Trivia Pangan: Bangka Tengah Siapkan 118 Hektare Lahan Padi Gogo, Pacu Target Nasional 299 Hektare
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menyiapkan 118 hektare lahan untuk Padi Gogo, bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Akankah target 299 hektare tercapai?
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah mengalokasikan lahan seluas 118 hektare untuk pengembangan padi gogo. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Perluasan lahan ini akan dikelola oleh lima kelompok tani yang tersebar di tiga kecamatan. Dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui penyaluran bantuan benih kepada para petani.
Penanaman padi gogo ini ditargetkan rampung sebelum Oktober 2025 dengan harapan panen dapat dilakukan sebelum akhir tahun. Program ini bertujuan untuk mencapai kemandirian pangan di tengah tantangan global.
Perluasan Lahan dan Dukungan Pemerintah Daerah
Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemkab Bangka Tengah, Tamimi, menjelaskan detail perluasan lahan ini. Lahan seluas 118 hektare tersebut tersebar di Kecamatan Simpangkatis, Sungaiselan, dan Namang. Lima kelompok tani bertanggung jawab atas pengelolaan lahan tersebut.
Pemerintah daerah tidak hanya menyediakan lahan, tetapi juga menyalurkan bantuan benih padi gogo. Kelompok Tani Alam Tani Permai menerima bantuan terbesar, yaitu 1.400 kilogram benih. Bantuan ini dialokasikan untuk lahan seluas 70 hektare.
Tamimi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani. Sinergi ini krusial untuk mengoptimalkan produksi dan mencapai kemandirian pangan. "Kemandirian pangan menjadi prioritas utama di tengah tantangan global," ujarnya.
Komitmen Petani dan Tantangan di Lapangan
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Dian Akbarini, menegaskan komitmen petani. Petani diharapkan segera menanam padi gogo sesuai kesepakatan yang telah dibuat. Semua lahan harus sudah ditanami sebelum Oktober 2025.
Dian Akbarini juga mengingatkan tentang konsekuensi bagi petani yang tidak menanam sesuai kesanggupan. "Jika ada kendala, segera laporkan ke petugas lapangan karena ada sanksi bagi petani yang tidak menanam sesuai kesanggupan," katanya.
Beberapa tantangan di lapangan telah diidentifikasi, termasuk serangan hama dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Namun, kerja sama semua pihak dianggap penting untuk memastikan target penanaman tercapai. Keberhasilan program ini akan memengaruhi dukungan anggaran di masa mendatang.
Target Nasional dan Percepatan Penanaman Padi Gogo
LO Kegiatan Pengembangan Tanaman Padi Gogo, Nur Sanjoyo, mengungkapkan target nasional yang ambisius. Pemerintah pusat menargetkan perluasan tanam padi gogo seluas 500 ribu hektare secara nasional pada tahun 2025. Porsi untuk Provinsi Bangka Belitung sendiri mencapai 5.000 hektare.
Khusus untuk Bangka Tengah, target yang ditetapkan adalah 299 hektare. Namun, realisasi penanaman hingga saat ini baru mencapai 45 hektare. Hal ini menunjukkan adanya gap yang perlu segera diatasi.
Nur Sanjoyo mendorong percepatan penanaman padi gogo di Bangka Tengah. Percepatan ini penting agar panen dapat dilakukan sebelum akhir tahun. Peningkatan hasil panen diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani secara signifikan.
Sumber: AntaraNews