Dokter Tifa Jalani Rawat Inap Akibat GERD dan Stres Tinggi di RS Polri Kramat Jati
Tersangka kasus dugaan fitnah, Dokter Tifa, terpaksa menjalani rawat inap. Kondisi kesehatan Dokter Tifa memburuk akibat GERD kambuh dan stres tinggi.
Tersangka kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, kini menjalani rawat inap. Ia dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, setelah mengalami GERD kambuh dan stres tinggi. Kondisi ini terjadi setelah serangkaian aktivitas padat dan pemeriksaan hukum yang melelahkan.
Kuasa hukum Dokter Tifa, Refly Harun, menjelaskan bahwa kliennya tidak makan sejak pagi. Hal ini memicu kambuhnya GERD yang merupakan penyakit bawaan. Tingkat stres yang tinggi juga memperburuk kondisi kesehatannya.
Kelelahan fisik dan mental akibat persiapan seminar disertasi menjadi pemicu utama. Dokter Tifa sempat menggunakan kursi roda setelah pemeriksaan. Tim dokter memutuskan perlunya perawatan inap untuk pemantauan lebih lanjut.
Penyebab Dokter Tifa Dirawat Inap
Dokter Tifa, yang menjadi sorotan publik dalam kasus dugaan fitnah, mengalami penurunan kesehatan drastis. Penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) yang dideritanya kambuh. Refly Harun menyebutkan bahwa Dokter Tifa tidak sempat makan sejak pagi.
Selain itu, tekanan mental yang luar biasa juga menjadi faktor pemicu. Dokter Tifa menghadapi tingkat stres yang sangat tinggi. Kombinasi GERD kambuh dan stres memperparah kondisi fisiknya.
Kelelahan ekstrem juga turut memperburuk keadaan Dokter Tifa. Ia sempat harus menggunakan kursi roda setelah menjalani pemeriksaan. Ini menunjukkan bahwa kondisi fisiknya memang sangat lemah.
Agenda Padat dan Kondisi Kesehatan Menurun
Sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan, Dokter Tifa memiliki agenda yang sangat padat. Ia harus mempersiapkan seminar hasil disertasinya. Rangkaian aktivitas ini telah dijadwalkan sebelumnya dan sangat menguras energi.
Refly Harun mengungkapkan bahwa ujian disertasi tetap terlaksana melalui Zoom. Namun, hal itu dilakukan dalam kondisi penuh tekanan dan tidak nyaman. Ini menunjukkan dedikasi Dokter Tifa meskipun dalam keadaan tidak prima.
Setelah seluruh agenda selesai, tim dokter segera melakukan evaluasi kesehatan. Mereka memutuskan bahwa Dokter Tifa memerlukan perawatan inap. Tujuannya adalah untuk pemantauan medis yang lebih intensif.
Perawatan ini penting untuk memastikan kondisi Dokter Tifa stabil. Hal ini juga untuk mencegah komplikasi lebih lanjut dari GERD dan stres. Kesehatan menjadi prioritas utama dalam situasi ini.
Pemeriksaan Bersama Roy Suryo di RS Polri
Dokter Tifa tidak sendirian dalam menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Tersangka lain dalam perkara yang sama, Roy Suryo, juga dirawat di rumah sakit tersebut. Keduanya tiba di RS Polri sekitar pukul 17.55 WIB.
Mereka langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan pengawalan ketat. Pengawalan ini berasal dari pihak Polda Metro Jaya. Roy Suryo terlihat mengenakan kaus biru-putih dan celana pendek.
Saat turun dari mobil tahanan, Roy Suryo sempat mengepalkan tangan. Ia juga mengucapkan "Siap" kepada awak media. Dokter Tifa menyusul turun dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye.
Sebelumnya, Roy Suryo ditangkap penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat pagi pukul 07.00 WIB. Sementara itu, Dokter Tifa ditangkap di apartemennya pada Jumat sekitar pukul 06.47 WIB.
Sumber: AntaraNews