DKP Tangerang Latih KWT Penyiraman Otomatis IoT, Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang gencar melatih Kelompok Wanita Tani (KWT) dalam penggunaan teknologi penyiraman otomatis IoT, langkah strategis mewujudkan pertanian perkotaan modern dan mandiri.
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang, Banten, telah menyelenggarakan pelatihan inovatif mengenai penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Pelatihan ini ditujukan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), penyuluh pertanian lapangan, dan anggota tim produksi pertanian di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari upaya DKP Kota Tangerang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang, Muhdorun, pada Jumat lalu, menegaskan bahwa penerapan teknologi modern dalam sektor pertanian perkotaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan strategis. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta dalam mengelola sistem penyiraman otomatis. Tujuannya adalah untuk mewujudkan pertanian perkotaan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di Kota Tangerang.
Pelatihan ini juga menjadi wujud komitmen DKP Kota Tangerang dalam mempercepat transformasi digital di sektor pertanian perkotaan, atau yang dikenal dengan urban farming. Penggunaan teknologi IoT dinilai krusial karena kemampuannya mendistribusikan air secara otomatis dan akurat. Hal ini tidak hanya meminimalkan risiko pemborosan air, tetapi juga menjaga kesinambungan serta stabilitas hasil panen.
Inovasi Teknologi IoT untuk Pertanian Perkotaan
Penerapan teknologi IoT dalam penyiraman tanaman membawa dampak signifikan terhadap efisiensi pertanian. Sistem ini memungkinkan distribusi air yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan tanaman, mengurangi pemborosan sumber daya air. Selain itu, akurasi penyiraman juga berkontribusi pada peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen, menjamin keberlanjutan produksi pangan di perkotaan.
Muhdorun menekankan pentingnya bekal keilmuan yang diperoleh peserta pelatihan untuk segera diterapkan di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, pertanian perkotaan di Kota Tangerang dapat semakin modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Komitmen ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertanian yang lebih cerdas dan responsif terhadap tantangan lingkungan.
Transformasi digital di sektor pertanian perkotaan menjadi prioritas utama DKP Kota Tangerang. Melalui program-program seperti ini, pemerintah kota berupaya mendorong adopsi teknologi canggih. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sekaligus memberdayakan masyarakat, khususnya KWT, agar lebih mandiri dalam mengelola lahan pertanian mereka.
Capaian dan Pengembangan Urban Farming di Tangerang
Program urban farming di Kota Tangerang telah menunjukkan capaian yang mengesankan, melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Ruta Ireng Wicaksono, mengungkapkan bahwa program ini telah berhasil merangkul 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 kelompok pemberdayaan ikan. Keterlibatan aktif ini menjadi salah satu kunci keberhasilan program.
Sepanjang tahun 2025, program urban farming ini telah menghasilkan beragam komoditas pertanian dan perikanan yang signifikan. Data menunjukkan produksi mencapai 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong, serta 352.717 ekor ikan nila dan lele. Selain itu, terdapat 11.147 polybag tanaman obat keluarga (Toga) dan 45 ekor ternak kambing serta domba, menunjukkan diversifikasi hasil yang luas.
Di sektor pertanian, Kota Tangerang juga memiliki 11 kelompok tani (poktan) yang terdiri dari tujuh poktan tanaman pangan dan empat poktan hortikultura. Tujuh poktan tanaman pangan berhasil mengelola 98 hektare lahan sawah, dengan produksi mencapai 846 ton beras sepanjang tahun 2025. Sementara itu, poktan hortikultura berkontribusi dengan menghasilkan 4,7 ton cabai besar dan 4,9 ton bawang merah, memperkuat pasokan pangan lokal.
Ruta Ireng Wicaksono menegaskan bahwa program urban farming akan terus dikembangkan di masa mendatang. Pengembangan ini bertujuan untuk memperluas manfaat program agar dapat dirasakan langsung oleh lebih banyak masyarakat Kota Tangerang. Dengan demikian, kemandirian pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat dapat terus ditingkatkan melalui inovasi dan pemberdayaan.
Sumber: AntaraNews