Tahukah Anda? HKTI Wanita Tani DIY Siap Berdayakan Petani Lokal, Manfaatkan Momentum Makan Bergizi Gratis!

DPD HKTI Wanita Tani DIY berkomitmen memberdayakan petani lokal, khususnya perempuan, untuk menyerap hasil pertanian domestik dan ekspor, sekaligus memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Tahukah Anda? HKTI Wanita Tani DIY Siap Berdayakan Petani Lokal, Manfaatkan Momentum Makan Bergizi Gratis!
DPD HKTI Wanita Tani DIY berkomitmen memberdayakan petani lokal, khususnya perempuan, untuk menyerap hasil pertanian domestik dan ekspor, sekaligus memanfaatkan program Makan Bergizi Gratis. (AntaraNews)

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Wanita Tani Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru saja dilantik dan langsung menyatakan komitmen kuat. Mereka bertekad memberdayakan petani lokal, terutama para wanita tani, demi memastikan hasil pertanian dapat terserap optimal. Inisiatif ini mencakup pasar domestik hingga peluang ekspor yang menjanjikan, menandai langkah strategis untuk kesejahteraan petani.

Pelantikan pengurus periode 2025-2030 yang berlangsung di Yogyakarta menjadi penanda dimulainya era baru bagi HKTI Wanita Tani DIY. Ketua DPD HKTI DIY, Rizki Karolina, menekankan pentingnya peran organisasi ini dalam mengatasi tantangan regenerasi petani. Banyak generasi muda, baik milenial maupun Gen Z, enggan menekuni sektor pertanian karena dianggap kurang menjanjikan dan tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Oleh karena itu, HKTI Wanita Tani DIY akan fokus pada program-program konkret untuk menarik kembali minat generasi muda. Tujuannya adalah meningkatkan produksi, meminimalisir gagal panen, serta mencari jalur pemasaran yang lebih adil bagi petani. Hal ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih menarik dan berkelanjutan di wilayah DIY.

Mendorong Regenerasi Petani dan Peningkatan Produksi

Rizki Karolina menyoroti fenomena menurunnya minat generasi muda terhadap pertanian di Yogyakarta. Ia mengamati, "Saat ini saya lihat regenerasi petani di Yogyakarta berkurang ya, baik dari millenial maupun Gen Z karena mungkin dirasa sektor pertanian ini kurang maksimal." Kondisi ini menjadi perhatian utama yang harus segera diatasi oleh HKTI Wanita Tani DIY.

Menjawab tantangan tersebut, HKTI Wanita Tani DIY telah menyiapkan serangkaian program pemberdayaan. Program jangka pendek dan menengah meliputi pelatihan teknik bertani modern dan inovatif. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan petani, mengurangi risiko gagal panen, dan pada akhirnya, meningkatkan produksi serta nilai jual hasil pertanian di pasaran.

Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah persepsi negatif terhadap sektor pertanian di kalangan generasi muda. Dengan adanya peningkatan hasil dan pendapatan yang lebih stabil, diharapkan lebih banyak generasi muda yang tertarik untuk kembali menekuni profesi petani. HKTI berupaya menciptakan lingkungan pertanian yang lebih menarik dan berkelanjutan bagi semua.

Sinergi dengan Pemerintah dan Program Makan Bergizi Gratis

Selain program internal, HKTI Wanita Tani DIY juga merancang strategi jangka panjang dengan bersinergi bersama pemerintah pusat. Mereka akan bertindak sebagai delegasi dan perpanjangan tangan pemerintah dalam mendukung program-program utama. Tujuannya adalah mewujudkan swasembada pangan, ketahanan pangan, serta pengembangan pertanian dan peternakan nasional secara komprehensif.

Salah satu program pemerintah yang dinilai sangat potensial adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Rizki Karolina melihat peluang besar dari program ini untuk petani lokal. "Adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah juga dapat membantu petani lokal, jika semua titik operasional dapur MBG beroperasi secara aktif di wilayah Yogyakarta, maka pasokan bahan baku akan dimaksimalkan kepada petani lokal," jelasnya.

Keterlibatan HKTI dalam program MBG tidak hanya sebatas dukungan, melainkan juga aksi nyata. HKTI secara aktif membantu menampung dan menyalurkan hasil pertanian dari petani Yogyakarta ke dapur-dapur MBG terdekat. Dengan demikian, program MBG secara langsung turut berkontribusi dalam meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani lokal di DIY, menciptakan simbiosis mutualisme yang positif.

Mencari Pasar dan Kesejahteraan Petani Lokal

DPD HKTI DIY tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran yang sering menjadi kendala bagi petani. Mereka berjanji akan mencarikan pembeli (buyer) langsung bagi petani lokal. Langkah ini sangat penting untuk memutus mata rantai tengkulak yang seringkali merugikan petani dengan harga yang tidak adil. Dengan demikian, petani dapat memperoleh harga yang lebih menguntungkan.

Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum program MBG dengan optimal. "Ini merupakan suatu kesempatan untuk DIY, dalam MBG dibutuhkan telur, daging, sayur untuk pasokan bahan baku mereka, jangan biarkan mereka membeli bahan dari luar daerah Yogyakarta," tegasnya. Ini adalah peluang emas bagi petani dan peternak lokal untuk memasok kebutuhan besar.

Dengan tingginya permintaan bahan baku dari program MBG, diharapkan petani dan peternak lokal akan semakin termotivasi untuk meningkatkan produksi dan kualitas. "Dengan pasokan bahan dari petani lokal kita, dengan begitu ekonomi akan bergulir di DIY sehingga petani kita lebih sejahtera," tambah Budi Waljiman, menunjukkan potensi peningkatan ekonomi daerah yang signifikan melalui pemberdayaan petani.

Peran DPD dan DPC dalam Pemberdayaan Wanita Tani

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Wanita Tani, Anita Aryani, menyampaikan harapannya setelah pelantikan pengurus baru. Ia mengingatkan agar HKTI Wanita Tani tidak hanya berorientasi ke tingkat pusat atau provinsi saja. Penting untuk juga memberikan perhatian yang adil dan merata kepada tingkat kabupaten, di mana basis petani wanita banyak berada.

Anita Aryani menekankan bahwa Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagian besar berada di wilayah kabupaten/kota, sehingga peran DPD dan DPC (Dewan Pimpinan Cabang) yang kuat menjadi krusial. "Dengan begitu DPD dan DPC harus segera dibentuk agar dapat segera membantu pemerintah merealisasikan program-program pemerintah khususnya di bidang pertanian, sehingga petani-petani wanita ini bisa sejahtera," pungkasnya.

Penguatan struktur organisasi di tingkat daerah akan memastikan program pemberdayaan dapat menjangkau lebih banyak petani perempuan secara langsung. Hal ini sejalan dengan tujuan utama HKTI Wanita Tani untuk menciptakan kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh anggotanya, dari tingkat pusat hingga ke pelosok desa.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi