Jamaah haji Kloter 12 Debarkasi Banjarmasin, yang berasal dari Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, telah tiba di tanah air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Kedatangan rombongan ini menandai kelanjutan fase kepulangan jemaah haji tahun 2026, membawa serta pengalaman spiritual yang mendalam dan harapan untuk menjadi haji yang mabrur.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Banjarmasin, H. Eddy Khairani, menyatakan bahwa jemaah haji Kloter 12 tiba pada Minggu, 21 Juni 2026, di Bandara Internasional Syamsuddin Noor Banjarmasin. Sebanyak 360 orang jemaah termasuk dalam kloter ini, menambah daftar panjang jemaah yang telah kembali. Proses kepulangan ini merupakan momen yang sangat dinanti, tidak hanya oleh para jemaah tetapi juga oleh keluarga dan kerabat yang telah menanti di tanah air.
Eddy menambahkan, proses kedatangan jemaah haji Kloter 12 berjalan lancar sejak mendarat hingga dibawa ke asrama haji di Kota Banjarbaru. Setibanya di bandara, para jemaah disambut dengan hangat oleh petugas dan keluarga. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan singkat untuk memastikan kondisi fisik tetap prima setelah perjalanan panjang. Di asrama haji, mereka mengikuti proses penyambutan resmi, jamuan makan, serta penyerahan kembali dokumen-dokumen penting. Suasana haru dan bahagia menyelimuti asrama haji, di mana para jemaah berbagi cerita dan pengalaman selama di Tanah Suci sebelum selanjutnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing dengan fasilitas transportasi yang telah disiapkan.
Advertisement
Advertisement
Perkembangan Kepulangan Jamaah Haji Debarkasi Banjarmasin
Dengan tibanya Kloter 12, jumlah total jamaah haji Debarkasi Banjarmasin yang sudah kembali ke tanah air kini mencapai 4.303 orang. Angka ini merupakan bagian dari total 6.804 orang jemaah haji yang diberangkatkan melalui Debarkasi Banjarmasin pada tahun ini. Proses kepulangan ini melibatkan koordinasi yang ketat antara berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, otoritas bandara, dan pemerintah daerah, untuk memastikan kelancaran dan keamanan seluruh jemaah.
Tahun 2026, Debarkasi Banjarmasin melayani 19 kloter haji, dengan rincian 14 kloter berasal dari Kalimantan Selatan dan lima kloter dari Kalimantan Tengah. Saat ini, masih terdapat tujuh kloter yang masih berada di Tanah Suci, menunggu jadwal kepulangan mereka. PPIH terus memantau kondisi dan persiapan kepulangan kloter-kloter berikutnya, memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik hingga kembali ke rumah masing-masing.
Fase kepulangan jamaah haji Debarkasi Banjarmasin telah dimulai sejak 4 Juni 2026 dan dijadwalkan akan berakhir pada 1 Juli 2026. Selama periode ini, PPIH bekerja tanpa henti untuk mengelola logistik, akomodasi, dan transportasi. Setiap detail diperhatikan, mulai dari penanganan barang bawaan hingga penyediaan makanan dan minuman yang layak. PPIH terus memastikan seluruh proses kepulangan berjalan dengan tertib dan lancar, demi kenyamanan dan keselamatan para jemaah yang telah menunaikan rukun Islam kelima ini.
Advertisement
Advertisement
Makna Ibadah Haji dan Pesan PPIH
H. Eddy Khairani menyampaikan bahwa perjalanan haji adalah sebuah perjalanan yang penuh perjuangan, pengorbanan, dan refleksi diri. Setelah kembali ke tanah air, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mempertahankan semangat ibadah yang telah ditempa di Tanah Suci. Ibadah haji bukan hanya tentang ritual, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan peningkatan kualitas diri sebagai seorang Muslim.
Para jemaah diharapkan mampu menjaga keikhlasan, kesabaran, dan kepedulian sosial yang telah mereka praktikkan selama berada di Tanah Suci. Nilai-nilai luhur ini menjadi bekal penting untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. Menjadi haji mabrur berarti mampu membawa perubahan positif bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar, serta menjadi teladan dalam beragama dan bermasyarakat.
PPIH Debarkasi Banjarmasin berharap seluruh jamaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur. Semoga kepulangan mereka membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, daerah, serta bangsa Indonesia secara keseluruhan. Kehadiran mereka di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi inspirasi dan penggerak kebaikan, menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.
Advertisement
Sumber: AntaraNews