Di Hadapan 28 Dubes dan Konjen, Kemenlu RI Promosikan IGS sebagai Etalase Kuliner dan Investasi

Makassar merupakan kota yang memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia sebagai pusat perdagangan dan pertemuan berbagai peradaban selama berabad-abad.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Di Hadapan 28 Dubes dan Konjen, Kemenlu RI Promosikan IGS sebagai Etalase Kuliner dan Investasi
Di Hadapan 28 Dubes dan Konjen, Kemenlu RI Promosikan IGS sebagai Etalase Kuliner dan Investasi (Merdeka.com)

Kementerian Luar Negeri membuka secara resmi pelaksanaan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) di Benteng Fort Rotterdam Makassar, Selasa (23/6) malam.

Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, R. Heru Hartanto Subolo menyebut ajang IGS yang dihadiri 41 dubes dan konjen dari 28 negara menjadi ajang untuk memperkenalkan budaya dan juga peluang investasi khususnya di Kota Makassar.

Heru mengatakan, Makassar merupakan kota yang memiliki posisi penting dalam sejarah Indonesia sebagai pusat perdagangan dan pertemuan berbagai peradaban selama berabad-abad.

"Makassar selama berabad-abad telah menghubungkan manusia, budaya, dan perdagangan di kawasan kepulauan Nusantara dan sekitarnya. Malam ini kita melanjutkan tradisi tersebut dengan menyambut sahabat-sahabat dari berbagai negara dalam semangat persahabatan, dialog, dan kerja sama," ujarnya.

Kekayaan budaya Indonesia

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa Indonesia Gastrodiplomacy Series merupakan program yang diluncurkan Kementerian Luar Negeri sejak tahun 2023 sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui pendekatan kuliner.

Menurutnya, gastrodiplomasi telah berkembang menjadi lebih dari sekadar promosi makanan. Program ini menjadi platform yang mempertemukan pemerintah daerah.

Di mana, pelaku industri kreatif, komunitas budaya, serta mitra internasional dalam membangun jejaring kerja sama yang lebih luas. Sehingga, melalui inisiatif ini pihaknya berupaya memperkenalkan kekayaan daerah-daerah Indonesia kepada dunia internasional.

"Tahun ini kami memilih Makassar, karena merupakan salah satu kota yang tumbuh pesat di kawasan Indonesia Timur dengan kombinasi kuat antara dinamika ekonomi, keberagaman budaya, warisan maritim, dan keunggulan kuliner," jelasnya.

Dia menambahkan, Makassar dinilai memiliki posisi strategis sebagai gerbang kawasan timur Indonesia yang mampu menawarkan berbagai peluang investasi sekaligus pengalaman budaya yang autentik bagi para delegasi.

Heru juga menyampaikan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi contoh nyata bagaimana diplomasi internasional dapat dibangun melalui kolaborasi lintas sektor.

"Kerja sama yang kuat antara Kementerian Luar Negeri dan Pemerintah Kota Makassar menunjukkan bagaimana aktor nasional dan lokal dapat berjalan bersama dalam memperkuat keterlibatan Indonesia di tingkat internasional," katanya.

Heru juga mengapresiasi kepada seluruh duta besar, anggota korps diplomatik, dan konsul jenderal yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran para delegasi, lanjutnya, mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Indonesia dengan negara-negara sahabat serta komitmen bersama dalam membangun jembatan kerja sama antarbangsa.

Selama berada di Makassar, para delegasi dijadwalkan mengikuti berbagai agenda yang menampilkan potensi ekonomi, investasi, budaya, dan pariwisata Kota Makassar maupun Sulawesi Selatan.

Mereka juga akan diperkenalkan dengan sejumlah kuliner khas daerah yang telah menjadi ikon Sulawesi Selatan, seperti Coto Makassar, Konro, Palubasa, serta beragam olahan hasil laut yang mencerminkan kekayaan tradisi kuliner masyarakat pesisir.

Heru menegaskan bahwa setiap sajian kuliner yang diperkenalkan dalam kegiatan gastrodiplomasi tidak hanya menghadirkan cita rasa, tetapi juga membawa cerita tentang sejarah, budaya, dan identitas masyarakat yang melahirkannya.

"Setiap hidangan memiliki kisah, setiap rasa membawa warisan budaya, dan setiap meja makan yang kita bagi bersama menciptakan ruang untuk memperkuat saling pengertian antarbangsa," tuturnya.

Melalui penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 di Makassar, pemerintah berharap hubungan persahabatan Indonesia dengan negara-negara sahabat semakin erat, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di bidang ekonomi, investasi, pariwisata, dan kebudayaan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan sebanyak 41 delegasi dari 28 negara ambil bagian dalam kegiatan IGS. Para peserta terdiri atas Duta Besar dan Kepala Perwakilan Negara Sahabat beserta pasangan, Konsul Jenderal, hingga anggota korps diplomatik yang membidangi ekonomi, perdagangan, investasi, dan sosial budaya.

