaan sensus dan dijamin oleh undang-undang.
Sumber: AntaraNews