DKP Kota Tangerang Pacu Target Produksi Gabah Tangerang Lebih dari 1.600 Ton
Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang menargetkan peningkatan produksi gabah Tangerang hingga 1.692 ton Gabah Kering Panen di tahun 2025, mengoptimalkan peran kelompok tani.
Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang berupaya keras mengoptimalkan peran kelompok tani lokal demi mendukung produksi pangan, khususnya beras, di wilayah tersebut. Target ambisius telah ditetapkan untuk tahun 2025, yakni mencapai lebih dari 1.600 ton Gabah Kering Panen (GKP). Peningkatan ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap ketersediaan pangan lokal.
Optimalisasi ini dilakukan dengan memanfaatkan lahan sawah yang masih tersedia di Kota Tangerang, meskipun jumlahnya tidak lagi banyak. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk memastikan stabilitas pasokan beras dan mendukung program swasembada pangan nasional. Fokus utama adalah peningkatan produktivitas lahan yang ada.
Kepala DKP Kota Tangerang, Muhdorun, menegaskan bahwa meski lahan sawah terbatas, potensi yang ada harus dimaksimalkan untuk hasil pangan optimal. Pihaknya mencatat adanya peningkatan target produksi GKP dari tahun sebelumnya, menunjukkan upaya serius dalam memperkuat sektor pertanian di tengah keterbatasan lahan.
Optimalisasi Lahan dan Target Produksi Gabah Tangerang
DKP Kota Tangerang telah menetapkan target produksi Gabah Kering Panen (GKP) sebesar 1.692 ton untuk tahun 2025. Jumlah ini, jika dikonversi menjadi beras, diperkirakan mencapai sekitar 846 ton dari 98 hektare lahan sawah yang tersebar di Kota Tangerang. Angka ini menunjukkan peningkatan dari produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 1.542 ton GKP.
Muhdorun menjelaskan bahwa optimalisasi lahan menjadi kunci utama dalam mencapai target produksi gabah Tangerang ini. "Meskipun lahan sawah di sini sudah tidak banyak lagi, namun yang ada tetap bisa dioptimalkan untuk bisa menghasilkan produksi pangan secara maksimal," ujarnya. Strategi ini selaras dengan upaya Pemerintah Kota Tangerang untuk mendukung program swasembada beras yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.
Pemerintah Kota Tangerang berkomitmen penuh dalam mendukung produksi pangan, terutama beras, dengan memanfaatkan secara optimal lahan-lahan sawah yang masih tersedia seperti di Blok Tani Rawa Depan, Benda, dan sejumlah lokasi lainnya. Upaya ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan beras di tingkat lokal.
Peran Kelompok Tani dan Dukungan Pemerintah Kota
Untuk mencapai target produksi gabah Tangerang yang ambisius, kelompok tani di Kota Tangerang didorong untuk melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan intensifikasi produktivitas beras secara signifikan di wilayah tersebut. Peningkatan frekuensi panen diharapkan dapat memaksimalkan hasil dari setiap hektare lahan.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengungkapkan bahwa di Kota Tangerang terdapat 98 hektare lahan kosong serta melibatkan 13 kelompok tani dan 113 kelompok wanita tani (KWT). Keberadaan kelompok-kelompok ini menjadi tulang punggung dalam implementasi program peningkatan produksi gabah.
Dukungan nyata dari Pemerintah Kota Tangerang kepada para petani tidak hanya sebatas bimbingan, tetapi juga dalam bentuk fasilitas dan infrastruktur. "Selain bantuan itu juga kita perbaiki saluran irigasi yang bermasalah, dengan harapan walau di musim kemarau nanti para petani tetap bisa menghasilkan panen yang maksimal," kata Sachrudin. Bantuan lain meliputi pemberian traktor, pompa air, serta peminjaman alat pengolahan sawah untuk memudahkan pekerjaan petani.
Pemerintah Kota Tangerang berharap bahwa program swasembada beras yang sedang digencarkan ini akan memberikan kontribusi besar. Tujuannya adalah menciptakan stabilitas komoditas beras, khususnya di Kota Tangerang, dalam jangka panjang. Upaya kolaboratif antara pemerintah dan petani ini menjadi kunci keberhasilan.
Sumber: AntaraNews