Kehadiran para duta besar, kuasa usaha, dan perwakilan negara sahabat tersebut menjadi momentum strategis serta peluang kerja sama internasional yang dimiliki Kota Daeng.

Negara-negara yang hadir berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, Amerika, hingga Pasifik, di antaranya. Fiji, Australia, Pakistan, Japan, Mexico, Brazil, Ukraina, Bosnia and Herzegovina, Cuba, Tunisia, Venezuela, Serbia, Poland.

Selanjutnya, delegasi negara Solomon Islands, Peru, Nigeria, Costa Rica, Bulgaria, Lao PDR, Finland, Cambodia, Zimbabwe, Ethiopia, Rwanda, Netherlands, Uruguay, Malaysia, Philippines.

Menurutnya Appi sapaan akrabnya, penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarbangsa melalui pendekatan budaya dan diplomasi.

"Malam ini bukan sekadar jamuan makan malam, ini adalah perayaan persahabatan, budaya, dan diplomasi melalui makanan," tuturnya.

"Gastronomi 2026 memiliki kekuatan unik untuk menyatukan orang-orang, memungkinkan kita berbagi cerita, tradisi, dan nilai-nilai melampaui batas negara dan bahasa," sambung orang nomor satu Kota Makassar itu.

Pada kesempatan tersebut, Appi yang juga Konsul Kehormatan Republik Kroasia di Makassar itu. Ia secara khusus memperkenalkan Makassar sebagai kota yang memiliki posisi strategis sebagai gerbang utama kawasan Indonesia Timur.

Selain dikenal dengan kekayaan kuliner khasnya, Makassar juga memiliki potensi besar di sektor perdagangan, investasi, pendidikan, pariwisata, serta ekonomi kreatif.

Dia menjelaskan, Makassar terus berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi regional yang didukung oleh infrastruktur modern, konektivitas yang kuat, serta sumber daya manusia yang kompetitif.

"Selama kunjungan ini, kami mengundang para delegasi untuk mengenal Makassar tidak hanya sebagai destinasi kuliner, tetapi juga sebagai kota sejarah, budaya, inovasi, dan peluang," katanya.

Melalui rangkaian kegiatan IGS 2026 yang mencakup forum bisnis, tur kota, dan pengalaman budaya, Pemerintah Kota Makassar berharap para delegasi dapat melihat secara langsung berbagai potensi yang dimiliki kota ini, sekaligus membuka peluang kerja sama di berbagai sektor.

Orang nomor satu Kota Makassar itu menegaskan, Makassar saat ini terus memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan dan jasa di kawasan timur Indonesia.

Keberadaan Pelabuhan Makassar New Port (MNP), akses transportasi yang terintegrasi, kawasan industri, serta dukungan iklim investasi yang kondusif menjadi modal penting dalam menarik minat investor dan mitra internasional.

Selain itu, kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki Makassar juga menjadi daya tarik tersendiri. Terbukti, Benteng Fort Rotterdam yang menjadi lokasi penyelenggaraan acara.

Juga, merupakan salah satu ikon warisan sejarah yang menggambarkan perjalanan panjang Kota Makassar sebagai kota pelabuhan internasional sejak berabad-abad lalu.

Destinasi unggulan

Lanjut Appi, di bidang pariwisata, Makassar juga menawarkan beragam destinasi unggulan, mulai dari wisata bahari di gugusan kepulauan, wisata sejarah, hingga kekayaan kuliner yang telah dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam sambutannya, Appi juga menyinggung semangat persatuan dan persahabatan yang saat ini digaungkan dunia melalui gelaran Piala Dunia FIFA.

Menurutnya, nilai-nilai yang lahir dari pertemuan berbagai bangsa dalam ajang olahraga tersebut sejalan dengan semangat diplomasi yang dibangun melalui Indonesia Gastrodiplomacy Series.

"Yang terpenting, kami berharap pertemuan ini dapat mempererat persahabatan antarnegara dan membuka peluang baru untuk kerja sama serta kemitraan," jelas Appi.

Kehadiran para delegasi dari 28 negara dalam Indonesia Gastrodiplomacy Series 2026 menjadi momentum penting bagi Makassar untuk memperluas jejaring internasional, memperkenalkan potensi daerah.

Serta memperkuat posisi kota ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan diplomasi budaya di Indonesia Timur.

Munafri pun mengajak seluruh delegasi menikmati berbagai pertunjukan budaya serta pengalaman khas yang ditawarkan Kota Makassar selama rangkaian kegiatan berlangsung.

"Terima kasih telah memenuhi undangan kami, dengan kehadiran disini. Silakan menikmati malam ini, pertunjukan yang disajikan, serta pengalaman unik yang menanti di Makassar. Semoga kunjungan menjadi kenangan yang indah dan menyenangkan," katanya.

Rekomendasi