Bentrokan antarwarga terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu pagi. Peristiwa yang dikaitkan dengan bentrok warga manggarai itu menewaskan satu orang dan membuat satu lainnya kritis.
Kepolisian menguraikan kronologi awal kejadian. Bentrokan disebut bermula saat sekelompok orang hendak membeli sarapan, namun interaksi di lokasi tidak berjalan baik.
Keterangan tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, kepada wartawan.
Advertisement
Awal Keributan di Kios Nasi Uduk
Menurut penjelasan polisi, sekelompok orang datang untuk membeli sarapan di kawasan Jalan Tambak. Mereka kemudian pergi, lalu kembali bersama rekan-rekannya dan melakukan perusakan terhadap gerobak nasi uduk.
Ia menyampaikan secara rinci momen sebelum keributan pecah. "Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Minggu.
Aksi perusakan tersebut memicu respons dari warga sekitar. Serangan balasan pun terjadi dan bentrokan massal tidak terhindarkan.
Petugas yang tiba di lokasi sempat berupaya melerai dan menghentikan keributan. Namun, karena banyaknya orang yang terlibat, upaya itu tidak serta-merta menghentikan aksi saling serang.
Advertisement
Jejak di Jalan Tambak: Puing dan Kendaraan Terbakar
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara di lokasi bentrokan. Sejumlah jejak kekerasan ditemukan, termasuk bekas kebakaran dan darah.
AKBP Roby Heri Saputra menyebut temuan itu secara spesifik. "Di TKP kita menemukan ada puing-puing, puing-puing dari bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga jejak darah dan batu yang berlumuran darah," ujar dia.
Selain mengamankan lokasi, petugas mengevakuasi korban ke rumah sakit dan mengamankan beberapa orang untuk dimintai keterangan.
Advertisement
Korban dan Penangkapan Usai Bentrok Warga Manggarai
Dua orang yang diamankan dari lokasi awalnya berada dalam kondisi kritis saat dibawa. Satu di antaranya kemudian meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di rumah sakit. "Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," kata dia.
Kepolisian mengevakuasi dua korban ke RSCM untuk perawatan. Di sisi lain, delapan orang diamankan ke Polsek Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut.
Rincian jumlah dan asal kelompok yang dibawa ke kantor polisi juga disampaikan. "Dari korban yang kita amankan dari TKP ada dua orang dibawa ke RSCM, dan dari kelompok warga yang ada, ada dari dua kelompok, satu kelompok enam orang dan yang dari luar itu dua orang yang kita sedang amankan dan ambil keterangannya di Polsek Menteng," jelas dia.