BPH Migas dan Ditjen Minerba Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Aceh Tamiang
BPH Migas dan Ditjen Minerba berkolaborasi memberikan layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. Simak detail lengkap program Layanan Kesehatan BPH Migas Ditjen Minerba Aceh Tamiang yang menyasar ribuan warga.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkolaborasi menyelenggarakan layanan kesehatan. Kegiatan ini ditujukan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.
Layanan kesehatan gratis ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 14 hingga 16 Februari 2026. Program ini merupakan bagian dari Tim ESDM Siaga Bencana yang berupaya memberikan bantuan komprehensif. Tujuannya adalah meringankan beban warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) dan lokasi pengungsian.
Bantuan yang diberikan meliputi pemeriksaan umum dan gigi dasar, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan. Selain itu, program ini juga menyediakan layanan trauma healing khusus bagi anak-anak. Inisiatif ini diharapkan dapat memulihkan kondisi fisik dan mental para korban bencana di wilayah tersebut.
Kolaborasi Tanggap Bencana untuk Warga Aceh Tamiang
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan bahwa pihaknya, sebagai bagian dari Tim ESDM Siaga Bencana, hadir untuk memberikan bantuan langsung. Program ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah pusat di tengah-tengah masyarakat yang terdampak bencana. Wahyudi Anas bersama Anggota Komite BPH Migas Baskara Agung Wibawa turut serta memanggil warga untuk pemeriksaan di Huntara Simpang Empat Opak.
Huntara Simpang Empat Opak, yang terdiri atas 10 blok, menjadi rumah bagi sekitar 600 kepala keluarga korban bencana. Lokasi ini menjadi salah satu pusat pelaksanaan layanan kesehatan. Kehadiran langsung para pejabat menunjukkan keseriusan dalam penanganan dampak bencana.
Layanan yang disediakan sangat beragam, mulai dari pemeriksaan kesehatan umum hingga penanganan masalah gigi dasar. Selain itu, warga juga mendapatkan obat-obatan yang diperlukan untuk mengatasi keluhan kesehatan mereka. Edukasi kesehatan diberikan untuk meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi darurat.
Program trauma healing bagi anak-anak menjadi fokus penting untuk membantu mereka mengatasi dampak psikologis bencana. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat kembali ceria dan pulih dari pengalaman traumatis. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam penanganan bencana.
Antusiasme Warga dan Target Pelayanan Kesehatan
Antusiasme warga terhadap layanan kesehatan gratis ini sangat tinggi, seperti yang diungkapkan oleh Mustika (34), warga Desa Bundar, Karang Baru. Ia mengetahui informasi kegiatan ini melalui aplikasi percakapan dan merasa sangat terbantu. Mustika mengeluhkan alergi gatal-gatal yang mungkin disebabkan oleh air dan debu di pengungsian.
Mauliani (63), warga Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, rela menempuh perjalanan sekitar 12 km untuk mendapatkan pengobatan gratis. Ia mengapresiasi keramahan para dokter dan berharap layanan serupa dapat terus berlanjut. Kesaksian ini menunjukkan betapa pentingnya akses layanan kesehatan bagi mereka.
Layanan kesehatan gratis ini menargetkan sekitar 5.000 orang penerima manfaat selama tiga hari pelaksanaannya. Pada hari pertama, Sabtu (14/2/2026), targetnya mencapai 3.000 orang di Huntara Simpang Empat Opak. Selanjutnya, pada Minggu (15/2/2026), kegiatan akan dilaksanakan di Kecamatan Manyak Payed dengan target sekitar 1.000 orang.
Pada hari terakhir, Senin (16/2/2026), layanan akan bergeser ke Kampung Tanjung Mancang, Kecamatan Kejuruan Muda, dengan target sekitar 1.000 orang. Kegiatan ini melibatkan 35 tenaga kesehatan, termasuk dokter, apoteker, dan asisten dokter. Tenaga kesehatan berasal dari BPH Migas, Ditjen Minerba, Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, serta 10 orang relawan.
Bantuan Komprehensif dan Sinergi Lintas Sektor
Selain layanan kesehatan, BPH Migas dan Ditjen Minerba juga menyediakan bantuan logistik lainnya untuk warga terdampak bencana. Sebanyak 3.000 paket beras kemasan 3 kilogram dibagikan kepada warga yang mendapatkan layanan kesehatan. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dasar mereka.
Tidak hanya itu, 2.000 biskuit dan sereal juga disediakan, khususnya untuk anak-anak dan warga yang membutuhkan asupan nutrisi tambahan. Sebanyak 200 kasur angin turut diberikan kepada warga yang tinggal di pengungsian di daerah Manyak Payed dan Tanjung Mancang, guna meningkatkan kenyamanan mereka.
Untuk anak-anak, kegiatan mewarnai, edukasi kesehatan, permainan, serta buku bacaan juga diselenggarakan. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan suasana positif dan membantu proses pemulihan psikologis anak-anak di tengah kondisi bencana. Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi yang menyenangkan.
Wahyudi Anas menyampaikan terima kasih atas kolaborasi yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kepolisian, dan bintara pembina desa (babinsa). Sinergi lintas sektor ini memastikan pelaksanaan bantuan kesehatan berjalan lancar dan efektif. BPH Migas berharap dapat kembali hadir untuk menjaga kesehatan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Sebelumnya, BPH Migas juga telah memberikan bantuan bagi korban bencana di Kampung Tanjung Genteng, Aceh Tamiang, pada 18 Desember 2025. Bantuan serupa juga disalurkan di Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Bener Meriah pada pertengahan Januari 2026. Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail mengapresiasi bantuan ini, menegaskan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat pengungsian.
Sumber: AntaraNews