FOTO: Membuat Lahan Pertanian Produktif dari Pemanfaatan Bekas Tempat Penampungan Sampah

Kelompok Wanita Tani (KWT) D'Shafa mampu mendapatkan tambahan penghasilan setelah berhasil mengubah tempat penampungan sampah menjadi lahan pertanian produktif.

Helmi Fithriansyah
Oleh Helmi Fithriansyah - Reporter
FOTO: Membuat Lahan Pertanian Produktif dari Pemanfaatan Bekas Tempat Penampungan Sampah
FOTO: Membuat Lahan Pertanian Produktif dari Pemanfaatan Bekas Tempat Penampungan Sampah (Merdeka.com)

Kelompok Wanita Tani (KWT) D'Shafa merawat tanaman dengan sistem smart farming di Agroeduwisata Edufarm Malakasari, Jakarta, Sabtu (29/6/2024). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

PT PLN (Persero) melakukan pembinaan kepada Kelompok Wanita Tani untuk mengelola tanaman dengan sistem smart farming di agroeduwisata Edufarm Malaksari. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Kelompok Wanita Tani (KWT) D'Shafa mampu mendapatkan tambahan penghasilan setelah berhasil mengubah tempat penampungan sampah menjadi lahan pertanian produktif. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan metode smart farming, penghasilan kelompok petani ini bisa mencapai Rp125 juta setiap bulannya. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Edufarm Malakasari merupakan program smart farming dengan pengolahan pertanian kota atau urban farming dari hulu ke hilir. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dengan penggunaan metode smart farming, para petani bisa memantau nutrisi, pH, sirkulasi air, suhu, serta kelembaban hanya melalui ponsel. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Selain itu metode ini juga membuat petani mampu memanen lebih awal yang kemudian diolah menjadi makanan siap santap. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Rekomendasi